Parahyangan Alumni Day (PAD 2016) merupakan acara pertama yang diselenggarakan atas kerjasama antara Direktorat Jenderal Hubungan Masyarakat Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) dengan Ikatan Alumni (IKA) Universitas Katolik Parahyangan.
“PAD 2016 mengangkat tema ‘Menyatu dalam Kenangan, Memberi Makna Bagi Masa Depan’. Tujuan acara ini untuk membangun hubungan baik antara mahasiswa dengan alumni,” terang Sarah Lucia selaku Ketua Pelaksana PAD 2016 saat diwawancara mengenai tujuan penyelenggaraan temu alumni tersebut.
Acara PAD 2016 dimulai dengan diawali sesi talkshow bersama para alumnus Unpar yang telah berkiprah di dunia politik, bisnis, dan entertainment pada Jumat (12/2). Tidak dapat dipungkiri, Unpar telah mencetak para lulusan yang kompeten di berbagai bidang profesi; sebut saja beberapa alumni Unpar yang turut menjadi narasumber talkshow PAD 2016 yaitu Maruarar Sirait (Anggota DPR RI), Yunarto Widjaja (CEO Charta Politica), Drs. Boedi Siswanto Basuki (Pemilik Yogya Group), Baron Suprayogi (Musisi), dan Yosi Mokalu (Penyanyi).
Selama tiga pekan, talkshow berlangsung hangat dengan mengusung tema-tema menarik seperti, “Berkarir di Dunia Politik? Siapa Takut!” dan “Find Your Passion and Make A Living From It!”. Adapun penutupan acara PAD 2016 diselenggarakan pada Sabtu (27/2) lalu, dimeriahkan dengan pentas musik dari alumni dan mahasiswa, food bazaar, games, dan peresmian “Alumni Giving Back”.
Puncak acara PAD 2016 yang digelar di Parkiran Rektorat, Kampus Unpar Ciumbuleuit tersebut tampak dipenuhi dengan kumpulan foto kegiatan “Wall of Memory” sejak Unpar didirikan.
“Tentunya saya senang sekali ikut PAD 2016 karena sudah lama saya tidak bertemu teman-teman. Hari ini saya tidak memberi tahu mereka kalau saya akan datang kesini, saya ingin kasih kejutan.” jawab Andreas Pramudianto, salah satu alumnus Fakultas Hukum Unpar (1991) yang kini tengah menjadi dosen sekaligus peneliti Hukum Lingkungan Internasional di Universitas Indonesia.
PAD 2016 sebagai perintis acara temu alumni tingkat universitas, diharapkan dapat diselenggarakan kembali di tahun-tahun berikutnya. Dengan demikian, para alumnus selalu mempunyai momen untuk ‘pulang kampus’ dan hubungan antara mahasiswa dengan alumni Unpar dapat terjalin erat.






