Mengutip sepenggal lirik lagu yang dibawakan Superman Is Dead, ‘Muda, Beda, dan Berbahaya’ nampaknya melekat pada diri Gloria Marcella Morgen Wiria, salah satu alumnus Angkatan 2009, Fakultas Teknologi Industri Universitas Katolik Parahyangan (FTI Unpar).
Gloria merupakan CEO Glow For Indonesia─komunitas sosial yang digerakkan oleh anak-anak muda di seluruh Indonesia. Dedikasi yang ia berikan terhadap isu sosial, sosial bisnis, dan pembangunan pemuda, telah mengantarkan Gloria menjadi seorang Duta Perdamaian Internasional oleh Eubios Etika Institute dan International Peace and Development Etika Centre (IPDCE). Pada tahun yang sama, Gloria dinobatkan sebagai 32 Top Indonesian Inspirational Youth 2015 oleh United Nations Fund for Population Activities (UNFPA)─bersama dengan artis muda berbakat seperti Vidi Aldiano dan Maudy Ayunda.
Untuk mengukir prestasi tersebut, tentu ada harga yang harus dibayar. Kisah perjuangan Gloria kemudian dikupas melalui Acara Alumni’s Talk “Berpikir Beda Sejak Kuliah” yang diselenggarakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA Unpar) pada Rabu (24/2) lalu.
Menurut Gloria, untuk menjadi mahasiswa yang ‘beda dan berbahaya’, tanyakan pada diri masing-masing ‘apa yang membuat saya beda?’ dan ‘mengapa saya pantas dibayar mahal?’. Melalui pertanyaan tersebut, Gloria mengajak mahasiswa untuk kembali menemukan passion dan visi hidup. Namun, kedua kunci tersebut harus diiringi dengan prestasi, karya, kontribusi, dan tetap bermimpi.
“Semua mimpi itu feasible, hanya kamu mau untuk melakukannya atau tidak.” tegas Gloria, yang baru saja menerbitkan karya dalam buku berjudul Untold Stories of College Life.
Di akhir Acara Alumni’s Talk, Gloria pun menyampaikan pesan, “Maintain your enthusiasm by challenging yourself!”.





