Memperingati 100 Hari Meninggalnya Pastor Agustinus R. Widiyanto

Selasa (25/7), Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) mengadakan misa memperingati 100 hari meninggalnya Pastor Agustinus Rachmat Widiyanto. Semasa hidup, beliau pernah menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Rektor Unpar. Acara misa dihadiri oleh keluarga, rekan-rekan beliau semasa hidup, yayasan, senat, dan rektorat Unpar. Rama Agus merupakan sosok yang diteladani dan dihormati, baik oleh umat Katolik maupun masyarakat akademis Unpar.

Suasana misa di Aula Fakultas Hukum, berlangsung dengan khusyuk. Pastor B. Hendra Kimawan OSC.,L.Th., menyampaikan pesan penting akan kematian, dan bagaimana mempersiapkan diri menghadapinya. Perbuatan dan tabiat yang baik, serta kepasrahan kepada yang Ilahi, menjadi kunci utama menghadapi kematian. Hal ini tercermin dari kehidupan mendiang Pastor Agus.

“Kita berkumpul di tempat ini, karena kita ingin mengingat kembali warisan, spirit, semangat yang ditinggalkan oleh Pastor Agus Rachmat di antara kita,” tuturnya dalam Homili.

Pastor Agus adalah insan yang tenang dan berserah diri saat meninggalkan dunia, setelah berhasil melayani umat, lewat tanggung jawab yang dia pegang, baik sebagai Imam, Provinsial, maupun rektor, selama hidupnya. Kesabaran, kerendahan hati dan sikap konsekuen ini patut diteladani, dan menjadi warisan utama Pastor Agus bagi orang yang ditinggalkannya.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Wakil Rektor Bidang Modal Insani dan Kemahasiswaan, Dr. Paulus Sukapto. Beliau menjelaskan peran penting Rama Agus selama berkarya di Unpar. Beliau menambahkan, “Saya kira Pastor Agus adalah teladan yang benar-benar bisa mewakili Unpar.” Singkatnya, Rama Agus adalah barometer dan kompas bagi Unpar, utamanya selama Unpar mengalami masa-masa yang sulit.

Berikutnya, Pastor Yohanes Djino Widyasuhardja, OSC., kawan dekat Rama Agus, berbagi kesan dan kenangan kepada hadirin. Beliau berdua pernah menjalankan misi bersama di tanah Papua, sebelum kembali ke Priangan. Rama Widyo berkenalan dengan Rama Agus saat masih bersekolah di Seminari Cadas Hikmat. Dalam kesannya, ia mengingat Pastor Agus yang sederhana dan berkawan baik dengan buku-buku untuk memperkaya ilmu.

Perjumpaan kembali keduanya terjadi dalam pelayanan di pedalaman Papua. Pastor Widya mengingat baik kedekatan Rama Agus dengan masyarakat, sederhana dalam pakaian, namun terus menerus memperkaya ilmu. Di tengah-tengah kesulitan di pedalaman, ia tetap tegar dan sabar, sikap yang dibawa hingga menjadi Provinsial OSC, juga menjabat sebagai Rektor Unpar.

“Pastor Agus memang orang yang punya pendirian,” kata Rama Widya. Pastor Agus tidak mudah terpengaruh, terus mencari ilmu pengetahuan, serta tetap berpikir positif terhadap orang lain. Ia memiliki kemampuan untuk memimpin, namun dengan kerendahan hatinya, ia memilih untuk menampilkan diri sebagai orang biasa. “Pastor Agus adalah orang yang susah dicari, dalam arti dicari padanannya. Dia punya hati yang tulus, punya jiwa yang besar, punya semangat yang lebih besar untuk mengabdi,” tutupnya.

Terakhir, Ibu Fitri mewakili keluarga Pastor Agus menyampaikan bahwa Pastor Agus memiliki karakter yang unik. Kecintaannya pada buku telah dimulai sejak masih belia, dan ditularkan pula pada anak-anak. Kedekatannya pada masyarakat bawah, memberikan motivasi bagi orang lain. Kedekatannya dengan anak-anak, dan hidupnya yang penuh dengan kesederhanaan, tidak akan tergantikan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf dari keluarga, kepada semua rekan dan sahabat Pastor Agus atas kesalahan yang telah mendiang perbuat.

Rama Agus adalah panutan dan sosok penting bagi sivitas akademika Unpar. Kepergiannya akan selalu dikenang, karakternya akan menjadi teladan, dan karyanya menjadi penting bagi Unpar di masa kini.

Berita Terkini

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR.AC.ID, Bandung – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) meraih penghargaan “Pengabdian Masyarakat Melalui Pendidikan”  dalam ajang Editor’s Choice 2.0 yang diselenggarakan surat kabar harian Jawa Barat, Tribun Jabar. UNPAR dinilai menjadi Perguruan Tinggi...

Kontak Media

Divisi Publikasi

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung
40141 Jawa Barat

Jul 26, 2017

X