Mahitala Jelajahi Dunia untuk Mendewasakan Diri

Sebagai insan muda yang sedang beranjak dewasa, mahasiswa diharapkan untuk terus mengembangkan dirinya. Pengembangan diri tidak dapat dilakukan lewat pembelajaran formal semata, tetapi juga kegiatan-kegiatan yang bersifat non-akademis.

Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) sangat menyadari kebutuhan mahasiswa dalam mengembangkan diri secara utuh. Secara spesifik, Unpar mendukung pengembangan minat dan bakat mahasiswa lewat keberadaan unit kegiatan mahasiswa (UKM). Di UKM, mahasiswa bebas memilih dan mengembangkan diri, sesuai kemampuan yang dimiliki. Ada beragam bentuk minat dan bakat yang ditampung dalam UKM-UKM yang ada di Unpar, mulai dari olahraga, seni, hingga beragam minat lainnya.

Bagi mahasiswa Unpar yang memiliki jiwa bertualang tinggi dan keinginan untuk melakukan eksplorasi, terutama terhadap lingkungan alam, mereka dapat bergabung dengan UKM Mahitala Unpar. Salah satu UKM favorit mahasiswa Unpar ini memberikan pengalaman menarik bagi para anggotanya lewat berbagai bentuk kegiatan pelatihan dan penjelajahan di seluruh pelosok negeri.

Bahkan, “petualangan” yang dilakukan oleh para anggota Mahitala Unpar tidak terbatas di Indonesia. Mereka juga berhasil jelajahi dunia dan membawa harum nama Indonesia melalui keberhasilan ekspedisi Seven Summits pada 2011, setelah menaklukan 7 puncak tertinggi dunia, yakni Puncak Jaya, Kilimanjaro, Elbrus, Vinson Massif, Aconcagua, Everest, dan Denali sejak 2009. Jejak tersebut kini sedang diikuti oleh tim WISSEMU (Woman of Indonesia’s Seven Summit Expedition) Mahitala Unpar.

Selain itu, Mahitala Unpar juga melakukan ekplorasi lainnya seperti eksplorasi olahraga arus deras di Sungai Manna, ekspedisi pengamatan masyarakat tradisional pada Suku Naulu, ekspedisi panjat tebing Benteng Alla, ekspedisi pendakian Gunung Kurik di Aceh, serta ekspedisi penyelaman Kepulauan Tanimbar di Maluku Tenggara Barat.

Wandering Season Mahitala

Salah satu kegiatan utama yang dilakukan Mahitala bagi anggotanya adalah wandering season atau musim mengembara. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang diikuti oleh seluruh anggota Mahitala. Kegiatan ini berbentuk penjelajahan yang dilakukan ke seluruh pelosok Indonesia, dan biasanya dilakukan dalam kurun waktu 2 minggu hingga 1 bulan, antara Juli hingga Agustus.

Secara umum, wandering season Mahitala terdiri atas enam bentuk kegiatan utama. Kegiatan tersebut adalah mountaineering, climbing, caving, diving, rafting, dan pengamatan masyarakat tradisional. Seluruh kegiatan ini tidak dilakukan secara asal-asalan. Persiapan yang dilakukan termasuk mengenali medan, pengenalan dan pelatihan teknik-teknik yang dibutuhkan, hingga pembekalan akan budaya dan masyarakat di tempat yang akan dituju.

Persiapan-persiapan itu bisa memakan waktu hingga beberapa bulan, sehingga nantinya setiap anggota Mahitala yang akan terlibat dalam kegiatan ini memiliki pengetahuan dan keahlian yang baik terhadap bidang yang akan dijalani, sehingga mendapatkan pengalaman yang mengesankan dari kegiatan ini.

Bagi anggota Mahitala yang mengikutinya, kegiatan wandering season adalah ajang yang sangat baik untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki. Dalam proses persiapan dan pelaksanaan kegiatan tersebut, para peserta diharuskan untuk belajar lebih. Mereka juga belajar berorganisasi, bagaimana bersinergi dalam sebuah tim yang solid. Hal ini tidak lain karena dinamika kegiatan yang terjadi. Bentuk-bentuk kegiatan selama wandering season tidak terlepas dari kegiatan berkelompok, yang membutuhkan koordinasi dan kerja sama yang baik.

Petualangan tidak hanya menjadi fokus utama dari kegiatan ini. Selama kegiatan berlangsung, peserta wandering season juga didorong untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat lokal. Dalam beberapa kegiatan wandering season terdahulu, anggota Mahitala membawa berbagai kebutuhan untuk menunjang pendidikan bagi masyarakat lokal, terutama anak-anak.

Bukan hanya bagi masyarakat, sumbangsih Mahitala juga berdampak baik bagi lingkungan alam. Seperti pada salah satu kegiatan diving di Kepulauan Seribu, Jakarta, beberapa waktu lalu. Selain menikmati pemandangan bawah laut, anggota diver Mahitala juga membantu konservasi terumbu karang, yang rusak akibat perubahan iklim dan pemanasan global yang terjadi belakangan ini. Intinya, kegiatan seperti wandering season ini juga menumbuhkan kepekaan akan masyarakat dan lingkungan bagi mahasiswa, khususnya anggota Mahitala sendiri.

Kegiatan wandering season merupakan salah satu bukti nyata proses pendewasaan diri, terutama bagi anggota Mahitala dan mahasiswa Unpar. Lewat kegiatan ini, mahasiswa anggota Mahitala tidak hanya memuaskan hasrat untuk berpetualang, tetapi juga dapat terlibat dalam realitas yang ada saat ini.

 

Sumber: Kompas – Griya Ilmu (Selasa, 20 September 2016)

Berita Terkini

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR.AC.ID, Bandung – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) meraih penghargaan “Pengabdian Masyarakat Melalui Pendidikan”  dalam ajang Editor’s Choice 2.0 yang diselenggarakan surat kabar harian Jawa Barat, Tribun Jabar. UNPAR dinilai menjadi Perguruan Tinggi...

Kontak Media

Divisi Publikasi

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung
40141 Jawa Barat

Sep 20, 2016

X