Wakil Duta Besar (Dubes) Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Sun Weide, memberikan kuliah tamu dalam mata kuliah Diplomasi Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (Prodi HI) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) pada Rabu (18/10) lalu.
Kuliah tamu dalam mata kuliah tersebut dengan topik “Hubungan Bilateral Indonesia-Tiongkok dan Belt and Road Initiatives (BRI)”, yang mana membahas perspektif dari sudut pandang kedua negara.
Sudut pandang pertama dari Tiongkok disampaikan oleh Wakil Dubes Sun Weide, dan dari Indonesia dipaparkan oleh Dubes Nahari Agustini dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI).
Dr. Sukawarsini Djelantik dosen Prodi HI Unpar yang bertindak selaku moderator, menggarisbawahi terjadinya peningkatan hubungan bilateral secara signifikan selama periode pemerintahan Presiden Joko Widodo. Berbagai indikator menunjang pernyataan tersebut, yaitu frekuensi kunjungan Presiden Joko Widodo ke Tiongkok yang sudah berlangsung sebanyak 5 kali sejak menjabat presiden. Fakta ini belum pernah terjadi pada masa-masa pemerintahan sebelumnya.
Kunjungan terakhir Presiden Jokowi dilaksanakan pada bulan Mei 2017, terkait komitmen Indonesia bergabung dalam Belt and Road Forum (BRF) yang digagas Presiden Tiongkok Xi Jinping.
Indikator berikutnya adalah meningkatnya people to people contact, seperti jumlah turis asal Tiongkok yang mengunjungi Indonesia, khususnya Bali. Selain dari segi jumlah, para turis Tiongkok juga merupakan big spender, dengan rata-rata pengeluaran USD 1000 per orang selama kunjungan sehingga cukup kontributif terhadap perekonomian di daerah wisata.
Selain itu, terdapat sebanyak 14,000 siswa dan mahasiswa Indonesia sedang menempuh pendidikan di Tiongkok. Sedangkan, terdapat sekitar 500 warga negara Tiongkok yang sedang belajar di Indonesia.
Sinyal peningkatan hubungan bilateral ditunjukkan dengan pengadopsian dua panda raksasa, Hu Chun dan Cai Tao, yang menjadi penghuni Taman Safari Indonesia di Cisarua Bogor melalui program loan breeding selama 10 tahun. Selama ini Tiongkok telah sukses memakai panda sebagai salah satu media diplomasi untuk memperkuat hubungan kedua negara.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Dubes Sun Weide menawarkan sebanyak 215 beasiswa untuk studi ke Tiongkok pada tahun 2018 mendatang. Beasiswa tersebut untuk semua bidang studi, semua tingkatan, dan semua universitas yang terdapat di Tiongkok, serta meliputi tuition fee, asrama, dan uang saku.
Wakil Dubes Sun Weide sangat mengharapkan hubungan kedua negara semakin meningkat, yang dapat dimulai dari peningkatan hubungan antar universitas. Untuk itu, Sun Weide mengharapkan agar kerjasama Unpar dengan Universitas-universitas di Tiongkok dapat terus ditingkatkan.





