Indonesia darurat narkoba. Mungkin pernyataan tersebut memang sudah tidak bisa dielakkan lagi. Pengguna narkoba di Indonesia tercatat selalu mengalami peningkatan signifikan setiap tahunnya. Data Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan tahun 2014, pengguna narkoba di Indonesia sebanyak 4,1 juta jiwa dan tahun 2015 meningkat menjadi 5,8 juta jiwa. Ironisnya, sebagian besar dari angka itu berasal dari kaum muda. Indonesia memang sudah seharusnya bersegera untuk berbenah diri dan melakukan tindakan tegas terhadap seluruh pelaku narkoba.
Menyadari sekaligus turut menyukseskan cita-cita pemerintah dalam pemberantasan narkoba, Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan (HMPSEP) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) mengadakan acara Kampoeng Bamboe bertempat di Student Center (SC) Unpar. Kampoeng Bamboe yang merupakan acara rutin tahunan ke-9 ini diadakan pada Selasa (3/5) dengan mengusung tagline, “Drug is a Waste of Time!”. Adapun tujuan utama penyelenggaraan Kampoeng Bamboe ini adalah untuk membantu menyadarkan dan memberi penyuluhan kepada mahasiswa Unpar pada umumnya dan mahasiswa Ekonomi Pembangunan pada khususnya, tentang bahaya narkoba.
Konsep penyuluhan yang diberikan, dikemas secara menarik dengan memadukan pentas seni dan talkshow dengan tujuan agar lebih mudah dicerna oleh mahasiswa. Panitia menyadari bahwa penyuluhan dengan metode biasa atau konvensional akan membuat antusiasme mahasiswa tidak tinggi. Adapun pada sesi talkshow, diundang dua narasumber yaitu, Rumah Cemara dan Bapak Indra Simorangkir. Acara yang berlangsung sejak pukul 18.00-20.00 ini turut mengundang sederet band mahasiswa Unpar diantaranya, Tong Sampah Band, Legian Sixty One, Aladien MDFSKA, dan EP project. Tidak hanya itu, Kampoeng Bamboe juga menghadirkan special guest star yaitu, Samarottunga. Pemilihan grup band yang secara keseluruhan berasal dari mahasiswa Unpar dimaksudkan panitia agar dapat menarik animo mahasiswa Unpar untuk bergabung dalam acara ini.
Barata Andrianto, Ketua Pelaksana Kampoeng Bamboe 2016, mengaku sangat senang bisa memimpin acara yang memiliki output bermanfaat dengan memberi pengetahuan, sekaligus memberi peringatan dini kepada mahasiswa akan bahaya narkoba. Lebih lanjut ia berpesan, “Semoga acara Kampoeng Bamboe bisa terlaksana lagi tahun depan dengan lebih baik dan acara-acara himpunan lainnya juga dapat memiliki output yang berguna pada mahasiswa lain ataupun masyarakat luas.”





