Enam Fakta Kampus Jingga yang Harus Unparian Tahu!

Universitas Katolik Parahyangan memang menyimpan berbagai hal menarik. Mulai dari sejarah, lokasi, spiritualitas hingga insan Unpar itu sendiri memiliki keunikan tersendiri yang tidak dimiliki oleh perguruan tinggi lain di Indonesia. Inilah enam fakta penting yang harus kamu tahu tentang kampus Jingga!

1. Pionir Perguruan Tinggi Katolik

1955. Tahun yang tidak bisa dilupakan dari sejarah Unpar, di mana dua orang sahabat, Mgr. Arnst dan Mgr. Geise, mewujudkan mimpi umat Katolik Indonesia: mendirikan perguruan tinggi sebagai bentuk kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dalam bentuk Akademi Perniagaan Parahiangan, yang kemudian berganti nama menjadi Perguruan Tinggi Sosio Ekonomi (PTSE) Parahiangan. Realisasi mimpi ini adalah wujud tanggung jawab para pendiri Unpar, khususnya dalam memajukan ilmu di Jawa Barat.

Dengan diadakannya fakultas lain, seperti hukum, sosial, dan teknik, maka pada tahun 1958 PTSE Parahiangan bertransformasi menjadi Perguruan Tinggi Katolik (PTK) Parahiangan, sebelum pada akhirnya berganti nama kembali menjadi Universitas Katolik Parahyangan di tahun 1962. Seiring dengan berjalannya waktu, akademi niaga kecil ini berubah menjadi sebuah perguruan tinggi terkemuka dengan tujuh fakultas, tujuh belas program studi diploma dan sarjana, serta sekolah pascasarjana yang menaungi sepuluh program magister dan empat program doktoral.

2. Tak Hanya di Ciumbuleuit

Membicarakan Unpar seringkali identik dengan komplek perkuliahan di kawasan Ciumbuleuit. Meskipun mayoritas kegiatan perkuliahan terjadi di sini, bukan berarti Kampus Unpar hanya ada di Ciumbuleuit. Saat ini, Unpar tersebar di empat lokasi kampus di Kota Bandung, yaitu Kampus Merdeka (Sekolah Pascasarjana), Kampus Aceh (Program Studi D3 Manajemen Perusahaan), Kampus Nias (Fakultas Filsafat) dan Kampus Ciumbuleuit (Rektorat dan Program Studi Sarjana). Kampus Ciumbuleuit sendiri berdiri di atas lahan Rumah Sakit Solsana, sekarang menjadi Rumah Sakit Paru Rotinsulu.

Bahkan, sejak pendiriannya, warga Unpar telah menorehkan jejak akademik di beberapa lokasi di Kota Bandung, seperti Pabrik Biskuit “Olympia” di Jalan Raya Barat (Jendral Sudirman), Gedung “Panti Budaya” milik Vikariat Apostolik yang kini menjadi bagian dari Kantor Bank Indonesia, serta “Gedung Biru” di dalam Komplek Ursulin. Bayangkan, bagaimana rasanya berkuliah sambil tergoda wangi roti di pagi hari!

3. Doktor pertama dari Universitas Swasta

Dimulai pada tahun 2000, Sekolah Pascasarjana Unpar menyelenggarakan empat program studi jenjang doktor (S-3), yaitu Doktor Ilmu Ekonomi, Doktor Ilmu Hukum, Doktor Ilmu Teknik Sipil, dan Doktor Arsitektur. Hal ini menjadikan Unpar sebagai perguruan tinggi swasta pertama di Indonesia yang menyelenggarakan program studi pada jenjang doktor.

Pendirian program-program studi jenjang doktor tidak terlepas dari kebijakan pemerintah, dengan terbitnya Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 212/U/1999 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Doktor. Aturan inilah yang membuka kesempatan bagi perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia, termasuk Unpar, untuk menyelenggarakan program studi jenjang doktor.

4. Dari GSG menjadi PPAG

Salah satu perubahan yang paling terasa di lingkungan Unpar saat ini adalah pembangunan gedung Pusat Pembelajaran Arnst-Geise (PPAG). Gedung PPAG tahap pertama kini telah berdiri dan memberi manfaat khususnya bagi dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik. Namun, tentu banyak dari kita yang memiliki kenangan di gedung yang digantikan oleh PPAG kini. Ya, Gedung Serba Guna (GSG) mengakhiri pengabdiannya sebagai prasarana Unpar pada 2015 silam.

GSG merupakan salah satu bangunan paling ikonik di Unpar. Bangunan yang resmi digunakan pada 1980 ini telah menjadi pusat aktivitas mahasiswa selama 35 tahun. Gedung yang diapit oleh plaza GSG, plaza hukum, dan taman FISIP ini dulu digunakan sebagai tempat penerimaan mahasiswa baru, upacara wisuda, pagelaran seni, kegiatan kemahasiswaan hingga latihan berbagai unit kegiatan mahasiswa (UKM). Tidak salah bila seakan-akan, kehidupan perkuliahan mahasiswa Unpar bermula, berproses, dan berakhir di GSG.

5. Para Penakluk Puncak Dunia (dan segudang prestasi lainnya)

Mahasiswa Unpar memang patut dibanggakan. Mereka sudah berhasil membuktikan diri dalam berbagai prestasi baik di tingkat nasional dan internasional. Salah satunya adalah keberhasilan tim Seven Summits Expedition Mahitala sebagai pionir penakluk tujuh puncak dunia dari Indonesia. Prestasi ini sebentar lagi akan diungguli oleh para perempuan hebat yang tergabung dalam ekspedisi WISSEMU.

Tidak hanya Mahitala, Unpar juga memiliki banyak unit kegiatan mahasiswa (UKM) berprestasi. Sebut saja UKM Paduan Suara Mahasiswa, yang telah menjuarai berbagai kompetisi bertaraf internasional. Atau Lingkung Seni Tradisional yang menyebarkan kecintaan mereka akan seni tradisional Indonesia kepada dunia. Berbagai UKM beladiri dan olahraga juga telah menorehkan prestasi di ajang nasional maupun global.

6. Kualitas Tak Perlu Diragukan!

Sejak pendiriannya sebagai salah satu perguruan tinggi awal di Indonesia, Unpar terus meningkatkan kualitas, baik dari segi pengajaran, pengabdian, dan prasarana penunjang kegiatan perkuliahan. Terbukti, Unpar menjadi salah satu universitas swasta pertama di Indonesia yang berhasil mendapat status ‘disamakan’ dari pemerintah pada 19 April 1962, melalui Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Nomor 50 tahun 1962. Status ini tentu membuktikan bahwa Unpar adalah institusi penting.

Pada akreditasi institusi di tahun 2017, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) menetapkan Unpar dengan peringkat akreditasi “A” berdasarkan No. SK 4339/SK/BAN-PT/Akred/PT/XI/2017 dengan status kadaluarsa hingga 2022 mendatang (Sumber: banpt.or.id). Hal ini mempertahankan status Unpar sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia.

Itu dia enam fakta tentang Unpar yang tentunya membuat Unparian semakin mengenal Unpar.

Berita Terkini

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR.AC.ID, Bandung – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) meraih penghargaan “Pengabdian Masyarakat Melalui Pendidikan”  dalam ajang Editor’s Choice 2.0 yang diselenggarakan surat kabar harian Jawa Barat, Tribun Jabar. UNPAR dinilai menjadi Perguruan Tinggi...

Kontak Media

Divisi Publikasi

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung
40141 Jawa Barat

Dec 8, 2017

X