Bernyanyi Bersama, Harumkan Nama Indonesia

Kegiatan kemahasiswaan bukan semata yang berkaitan dengan akademik, tapi ada pula yang bersifat non-akademis. Hal ini dapat diterapkan lewat berbagai bentuk antara lain kepanitiaan dalam kegiatan mahasiswa, keikutsertaan dalam organisasi mahasiswa seperti himpunan, komunitas mahasiswa, dan kegiatan ekstra-kurikuler yang diwadahi dalam unit kegiatan mahasiswa.

Unit-unit kegiatan kemahasiswaan merupakan wadah untuk mengembangkan bakat dan minat tertentu. Pembentukan unit-unit seperti ini membantu mahasiswa dengan ketertarikan tertentu untuk dapat berkembang.

Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) menyadari pentingnya keberadaan unit kegiatan mahasiswa sebagai wadah mahasiswa untuk menggali potensi diri dan mengasah kemampuan soft skill yang sesuai dengan minat dan bakat mahasiswa.

Unpar memiliki 26 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang berada di bawah naungan Persatuan Mahasiswa (PM) Unpar. UKM tersebut terbagi ke dalam beragam kategori seperti olahraga, seni, bela diri, dan wadah khusus lainnya.

Paduan Suara

Salah satu minat mahasiswa yang dapat diwadahi oleh Unpar adalah dalam bidang seni musik, yang diwadahi oleh UKM Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Unpar.

PSM Unpar didirikan oleh AP Sugiarto pada tahun 1962. Di usianya yang ke-54 tahun, PSM Unpar telah menjadi suatu paduan suara yang diakui oleh dunia, lewat prestasi yang ditorehkan, dan keikutsertaannya dalam berbagai acara internasional di berbagai negara.

PSM Unpar hadir sebagai wadah bagi mahasiswa Unpar, tidak hanya untuk bernyanyi, tetapi juga menyempurnakan diri dalam seni musik. Selain itu, PSM Unpar juga menawarkan pengalaman dalam organisasi dan kepanitaan yang berkaitan dengan paduan suara bagi mahasiswa Unpar.

PSM Unpar menorehkan prestasi pertamanya di bawah bimbingan Avip Priatna. Kala itu, PSM Unpar berhasil memperoleh peringkat pertama dalam The Nederlands International Koor Festival, di Arnhem, Belanda, pada tahun 1995. Kebanggaan ini berlanjut lewat berbagai prestasi yang diperoleh dari berbagai kompetisi internasional, seperti di Austria, Jerman, dan Italia.

Prestasi tersebut kemudian dipertahankan di bawah naungan Paulus H Yoedianto sebagai music director dan konduktor. Salah satunya, PSM Unpar meraih juara pertama pada kategori folklore dan juara kedua kategori mixed choir, dalam Llangolen International Eisteddfod, pada tahun 2010.

Kini, dibawah bimbingan Ivan Yohan, PSM Unpar mempertahankan diri sebagai sebuah paduan suara dengan kualitas gemilang, terakhir mengukir prestasi dalam 51st Internationaler Chorwettberweb di Spittal, Austria, pada tahun 2013, sebagai juara pertama kategori mixed choir, serta penghargaan Best Interpretation.

Tidak hanya harumkan nama Indonesia lewat prestasi yang ditorehkan, PSM Unpar juga memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada dunia. Dalam kegiatan bertaraf internasional, PSM Unpar tidak lupa membawakan lagu-lagu juga beragam bentuk kebudayaan daerah dari seluruh penjuru Nusantara. Lewat keikutsertaan PSM Unpar dalam kancah internasional inilah, Indonesia semakin dikenal dunia.

PSM Unpar secara berkala juga menggelar konser-konser di dalam negeri sebagai bagian dari pengembangan kualitas anggotanya, seperti konser natal, konser tahunan, dan beragam acara lainnya. Sering kali, karya-karya yang ditampilkan merupakan karya berkualitas dari alumni dan anggota PSM Unpar, meneguhkan bahwa kontribusi PSM dalam bidang seni musik tidak hanya dalam penyampaian karya semata, namun juga dari karya orisinil itu sendiri.

Saat ini, PSM Unpar tengah mempersiapkan diri untuk mewakili Indonesia dalam dua kompetisi internasional, yaitu The Bela Bartok 27th International Choir Competition and Folklore Festival, pada 7-10 Juli 2016 , di Debrecen, Hungaria, dan The 62nd International Choral Contest Habaneras and Polyphony, di Torrevieja, Spanyol, pada 18-24 Juli 2016 mendatang.

Bertindak sebagai konduktor dalam rangkaian kompetisi adalah Ivan Yohan, konduktor dan komposer paduan suara yang diakui dunia.  Sebagai bagian dari persiapan tersebut, PSM Unpar akan menyelenggarakan konser pra-kompetisi, bertajuk “Concursos Corales: Debrecen and Torrevieja” di Bandung pada hari Rabu (22/6) di Aula Sekolah Pascasarjana Unpar serta pada Sabtu, (25/6) di Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail, Jakarta. Konser tersebut menjadi langkah bagi PSM agar lebih siap untuk menampilkan performa terbaiknya pada ajang kompetisi di Hungaria dan Spanyol nanti. [*]

 

Sumber: Kompas – Griya Ilmu (Selasa, 21 Juni 2016)

Berita Terkini

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR.AC.ID, Bandung – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) meraih penghargaan “Pengabdian Masyarakat Melalui Pendidikan”  dalam ajang Editor’s Choice 2.0 yang diselenggarakan surat kabar harian Jawa Barat, Tribun Jabar. UNPAR dinilai menjadi Perguruan Tinggi...

Kontak Media

Divisi Publikasi

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung
40141 Jawa Barat

Jun 21, 2016

X