Tak terasa satu tahun sudah kepengurusan Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) periode 2015/2016 telah berlalu. Selama 365 hari menjalankan roda eksekutif Persatuan Mahasiswa (PM) Unpar, LKM 2015/16 telah menjalankan berbagai program kerja beserta fungsi lainnya baik melalui diskusi, advokasi, dan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan. Tidak hanya selesai dengan kata-kata perpisahan, sebagai acara penutup, pada Minggu (8/5), Direktorat Jenderal (DirJen) Pengabdian Masyarakat, Kementerian Luar Negeri, LKM 2015/2016 Unpar bekerja sama dengan warga Ciumbuleuit RW 01, RW 06, dan RW 11, karyawan Unpar, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) serta sukarelawan mahasiswa, mengadakan kegiatan sosial “Bebersih Ciumbuleuit” di daerah sekitar kampus. Kegiatan ini berlangsung di sekitar Jalan Ciumbuleuit, Jalan Menjangan-Ciloa, dan Jalan Bukit Jarian. “Bebersih Ciumbuleuit” merupakan bentuk aksi gotong royong, membersihkan lingkungan sebagai bukti pengabdian, kepedulian, dan pengamalan ilmu dari mahasiswa terhadap warga dan lingkungan sekitar.
Kegiatan ini merupakan rangkaian agenda penutup DirJen Pengabdian Masyarakat yang sekaligus menandakan akhir dari masa kepengurusan LKM 2015/16. Adapun tujuan dari acara ini sebagai bentuk ungkapan terima kasih DirJen Pengabdian Masyarakat pada warga sekitar Unpar yang turut menyukseskan berbagai acara-acara Unpar selama satu tahun ke belakang. DirJen Pengabdian Masyarakat mengaku sangat senang dalam melakukan kegiatan sosial ini. Lebih lanjut, mereka juga berterima kasih kepada seluruh karyawan, perwakilan himpunan, dan sukarelawan mahasiswa yang sudah mengabdikan diri dalam “Bebersih Ciumbuleuit”. Mereka berharap warga sekitar kampus Unpar dapat merasakan manfaat dari jalannya kegiatan tersebut.
“Di dunia ini, tak ada seorangpun yang jatuh miskin akibat memberi”, ungkap perwakilan DirJen Pengabdian Masyarakat LKM 2015/16 seraya meyakini makna dari kutipan tersebut.





