Pada Rabu (30/03), pukul 09.00 s.d 14.00, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) yang diwakili oleh Wakil Rektor III Bidang Modal Insani dan Kemahasiswaan, Dr. Paulus Sukapto, Ir., MBA dan Ikatan Alumni (IKA) Unpar yang diwakili oleh Bapak Antonius Tardia, Bapak Rudi Manurung, dan Ibu Artati telah menyalurkan bantuan tanggap dan peduli banjir ke warga Leuwi Bandung, Kecamatan Baleendah berupa 75 tas yang berisi paket sembako, 100 tas hygiene kit, dan 10 buah alat kebersihan. Tas hygiene kit sendiri berisikan kebutuhan sehari-hari seperti, handuk, bedak, sabun mandi, shampoo, minyak kayu putih, pasta gigi, balsam, dan kaos. Bantuan tersebut didistribusikan melalui kupon yang telah diberikan kepada masyarakat berdasarkan survey ‘blusukan’ yang terlebih dahulu sudah dilakukan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korgala dan IKA Unpar.
Antusiasme warga sekitar pun sangat baik dan mereka sangat terbuka menerima kedatangan pihak Unpar. Dengan bantuan perahu, tim Korgala dan IKA Unpar menyusuri jalanan yang terendam banjir cukup parah sembari berdialog dengan warga. Banjir Baleendah sendiri terjadi rutin setiap tahunnya ketika musim penghujan datang. Warga setempat mengatakan bahwa mereka sangat mengharapkan ada solusi nyata dari Pemerintah Bandung untuk mengatasi permasalahan banjir tahunan ini.
Sadar akan perlunya uluran tangan, UKM Korgala dan IKA Unpar berkoordinasi dengan bertindak cepat memberikan sejumlah bantuan dalam musibah banjir ini. Dengan harapan, Unpar dan IKA Unpar sebagai bagian dari masyarakat Jawa Barat dapat berkontribusi meringankan beban masyarakat yang terkena musibah banjir di Kabupaten Bandung. Kegiatan tersebut merupakan salah satu wujud implementasi ‘Sesanti Unpar’ yaitu, “Bhakuning Hyang Mrih Guna Santyaya Bhakti” yang memiliki arti berdasarkan keTuhanan menuntut ilmu untuk dibaktikan kepada masyarakat.
Dalam kegiatan ini, Unpar melibatkan beberapa mahasiswa untuk berpartisipasi aktif sebagai salah satu bentuk pembelajaran dalam menumbuh-kembangkan jiwa pengabdian kepada masyarakat dalam diri mereka, khususnya kepada kaum lemah sesuai dengan semangat preferential option for the poor. Mahasiswa memang sudah selayaknya dapat mengamalkan ilmu yang sehari-hari mereka dapatkan di bangku kuliah kepada masyarakat luas.





