Pergi ke luar negeri merupakan impian semua orang, baik untuk sekadar bervakansi atau belajar. Terlebih lagi bila tidak perlu merogoh kocek sepeserpun. Banyak mahasiswa yang mencari kesempatan-kesempatan emas tersebut dan mendapatkan pengalaman yang tidak terlupakan.
Kantor Internasional dan Kerjasama (KIK) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) menyelenggarakan International Office (IO) Fest pada Rabu (18/10) lalu di Plaza Pusat Pembelajaran Arntz-Geisse (PPAG).
Institut Français d’Indonésie (IFI), Bright Indonesia, Vista Education, International Network of Universities (INU), dan James Madison University mengisi kegiatan info session yang dilaksanakan di Ruang Rapat Gedung 0 Rektorat Unpar. Kelima lembaga itu mengagihkan informasi mengenai kesempatan beasiswa dan studi di luar negeri, seperti Tiongkok, Swedia, dan Perancis.
Representatif James Madison University (JMU) untuk International Network of Universities (INU) Jeanne Horst memberikan beberapa informasi terkait studi dan program pertukaran mahasiswa di Amerika Sertikat. Ia memberikan beberapa tips berkuliah di AS tanpa membayar dan persyaratan administrasi yang harus diselesaikan.
Selain itu, konsultan pendidikan Bright Indonesia memberikan informasi mengenai kesempatan beasiswa di Swedia untuk jenjang master. Lalu, kesempatan beasiswa di Tiongkok dibawakan oleh Vista Education. Sedangkan, IFI mengagihkan prasyarat sebelum melanjutkan studi ke Perancis.
Mahasiswa yang merupakan anggota dari Be Unpar’s Delegation (BUD) mengisi sharing session dan membuka stan interaktif untuk membagikan informasi mengenai program-program pertukaran dan konferensi di luar negeri. Dua mahasiswi Hubungan Internasional yang mengikuti program pertukaran di Technische Universität Dortmund Jerman dan Ewha Womans University Korea Selatan merupakan narasumber sharing session bersama BUD.
IO Fest bertujuan untuk memberikan informasi mengenai program pertukaran pelajar dan mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam beragam kegiatan internasional.





