ASEAN, organisasi yang menaungi negara-negara Asia Tenggara, tahun ini merayakan ulang tahun yang ke-50. Berbagai kegiatan diadakan untuk memperingati pencapaian ini, salah satunya lewat kegiatan ASEAN Goes to School yang juga diselenggarakan di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar).
Pada Kamis (19/10), Kelompok Studi Mahasiswa Pengkaji Masalah Internasional (KSMPMI) Unpar berkolaborasi dengan Sekretariat ASEAN dalam acara Socratime Special Edition x ASEAN Goes to School bertajuk “50th Years of ASEAN: Challenges and Opportunities“. Kegiatan ini menghadirkan Romeo Arca Jr., Head of Community Relations Division of ASEAN Secretariat, sebagai pembicara.
Selain kegiatan diskusi, ASEAN Day semakin meriah dengan adanya ASEAN Corner, ASEAN Trivia Booth, serta penampilan budaya negara-negara ASEAN. Rangkaian acara yang dimulai sejak pukul 11.00 sampai 13.30 tersebut berlangsung di Mgr. Geisse Lecture Theatre (Audio Visual), Gedung FISIP Unpar, Ciumbuleuit. Kegiatan tersebut terbuka bagi mahasiswa dan kalangan umum.
Dalam kata sambutannya, Dr. Pius Sugeng Prasetyo Dekan FISIP Unpar mengatakan, dengan diadakannya kegiatan ini semoga dapat memberikan pengetahuan dan inspirasi bagi mahasiswa mengenai sepak terjang ASEAN. Selain itu, ia juga mengungkapkan, sejatinya mahasiswa sebagai generasi muda ASEAN dapat berkontribusi aktif bagi perkembangan ASEAN sebagai komunitas regional di Asia Tenggara.
“Thank you very much. Hopefully you can enjoy everything starting from the event and especially from our guest from ASEAN Secretariat”, ujar beliau.
Romeo Arca Jr., mengatakan kegiatan ASEAN DAY: ASEAN Goes to School ini merupakan bagian dari perayaan 50 tahun ASEAN. Tahun 2015 lalu, lanjutnya, Komunitas ASEAN didirikan. Organisasi regional yang beranggotakan seluruh bangsa dari 10 negara anggota ASEAN, tergabung dalam komunitas tersebut. Seperti yang terucap dalam motto ASEAN: “One vision, one identity, one community.”
Sejak berdirinya ASEAN pada 1967, seluruh anggota ASEAN bersatu padu untuk membantu satu sama lain untuk menciptakan kesejahteraan bagi semua. Romeo mengungkapkan, “To make that happens, we need to understand what ASEAN is, what ASEAN Community is all about.”
Satu hal yang penting, ujarnya, adalah peran generasi muda komunitas ASEAN. 3 dari 10 penduduk ASEAN adalah generasi muda yang lahir dalam 30 tahun terakhir. Di masa mendatang, mereka (generasi muda) akan menjadi pemimpin bangsa di ASEAN dan dunia.
“We hope you’ll be part of this community building and take this opportunity to learn ASEAN as much as you can. We need to take care this community. This is our community”, ungkapnya.





