Eric ‘Chroneco’ Christiandi, seorang alumnus Teknik Informatika Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) adalah seorang seniman otodidak Dota 2 bekerja sama dengan Valve dan WeLoveFine melalui Steam Workshop. Karirnya dimulai saat ia masih bekerja sebagai game programmer, yang mana ia mengirimkan beberapa desainnya ke Dota 2 Workshop untuk acara New Bloom Festival 2015 serta turnamen Dota 2 The International 2015.
Eric mengatakan cukup terkejut ketika desain-desainnya disetujui dan akan dijual di Secret Shop dalam ajang The International 2015. Di tahun 2016, Eric mulai fokus dalam bidang seni dan bekerja sebagai seniman lepas yang memiliki keahlian dalam menggambar dengan gaya chibi. Ia berharap orang-orang dapat tersenyum saat melihat karyanya yang memiliki gaya tersebut. Kali ini, Eric bekerja sama dengan SteelSeries untuk membuat desain headset ‘SteelSeries Arctis 5 Dota 2 Limited Edition’.
SteelSeries adalah perusahaan yang terkenal sebagai pembuat aksesoris untuk permainan PC, setara dengan perusahaan-perusahaan besar lain seperti Logitech, Corsair, Razer. Arctis 5 adalah salah satu produk SteelSeries yang merupakan headset 7.1 surround dan dapat menerima input baik digital maupun analog. SteelSeries bekerja sama dengan Eric untuk menambahkan fitur pada headset Arctis 5 dalam hal estetika, terutama untuk menarik minat para pemain Dota 2 terhadap headset tersebut.
Dota 2 merupakan permainan MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) yang dibuat dan dipublikasikan oleh Valve Corporation. Game ini merupakan sekuel dari permainan Dota pertama yang merupakan sebuah modifikasi buatan komunitas untuk permainan Warcraft 3 buatan Blizzard Entertainment. Dota 2 dirilis tahun 2013 untuk PC dengan sistem operasi Windows, Mac, dan Linux. Permainan ini berupa pertandingan antara dua tim yang tiap timnya terdiri dari 5 pemain dan tiap tim memiliki daerah kekuasaan tersendiri. Masing-masing dari 10 pemain ini mengendalikan sebuah karakter unik yang disebut hero. Setiap hero memiliki kemampuan yang unik dan cara penggunaan yang berbeda.
Eric diminta untuk menggambar seluruh karakter hero yang ada pada permainan Dota 2 dan menempatkan gambar tersebut pada bagian luar dari headset Arctis 5. Eric menghabiskan waktu hingga tiga minggu untuk menyelesaikan karyanya. Sebagian besar waktu yang dihabiskan digunakan untuk mempelajari dan merencanakan bagaimana menempatkan seluruh karakter di tempat yang terbatas. Sesuai dengan gayanya, Eric menggambar seluruh hero dalam gaya chibi. Hasil dari Arctis 5 yang diberi sentuhan chibi ini dipasarkan dengan nama ‘SteelSeries Arctis 5 Dota 2 Limited Edition’.
Sumber: informatika.unpar.ac.id





