Paduan Suara Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan, atau lebih dikenal dengan PSM Unpar, menggelar Konser Tahunan bertajuk “Appasionato”. Konser ini membawakan berbagai lagu bernuansa Gerejawi, yang meskipun digubah oleh komposer kontemporer, tetap terasa megah dan sakral. Konser ini menampilkan Ega O. Azarya sebagai Konduktor.
Konser diadakan dua kali, di Bandung dan Jakarta, pada hari Kamis (10/11) serta Minggu (13/11). Konser Bandung sendiri diadakan di Gereja Katedral Santo Petrus, tentu saja memperkuat suasana sakral pada lagu-lagu yang dibawakan. Tidak hanya di Bandung, PSM Unpar juga menyapa penggemarnya di Jakarta, tepatnya di Graha Swara, Universitas Tarumanegara. Konser yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini juga mendapat sambutan yang hangat dari para penonton. Terbukti, setiap lagu yang ditampilkan disambut dengan tepuk tangan yang meriah.
Pada babak pertama, PSM Unpar membawakan tiga buah lagu, salah satunya adalah lagu “Missa Brevis”. Lagu ini mendominasi babak pertama konser, karena merupakan suatu rangkaian yang terdiri dari enam bagian dengan makna masing-masing, juga mengandung perbedaan suasana. Namun, semua bagian tersebut merupakan satu kesatuan yang menyerupai bagian-bagian dari upacara misa dalam tradisi Gereja.
Konser kali ini menjadi lebih berkesan karena chorister tidak hanya tampil di atas panggung. Mengawali babak kedua, chorister berdiri di sekeliling ruangan, menyanyikan lagu “Immortal Bach” dan “Hymn to The Mother of God”, yang terasa dekat dan melingkupi penonton. Hal ini tentu menjadi pengalaman yang berkesan bagi penonton yang hadir dalam konser. Selain itu, pada lagu ketiga, “O Crux Ave”, chorister kembali bernyanyi di atas panggung, namun dalam formasi yang sama sekali berbeda, dimana chorister berdiri mengelilingi konduktor.
Konser ditutup dengan lagu encore “Amazing Grace”, sebuah lagu Gerejawi klasik yang dilantunkan dengan indah dan syahdu. Lagu ini menutup rangkaian konser dengan penuh perasaan dan penjiwaan, sesuai dengan tema besar konser, Appasionato, bahasa Italia untuk menggambarkan sesuatu yang penuh perasaan atau passionate. Tidak salah bila sambutan penonton, baik di Bandung maupun di Jakarta, sangat meriah.
Konser tahunan “Appasionato” kembali membuktikan PSM Unpar sebagai salah satu paduan suara terkemuka di Indonesia. Di usianya yang tidak muda, PSM Unpar terus berkembang, menjadi wadah pengembangan bakat tarik suara dan musik bagi sivitas akademika Unpar.





