Dalam rangkaian International Conference of Business Administration (ICBA) 2018 pada 27-29 September lalu, secara simultan diselenggarakan kegiatan World Café di co-working space inkubasi bisnis Kota Cimahi. World Café merupakan salah satu kegiatan Grant Erasmus+ Uni Eropa yang diberikan kepada beberapa universitas, yang mana Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) termasuk salah satu penerimanya.
Tujuan World Café adalah memfasilitasi para pelajar (mahasiswa) yang ingin merambah dunia socio-preneurship. Acara dipandu oleh Elivas Simatupang (Bappeda Cimahi) dan Fiona Ekaristi Putri (dosen Unpar), didampingi kepala bagian kerja sama Kantor Internasional dan Kerjasama (KIK) Unpar Ratih Indraswari dan Ketua Program Studi Administrasi Publik Unpar Tutik Rachmawati.
Pada acara ini dipaparkan mengenai konsep kewirausahaan sosial dan dilakukan simulasi menyusun model bisnis dikaitkan dengan konsep socio-preneurship untuk memecahkan masalah sosial oleh peserta yang terbagi dalam beberapa kelompok kerja.
Adapun peserta mahasiswa berasal dari perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri. Mahasiswa luar negeri berasal dari program pertukaran pelajar Unpar serta mahasiswa magister dari luar negeri. Selain mahasiswa dan dosen pendamping, hadir pula perwakilan universitas yang menjadi mitra program INSPIRE+ yaitu perwakilan dari Universitas Udayana Bali, Universitas Sumetera Utara Medan, dan Universitas Andalas Padang.
ICBA 2018
Kegiatan ICBA 2018 merupakan konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Sarjana dan Pascasarjana Ilmu Administrasi Bisnis (IAB) Unpar bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kota Cimahi. Rangkaian acara telah dimulai sejak beberapa bulan lalu dengan dibukanya pendaftaran pemapar makalah akademik.
Acara dilaksanakan selama 3 hari, dengan kegiatan utama yakni konferensi yang diselenggarakan pada 27 dan 28 September 2018 di Technopark Cimahi serta Hotel Holiday Inn, Pasteur, Bandung.
Tujuan konferensi internasional ini adalah menghasilkan pengetahuan (knowledge) dalam model serta praktik dan pengalaman terbaik dalam mengembangkan kewirausahaan sosial yang mampu memanfaatkan informasi dan teknologi untuk mengatasi masalah ekonomi, sosial dan lingkungan hidup. Dengan demikan, dapat mendukung upaya pencapaian target-target Sustainable Development Goals (SDGs), baik di Indonesia maupun kawasan ASEAN.
Pada hari pertama, ICBA menghadirkan beberapa pembicara untuk membahas masalah ekonomi digital serta kewirausahaan sosial melalui berbagai perspektif (pentahelix) yang dikemas dalam diskusi panel. Dimoderatori Dr Maria Widyarini (dosen Unpar), acara ini menghadirkan pembicara Aldi Surianingrat (water.org) dari sisi pelaku social entrepreneur; CEO Mandiri Capital Eddi Danusaputro, dan Direktur UMKM BJB Arief Setyahadi dari sisi pemodalan/capital; Kepala BP2D Jabar Lukman Shalahuddin dari sisi pemerintah; Julien Hanoteau (Kedge Business School – Perancis) dari sisi akademik; serta Marvin Sulistio (Metro TV) dari sisi media massa.





