Pencapaian Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) tidak lepas dari spiritualitas dan nilai-nilai dasar yang tertanam dalam setiap pribadi civitas akademika Unpar. Spiritualitas dan Nilai-Nilai Dasar Unpar atau yang dikenal dengan nama SINDU bersumber kepada spiritualitas pendiri Unpar, Sesanti Unpar, Semangat Cinta Kasih dan Tradisi Luhur Kebijaksanaan dalam Masyarakat Tatar Sunda.
Tidak hanya mahasiswa Unpar yang diberi pembekalan SINDU sejak awal memasuki kuliah, para dosen muda Unpar juga diberikan pembekalan SINDU saat pertama membaktikan dirinya kepada Unpar. Maka dari itu, karena melihat pentingnya nilai-nilai spiritualitas tersebut, Biro Pengembangan Modal Insani Unpar (BPMI Unpar) menggelar Workshop Spiritualitas dan Nilai-Nilai Dasar Unpar (SINDU) sebagai bagian dari rangkaian pelatihan dosen muda. Workshop SINDU diselenggarakan selama dua hari yaitu pada Rabu dan Kamis 23-24 Oktober di Unpar Guest House.
“Orang masuk kedalam Unpar bukan hanya masuk ke gedung dan bukan hanya sekedar bertemu dengan orang-orang yang sudah ada. Ketika orang tersebut masuk (mereka) harus tau nilai-nilai spiritualitas yang ada, dan itu ada di dalam SINDU,” tutur Romo Fabianus Sebastian Heatubun, Pr.,Drs.,SLL, narasumber dalam Workshop SINDU, menjelaskan akan pentingnya pembelajaran SINDU bagi dosen-dosen baru Unpar.
Tidak hanya itu, Romo Fabi juga menjelaskan bahwa para dosen muda Unpar harus mengetahui nilai ke-Unpar-an yang ada di dalam SINDU. “Ini perlu, bukan hanya sekedar tahu, tapi harus dihayati dan menjadi ultimate value dan ultimate meaning,” tambah Romo Fabi. Nilai-nilai ke-Unparan yang terdapat di dalam SINDU nantinya dapat menjadi pembeda antara Unpar dengan universitas-universitas lainnya. Identitas ke-Unparan di dalam diri civitas akademika Unpar akan tampak di dalam moral, tindakan, dan perbuatan.
Romo Fabi berharap bahwa harus adanya keberlanjutan dari pembekalan SINDU. “SINDU tidak boleh berhenti hanya saat menerima dosen baru, tapi harus berlanjut terus. Bahkan mereka (dosen) yang senior harus diberi lagi karena ini hanyalah awal,” tutup Romo Fabi. (YJR/DAN)





