Unpar Bersama Maastricht School of Management Akan Gelar “Refresher Course” Asia Tenggara

Unpar Bersama Maastricht School of Management Akan Gelar “Refresher Course” Asia Tenggara

Banyak lembaga pendidikan tinggi yang mencari strategi efektif bagaimana untuk menghubungkan tiga aspek dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan serta pengabdian kepada masyarakat) dengan kebutuhan pasar dan pembangunan ekonomi yang inovatif. Lembaga pendidikan tinggi dinilai sebagai pengemudi dalam inovasi dan penjamin ketersediaan kapasitas SDM yang diperlukan.

Sejalan dengan Integrasi Ekonomi Asia, lembaga pendidikan tinggi di Asia Tenggara diharapkan dapat memainkan peran pentingnya dalam membantu mewujudkan cita-cita tersebut. Namun, keberadaan universitas masih dalam tahap awal untuk merumuskan jawaban atas realita baru di bidang bisnis dan ekonomi.

Berlatarbelakang kondisi tersebut, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) bersama dengan Maastricht School of Management, Belanda, akan menyelenggarakan “Refresher Course: Entrepreneurial University Transformation in South-East Asia” pada 21 November-2 Desember 2016 mendatang di Bandung, Indonesia.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang Entrepreneurial University, menilai secara akurat kebutuhan transformasi kewirausahaan lembaga penerima individu, menghasilkan rencana-rencana transformasi kewirausahaan yang sesuai bagi lembaga pendidikan tinggi, mengelola proses dalam pelaksanaan rencana transformasi, dan menjaring kelompok swadaya (fellow participants) secara efektif untuk mendapatkan masukan yang saling menguntungkan bagi kepentingan lembaga individu.

Para pengajar dalam program ini yakni Huub Mudde, M.Sc. (kandidat Ph.D, Universitas Maastricht) dan Dr. Rita van Deuren (kepala tim Executive Education dan Asisten Profesor dalam Organizational Theory & Higher Education Management, Universitas Maastricht).

Adapun persyaratan utama bagi calon partisipan yang ingin mengikuti program ini yakni merupakan alumnus NFP (Netherlands Scholarship Programmes) yang telah menyelesaikan studi di Belanda, sedikitnya dua tahun terakhir serta merupakan warga negara anggota NFP di Kawasan Asia Tenggara: Bangladesh, Bhutan, Kamboja, India, Indonesia, Myanmar, Nepal, Filipina, Thailand, Sri Lanka, dan Vietnam. Selain itu, alumni perempuan NFP turut didorong untuk ikut serta dalam program tersebut yang menargetkan sasaran sebanyak 50% partisipan perempuan.

Diharapkan program ini dapat membantu para pemimpin universitas dalam memahami kerangka Entrepreneurial University untuk merumuskan jawaban atas tantangan-tantangan strategis di bidang bisnis dan ekonomi.

Informasi lebih lanjut, klik di sini.

Berita Terkini

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR.AC.ID, Bandung – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) meraih penghargaan “Pengabdian Masyarakat Melalui Pendidikan”  dalam ajang Editor’s Choice 2.0 yang diselenggarakan surat kabar harian Jawa Barat, Tribun Jabar. UNPAR dinilai menjadi Perguruan Tinggi...

Kontak Media

Divisi Publikasi

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung
40141 Jawa Barat

Jul 12, 2016

X