Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) melalui Biro Umum dan Teknik (BUT) bekerjasama dengan organisasi mahasiswa Korps Tenaga Sukarela (Korgala) mengadakan kegiatan Pelatihan Kesiapsiagaan dan Sosialisasi Mitigasi Bencana, pada Jumat (26/4/2019) di Operation Room Rektorat Unpar. Kegiatan ini diadakan untuk merayakan Hari Kesiapsiagaan Bencana yang jatuh pada tanggal 26 April setiap tahunnya. Kegiatan ini dihadiri oleh sivitas akademika Unpar meliputi dosen, karyawan, serta mahasiswa.
“Kami berharap bahwa momen hari ini merupakan tonggak sejarah bagi Unpar untuk membangun budaya keamanan, keselamatan, dan kesehatan kerja,” kata Ignatius Susanto Kepala Bagian Keamanan dan Ketertiban BUT, membuka kegiatan sosialisasi.
“Unpar akan menjalankan sesuai dengan PP No.50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen K3. Kita punya PR bersama bahwa Unpar harus membangun sistem manajemen K3 lingkungan sehingga budaya keamanan, keselamatan kerja di Unpar akan tercipta,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Dr. Paulus Sukapto Wakil Rektor Bidang Modal Insani dan Kemahasiswaan mengatakan bahwa pembekalan terkait kesiapsiagaan dan sosialisasi mitigasi bencana, keamanan juga keselamatan kerja menjadi hal yang patut diperhatikan oleh perusahaan juga institusi, termasuk Unpar. Hal tersebut agar dapat memberikan kenyamanan dalam bekerja, juga kegiatan belajar mengajar.
“Kalo semua itu nyaman, orang bisa bekerja dengan tenang. Kalo orang bisa bekerja dengan tenang, tentunya target dan semacamnya akan tercapai,” ujarnya.
Bangun budaya siaga bencana
Pemaparan dengan topik “Membangun Budaya Siaga Bencana Kesiapsiagaan dimulai dari Saya dan Anda” dibawakan oleh Ronny Jabat, Ahli Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Umum yang saat ini bertugas di Agung Podomoro Group.
Pemaparan yang diberikan oleh narasumber berfokus pada penanggulangan potensi kebakaran dan evakuasi gempa bumi. Hal ini sesuai dengan kondisi kampus Unpar yang sarat akan bangunan tinggi yang difungsikan sebagai kantor dan ruang perkuliahan. Dalam paparannya, Ronny menjelaskan berbagai hal yang patut diperhatikan untuk mencegah dan menanggulangi bencana kebakaran dan gempa, seperti potensi pemicu kebakaran, cara mengevakuasi diri, dan lain sebagainya.
Diselingi coffee break, acara kemudian dilanjutkan dengan simulasi yang diadakan di area Rooftop Gedung 10 Unpar. Dalam simulasi ini, para peserta mendapat edukasi langkah-langkah memadamkan api menggunakan karung basah, Alat Pemadam Api Ringan (APAR) juga Hydrant. Peserta sangat antusias dalam mendengarkan serta mempraktekkan secara langsung langkah-langkah pemadaman api, khususnya menggunakan sarana pemadam yang jarang sekali dipergunakan. Selama lebih kurang 45 menit para peserta bergantian mempraktekkan ilmu yang baru mereka peroleh.
Untuk meningkatkan kesiapsiagaan akan berbagai bentuk potensi bencana, seluruh unsur dalam komunitas akademik Unpar wajib mempersiapkan diri secara komprehensif. Lewat kegiatan sosialisasi dan simulasi serupa, warga Unpar bersama-sama membangun kesadaran untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan bencana.
#HariKesiapsiagaanBencana #HKB2019 #SiapUntukSelamat #BudayaSadarBencana





