Beberapa tahun terakhir digitalisasi merambah ke berbagai bidang dan menjadi tren di tengah masyarakat. Contoh digitalisasi yang membuat kegiatan manusia menjadi lebih cepat dapat dilihat dari munculnya berbagai macam perusahaan penyedia aplikasi yang membantu menyalurkan berbagai macam jasa yang dibutuhkan sehari-hari. Misalnya, personal assistant, personal shopper, kurir, transportasi, guru privat, dan cleaning service.
Selain itu, ada aplikasi yang menyediakan “tempat” bertemunya penjual dan pembeli di ruang digital dalam bentuk market place. Selain itu, ada yang menyediakan berbagai macam materi pembelajaran terkait berbagai hal secara digital sehingga dapat diakses di mana saja dan kapan saja.
Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) menjadi salah satu perguruan tinggi swasta yang menyadari perkembangan tersebut. Adanya tren yang meningkatkan kebutuhan digitalisasi beragam konten pendidikan direspons dengan baik oleh Unpar. Salah satu contoh yang terlihat adalah sistem interactive digital learning environment (IDE).
IDE yang dibuat dan dikembangkan oleh Pusat Inovasi Pembelajaran (PIP) Unpar merupakan sebuah learning management system yang dirancang untuk mendukung proses pembelajaran di era digital. Dengan adanya IDE, diharapkan proses pembelajaran dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di lingkungan Unpar dapat berkembang ke arah yang lebih baik dan lebih maju, sesuai dengan perkembangan zaman.
Materi pembelajaran yang mudah diakses oleh mahasiswa saat ini menjadi hal krusial di dunia pendidikan. Melalui sistem ini, tenaga pengajar dapat dengan mudah mengunggah materi pembelajaran baik jurnal, presentasi, makalah, maupun lainnya ke dalam sistem yang kemudian dapat diunduh oleh mahasiswa.
Penerapan digitalisasi juga terjadi pada pengarsipan koleksi perpustakaan Unpar. Koleksi karya ilmiah mahasiswa sudah dapat dilihat dalam versi digital melalui laman resmi perpustakaan tersebut.
Pencarian informasi ketersediaan buku, jurnal, dan karya ilmiah juga sudah dapat dilakukan melalui laman tersebut. Unpar menyediakan fasilitas akses gratis e-journal bagi para mahasiswa serta karyawannya untuk dapat mengakses beberapa situs penyedia e-journal. Sejumlah jurnal Unpar, seperti Melintas, Bina Ekonomi, Veritas et Justitia, Jurnal Transportasi, Mekanika, Integral serta jurnal-jurnal lainnya yang diterbitkan oleh program studi juga dikelola Unpar dan diterbitkan sebagai e-journal.
Selain itu, karya penelitian para dosen Unpar juga dapat diakses secara online. Semua karya ilmiah dosen, baik yang diterbitkan melalui e-journal Unpar maupun laporan penelitian yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) diindeks ke Google dan Google Scholar sehingga menjadi internationally visible.
Kerja sama
Unpar menjalin kerjasama dengan Google untuk pembuatan Unpar Mail bagi mahasiswa dan karyawan. Dengan fasilitas e-mail berbasis Google Mail tersebut, mahasiswa dan karyawan Unpar bisa memanfaatkan unlimited storage yang mendukung mahasiswa dan karyawan untuk dapat menyimpan berbagai macam file.
Sering kali mahasiswa memanfaatkan fitur Google Form untuk melaksanakan proses perekrutan panitia acara maupun pembuatan angket penelitian maupun survei. Fitur-fitur Google Drive yang dapat diakses secara mobile dan dapat melibatkan banyak pengguna dalam satu file juga mendukung mahasiswa dalam pengerjaan tugas kelompok yang sering kali menemui kendala berupa sulitnya waktu untuk berkumpul bersama dalam satu waktu.
Produk lainnya yang menjadi penanda proses digitalisasi di Unpar adalah hadirnya Unpar Apps, aplikasi kemahasiswaan yang dibuat oleh Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) Unpar untuk menunjang kebutuhan akademik maupun non-akademik bagi mahasiswa Unpar.
Aplikasi ini memudahkan mahasiswa misalnya untuk mendapatkan berita, informasi kegiatan, informasi kalender akademik dan jadwal tes TOEFL, penyampaian aspirasi, pencarian tempat makan, indekos, serta warnet. Tampilannya dibuat user friendly sehingga mudah untuk digunakan.
Unpar juga telah mengembangkan beragam sistem informasi (SI) seperti SI Akademik, SI Penelitian dan Abdimas, SI Keuangan, SI Kepegawaian, dan yang lainnya.
Berkaca pada digitalisasi yang dilakukan di dalam lingkungan Unpar di atas, kita dapat semakin menyadari seberapa penting proses digitalisasi bagi dunia pendidikan masa kini dan tentunya pada masa depan.
Sumber: Kompas – Griya Ilmu (Selasa, 6 September 2016)





