Tim Mahitala Unpar Tiba di Los Penitentes

Sebelum mendaki puncak Aconcagua, WISSEMU menyempatkan diri untuk bertemu Jonny Sinaga, Duta Besar Indonesia untuk Argentina

BANDUNG, (PR)- Setelah seminggu berangkat menuju Argentina, tim Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala Unpar (WISSEMU) akhirnya tiba di Los Penitentes yaitu kota terakhir di kaki Gunung Aconcagua. Dari Los Penitentes, nantinya tim akan melanjutkan pendakian menuju Confluencia via Puenta Del Inca.

Menurut siaran pers yang diterima “PR”, Senin (18/1/2016), Los Penitentes adalah kota kecil dengan banyak penginapan. Kota ini biasa dimanfaatkan sebagai penginapan bagi pemburu puncak Aconcagua ataupun para penggila olah raga ski. Dari Penitentes, terdapat dua alternatif basecamp yang dapat dipilih. Tim WISSEMU akan beranjak ke basecamp Plaza De Mulas karena akan melalui rute normal. Jika tidak ada halangan, tim dijadwalkan mencapai puncak pada 27 Januari 2016. Namun, jika nantinya mengalami halangan, tim telah menyediakan hari cadangan sampai tanggal 30 Januari 2016.

Selama di Argentina, tim sempat berkunjung ke KBRI di Buenos Aires dan bertemu dengan Duta Besar RI untuk Argentina Jonny Sinaga, Rabu (13/1/2016). Dalam kunjungan ini, Jonny memberi pesan kepada tim untuk selalu berpikir ke depan, berpikir untuk kebutuhan umat manusia nantinya selagi masih muda. Selain itu, Jonny juga meminta tim untuk selalu mau berbagi dan mau memberi untuk sesama dan terutama bangsa Indonesia.

Setelah berkunjung ke KBRI, tim juga melanjutkan perjalanan ke Mendoza selama dua hari. Selama di Mendoza tim melengkapi semua kebutuhan makanan dan keperluan alat pendakian serta menyelesaikan urusan administrasi pendakian. Hari kedua di Mendoza, tim yang sedang mengurus perizinan tanpa sengaja bertemu dengan seorang pendaki wanita dari Malaysia bernama Anis Sharuddin.

Sama dengan tim, Anis juga sedang mengejar titel Seven Summits wanita pertama untuk negaranya. Selain dengan Anis, tim ini juga sempat bertemu dengan beberapa pendaki dari rombongan Asia Tenggara. Terdapat Khoo Swee Chiow, seorang pendaki legendaris Asia Tenggara asal Singapura.

Setelah berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di Gunung Cartenz Pyramid, Papua, Indonesia, Agustus 2014 dan Gunung Elbrus, Rusia, serta Gunung Kilimanjaro, Tanzania, pada Mei 2015 lalu, tim The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala Unpar bersiap melanjutkan petualangannya menuju Gunung Aconcagua (6.962 mdpl) di Argentina. Gunung ini merupakan puncak tertinggi di Benua Amerika Selatan dan puncak tertinggi kedua dalam rangkaian seven summits setelah Gunung Everest.

Lima tahun silam, tepatnya pada 9 Januari 2011, Sofyan Arief Fesa, Xaverius Frans, dan Broery Andrew Sihombing tiga dari empat anggota Indonesia Seven Summits Expedition Mahitala Unpar berhasil menggapai puncak Gunung Aconcagua yang kemudian pada 29 Januari 2011 menyusul Janatan Ginting anggota terakhir dari Tim ISSEMU yang menyelesaikan pendakian ini.

Sekarang terdapat tiga pendaki wanita yang memiliki mimpi untuk kembali mengibarkan bendera Merah Putih di Puncak Gunung Aconcagua. Fransiska Dimitri Inkiriwang (22), Mathilda Dwi Lestari (22), dan Dian Indah Carolina (20), tiga mahasiswa aktif Universitas Katolik Parahyangan yang tergabung dalam tim The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala Unpar. (Miradin Syahbana Rizky)***

 

Sumber: Surat Kabar Harian Pikiran Rakyat, Selasa 19 Januari 2016

Berita Terkini

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR.AC.ID, Bandung – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) meraih penghargaan “Pengabdian Masyarakat Melalui Pendidikan”  dalam ajang Editor’s Choice 2.0 yang diselenggarakan surat kabar harian Jawa Barat, Tribun Jabar. UNPAR dinilai menjadi Perguruan Tinggi...

Kontak Media

Divisi Publikasi

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung
40141 Jawa Barat

Jan 19, 2016

X