Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) menerima kunjungan dari jajaran Harian Umum Pikiran Rakyat (PR) dalam rangka mempererat jalinan kerja sama yang sudah terjalin selama ini. Dalam pertemuan yang berlangsung santai dan akrab tersebut, dibahas pula sejumlah penelitian yang dilakukan UNPAR agar dapat dihilirisasi dengan mengfungsikan sinergi pentahelix dengan maksimal melalui pengabdian masyarakat yang dilakukan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UNPAR.
Pertemuan dilakukan secara langsung di Ruang Rapat LPPM UNPAR, pada Rabu (5/5/2021) dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dalam penanganan pandemi Covid-19. Dari UNPAR, turut hadir Rektor UNPAR Mangadar Situmorang, Ph.D., Kepala Kantor Internasional dan Kerjasama (KIK) UNPAR Sylvia Yazid, Ph.D, dan Kepala Kantor Pemasaran dan Admisi (KPA) UNPAR Stefanus Edy Panca.
Sementara dari PR hadir Pemimpin Redaksi I PR Satrya Graha Laksana; Pemimpin Redaksi II PR Hazmirullah; Manager PR Event Deni Yudiawan beserta jajaran Pemasaran dari PR. Ini merupakan kali pertama jajaran Redaksi dan Pemasaran PR berkunjung ke UNPAR untuk membahas dan me-review lebih lanjut kerjasama yang ada dengan harapan dapat membawa manfaat bagi kedua belah pihak.
Rektor UNPAR Mangadar Situmorang, Ph.D., menyambut baik kunjungan jajaran Redaksi dan Pemasaran PR. Rektor pun sepakat bahwa perguruan tinggi, khususnya UNPAR masuk dalam relasi pentahelix tersebut demi kepentingan masyarakat yang meaningful dan impactful tentunya.
Rektor mengungkapkan, UNPAR memiliki sumber daya manusia (SDM) yang memadai untuk menjawab kebutuhan dan masalah yang terjadi di masyarakat. Menurut Rektor, kehadiran perguruan tinggi patut dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, tak sekadar sebagai lembaga pendidikan tinggi. Lebih dari itu, kontribusi UNPAR melalui jalan pentahelix diharapkan membawa dampak signifikan untuk masyarakat, khususnya di Kota Bandung dalam lingkup terdekat.
Pemred PR II Hazmirullah mengungkapkan kekuatan pembangunan suatu wilayah perlu didukung oleh semua elemen. Maka konsep pentahelix, di mana unsur perguruan tinggi termasuk di dalamnya bersama media dalam hal ini PR bersatu membangun kebersamaan sesuai dengan prinsip Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menjabarkan soal pentingnya pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dinilai bisa dilakukan secara pentahelix. Para akademisi melalui bidang keahliannya masing-masing dapat mengajak dan membantu masyarakat bertransformasi untuk kehidupan yang lebih baik dan berkualitas. Sinergi bersama media, dalam hal ini PR diharapkan dapat membawa hasil pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilakukan UNPAR bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurut dia, hasil dari pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dihasilkan tidak hanya tertuang dalam publikasi ilmiah, hak paten, dan sebagainya. Sudah sewajarnya hasil penelitian di UNPAR dihilirisasi dan dimanfaatkan demi kepentingan publik.
Jalan agar hasil penelitian perguruan tinggi dapat dihilirasi, lanjut dia, yaitu dengan mengoptimalkan sinergi pentahelix. Pentahelix dalam hal ini adalah sinergitas antara perguruan tinggi, pemerintah, media, industri, dan masyarakat.
“Hasil penelitian yang ada bisa kemudian dihilirisasi dan kami bisa membantu mengomersialkan hasil tersebut untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan UNPAR juga tentunya,” tutur Hazmir.
Salah satu hasil penelitian yang menarik perhatian di antaranya adalah Bandung Food Smart City. Dalam penelitian tersebut dibahas soal kebijakan dan pengurangan sampah pangan hingga waste recovery sebagai upaya mengurangi sampah pangan. Menurut dia, penelitian tersebut jika dihilirisasi maka dampaknya tak hanya kepada masyarakat, tapi semua elemen yang terjalin dalam pentahelix akan menerima manfaatnya. (Ira Veratika SN-Humkoler UNPAR)





