Alam dan manusia diciptakan untuk hidup berdampingan dan berkelindan. Alam menunjang kehidupan manusia dan manusia mesti memanfaatkan alam dengan bijaksana. Bencana alam terjadi tak semata-mata factor alam. Ada campur tangan manusia yang menyebabkan bencana alam dan efek yang ditimbulkan dari bencana alampun acap kali sangat masif. Persiapan diri dan komunitas menghadapi bencana alam menjadi hal yang penting dan menjadi tanggung jawab bersama. Majalah Parahyangan Edisi 2017 Kuartal I mengangkat topik tersebut. Suroso, seorang geofisikawan yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli bidang Bencana Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, mengupas topik tentang Belajar dari Gunung Merapi. Selain itu, Unit Kegiatan Mahasiswa Korps Tenaga Sukarela (UKM Korgala), sebuah unit kegiatan mahasiswa yang telah terbiasa berurusan dengan penanganan bencana, menyajikan artikel tentang keterlibatan mahasiswa dalam penanggulangan bencana.
Edisi kali ini juga menyajikan beberapa rubrik yang terus berupaya memberikan inspirasi bagi pembaca, seperti rubrik Modal Insani yang mengangkat topik Pengembangan Modal Insani, Jembatan Menuju Terwujudnya Organisasi yang Hebat, rubric Kewirausahaan (Potensi Kewirausahaan Mahasiswa), serta rubrik-rubrik tetap Majalah Parahyangan yang telah ada sebelumnya.
Dari dunia kemahasiswaan, edisi awal tahun ini menghadirkan Sarah Lucia, mahasiswi Unpar yang meraih penghargaan sebagai Inspiring Leader dan bagian dari The Most Inspiring Team Nutrifood Leadership Award 2016 dengan karyanya di Pedalaman Nusa Tenggara Timur. Sementara itu, Ikatan Alumni Universitas Katolik Parahyangan pada tahun ini telah menetapkan ketua umum yang baru. Sejalan dengan hasil Kongres V IKA Unpar, terpilih Rainier Haryanto, alumni Teknik Sipil yang saat ini menjadi Direktur Program/Tenaga Ahli Senior Bidang Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, menjadi Ketua Umum IKA Unpar periode 2016-2019.
Baca selengkapnya di: Majalah Parahyangan





