Menjalin toleransi di dalam masyarakat plural dapat menumbuhkan rasa saling menghargai. Indonesia yang terkenal dengan keberagaman budaya dipayungi oleh ‘Bhinneka Tunggal Ika’. Semboyan yang mewakili Nusantara dengan tepat. Suku bangsa yang melebihi angka 500-an menghasilkan terciptanya ribuan budaya dan bahasa. Toleransi berperan sebagai sikap penghargaan terhadap budaya dan suku bangsa. Maka, pergelaran seni dan budaya menjadi sarana tepat untuk mempromosikan toleransi.
Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) menyelenggarakan kembali acara tahunan Thirteen Night Time (TNT) yang kali ini mengangkat tema toleransi budaya. Dihelat di Parkiran Gedung Rektorat pada Sabtu (18/11) lalu, TNT mengusung nama ‘Svarga Dwipantara’ yang diambil dari bahasa Sansekerta, berarti surga nusantara.
Koordinator Divisi Publikasi Gaby, sapaan akrab Gabriela Elfrida, menyebutkan keputusan panitia untuk menyelenggarakan TNT pada 18 November karena bersamaan dengan peringatan hari toleransi sedunia. Nama ‘Svarga Dwipantara’ pun dipilih karena panitia ingin mengangkat keberagaman budaya Indonesia, lanjutnya.
Westernisasi merupakan pelaku utama terkikisnya apresiasi terhadap budaya Indonesia. Oleh karena itu, Gaby mengatakan, penampilan-penampilan di Svarga Dwipantara diarahkan kepada budaya Nusantara. Penampilan yang disajikan pun beragam, mulai dari band, perkusi, peragaan busana, tari kreasi nusantara, pom-pom boys, dan persembahan mahasiswa angkatan 2017 untuk seluruh mahasiswa Akuntansi dan masyarakat Unpar sebagai acara puncak. Selain itu, panitia mengundang Jendela Ide yang mempersembahkan ansambel perkusi.

“Tahun ini, (TNT) mengundang Jendela Ide, komunitas lokal. Kami juga ngasih sumbangan sebagai wujud dukungan bertoleransi budaya. Jendela Ide adalah wujud toleransi kami terhadap budaya lokal,” ujar Gaby kepada Tim Publikasi.
Jendela Ide adalah lembaga budaya nonprofit yang didirikan pada 1995 untuk memberi ruang kepada anak dan remaja dari berbagai latar belakang, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. Adapun, Jendela Ide menghargai keragaman dan keunikan setiap manusia juga komunitas dalam mengekspresikan budayanya.
Mahasiswi Akuntansi 2016 itu menuturkan, TNT berperan sebagai ajang mahasiswa-mahasiswi Akuntansi untuk saling mengenal dan mempererat tali silaturahim antar angkatan, terutama bagi mahasiswa baru 2017. Selain itu, kegiatan itu pun mengasah soft skill mahasiswa di bidang keorganisasian dan kepemimpinan.
TNT kali ini tidak hanya sekadar malam keakraban bagi para mahasiswa Akuntansi, namun juga mempromosikan nilai-nilai yang harus dimiliki oleh setiap manusia Indonesia, yaitu sikap toleransi terhadap keberagaman budaya.





