Bertempat di Lobby Gedung Rektorat, Pengurus Paguyuban Purnabakti Unpar (PPU) menyelenggarakan acara silaturahmi bagi para pensiunan pada Sabtu (3/12) lalu. Kegiatan ini diadakan dalam rangka menyongsong Dies Natalis Unpar yang ke-62. Sebelumnya, pada Agustus lalu, para pensiunan mengadakan tamasya bersama ke Taman Bunga Nusantara, Cipanas, Puncak.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran rektorat serta yayasan, juga perwakilan dari fakultas/ unit di Unpar turut pula hadir. Dr. Paulus Sukapto, Wakil Rektor Bidang Modal Insani dan Kemahasiswaan, dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa pihak rektorat dan yayasan Unpar sangat mendukung diselenggarakannya acara tersebut.
“Selain acara silaturahmi, universitas juga akan mendukung acara lainnya yang diadakan oleh PPU. Kebersamaan itu penting sekali. Kita harus tetap saling meneguhkan dan menguatkan”, terangnya ketika mewakili Rektor Unpar yang berhalangan hadir.
“Sekarang saya sedang berhadapan dengan pahlawan-pahlawan Unpar yang bekerja dengan sepenuh hati. Entah itu di tingkat rektorat . Entah itu di tingkat fakultas masing-masing. Atau mungkin di unit-unit yang lain. Bagi saya pribadi, tidak bisa melupakan suatu jerih payah Bapak/Ibu”, ungkapnya.
Di acara silaturahmi PPU kali ini, disediakan juga stand pemeriksaan kesehatan untuk mengecek tensi dan gula darah. Para pensiunan dapat berkonsultasi secara langsung kepada dokter dimana pada kesempatan yang sama memperoleh arahan serta pengetahuan terkait gaya hidup dan pola makan. Tidak hanya itu, sesi hiburan seperti games dan undian door prize semakin memeriahkan acara.
Uned Suheriyanto, salah satu pensiunan Unpar yang ditemui Tim Publikasi Unpar, mengungkapkan perasaan senangnya ketika hadir dalam acara silaturahmi PPU tahun ini.
“Tentu saja seneng. Terutama kita itu, kekeluargaan ya. Dari yang udah lama pensiun, sekarang bertemu lagi gitu. Kan jarang sekali kita bertemu. Jadi setaun sekali minimal kita bertemu untuk silaturahmi”, terangnya yang berkesempatan hadir di acara tersebut bersama sang cucu.
“Kalo sengaja silaturahmi ke rumah kan susah tuh. Pada jauh begitu”, tambahnya.
Uned yang bekerja di Unpar selama hampir 33 tahun ini, merupakan tenaga kependidikan di bagian Laboratorium SDA (Sumber Daya Air), Fakultas Teknik, sebelum pensiun pada 2010 lalu. Ia juga pernah bekerja di Laboratorium Mekanika Tanah di fakultas yang sama. Selain sebagai ajang silaturahmi, beliau menyampaikan harapannya agar PPU dapat lebih baik lagi melalui pelaksanaan program-program lainnya.
“Terutamanya mungkin, kalo ada dana bisa punya usaha gitu lah. Atau mungkin ada koperasi paguyuban yang bermanfaat bagi anggota, yang mewadahi untuk para pensiunan”, ungkapnya.





