Pada Kamis (3/8) di Ho Chi Minh City, Vietnam, berlangsung seminar bersama antara Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) dengan University of Social Sciences and Humanities (USSH) Vietnam, bertemakan Entepreneur Ecosystem in Indonesia and Vietnam. Seminar ini merupakan rangkaian dari penelitian bersama antara kedua universitas yang bertujuan untuk memotret ekosistem kewirausahaan di kedua negara.
Pembicara dalam seminar tersebut berasal dari kedua universitas. Masing-masing mengangkat tema yang berkaitan dengan usaha kecil dan menengah (UKM). Mengawali kegiatan seminar, Dr. Sukawarsini Djelantik mempresentasikan mengenai Diplomasi Publik oleh Indonesia terhadap Vietnam. Beliau mengatakan bahwa terdapat perbedaan antara diplomasi konvensional dan diplomasi ekonomi. Diplomasi konvensional bertujuan untuk menciptakan perdamaian, menyelesaikan sengketa dan mewujudkan kerja sama, sedangkan diplomasi ekonomi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Para diplomat masa kini didorong untuk memiliki kemampuan berdagang, melakukan promosi serta lobbying kepada kelompok-kelompok bisnis guna meningkatkan investasi negara. Selain itu, untuk meningkatkan volume perdagangan yang menjadi salah satu tujuan lainnya.
Pembicara kedua, Dr. Tutik Rachmawati menyampaikan topik mengenai peran pemerintah Indonesia dalam mewujudkan ekosistem yang kondusif bagi tumbuhnya kewirausahaan. Pada sesi berikutnya, Dr. Gandhi Pawitan dan Dr. Maria Widyarini menyampaikan presentasi mengenai Global Entepreuneurship Monitor (GEM) di Vietnam dan Indonesia. Kedua peneliti ini merupakan pakar dalam bidang GEM, yang menyediakan berbagai informasi kewirausahaan global. Melalui GEM, diperoleh informasi yang akurat, lengkap, beserta uraian yang dapat menggambarkan fenomena kewirausahaan di suatu negara.
Pada kesempatan yang sama, pembicara dari USSH, Dr. Nguyen Thanh Tuan, M.A, memberikan seminar dengan topik mengenai tumbuh kembang Usaha Kecil dan Menengah di Vietnam. Lebih lanjut, Dr. Tuan menganalisis terjadinya kecenderungan menurunnya jumlah UKM di Vietnam.
Selain diikuti oleh para dosen dan peneliti, seminar bersama juga melibatkan mahasiswa program Magister Ilmu Sosial (MIS), program studi Ilmu Administrasi Bisnis, dan Hubungan Internasional. Para mahasiswa juga berkesempatan untuk menyampaikan hasil penelitian terkait bisnis UKM di Indonesia.
Dr. Gandhi Pawitan mengatakan bahwa seminar ini merupakan tahap awal dari penelitian yang tengah berlangsung. Diharapkan kedua pihak dapat melengkapi data-data pendukung, agar ekosistem kewirausahaan di kedua universitas dapat dipetakan dan dianalisis. Hasil akhir tentu saja agar di kedua negara semakin banyak muncul wirausahawan baru yang bergerak di bidang barang dan jasa. Semakin baiknya ekosistem di dua negara pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan lapangan pekerjaan, pendapatan, dan kesejahteraan masyarakat.





