Di new normal era manusia diharapkan dapat hidup berdampingan dengan virus yang masih merebak di sekelilingnya. Namun kita sebagai masyarakat awam seringkali bingung dengan cara menjalani kehidupan secara seimbang serta tips dan cara melakukan kegiatan di era new normal. Berdasarkan permasalahan tersebut, pada Kamis (16/7/2020), Srikandi Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) mengadakan Webinar dengan tema “Produktif di Era New Normal” yang dimoderatori oleh Dr. Rina Refianti Mutiara, S.Kom, M.Si dari Universitas Gunadarma.
Webinar mengundang akademisi dari berbagai universitas sebagai narasumber, diantaranya adalah Dr.rer.nat Cecilia Nugraheni, ST, MT dari Universitas Katolik Parahyangan, Dr. Nina Kurnia Hidayat, SE, MM dari Universitas Komputer Indonesia, Dr. Dwiza Riana, S.Si, M.Kom dari STMIK Nusa Mandiri, Dra. Susi Daryanti, M.Sc dari Universitas Gadjah Mada, dan SY. Yuliani, ST, M.Kom dari Universitas Widyatama.
Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars APTIKOM. Dalam sambutan singkatnya Sekretaris Jenderal APTIKOM Pusat Prof. Dr.rer.nat. Achmad Benny Mutiara Q.N., S.Kom berterima kasih kepada para Srikandi APTIKOM karena telah mencoba untuk menyajikan kompetensi yang dimilikinya melalui webinar. Beliau berharap hal ini dapat menjadi pendorong para Arjuna APTIKOM untuk mengadakan kegiatan-kegiatan serupa yang bermanfaat.
Adanya pandemi COVID-19 melahirkan entrepreneurship ‘Jalur Corona’ dengan berbagai alasan. Contohnya seorang ibu rumah tangga yang selama ini telah tercukupi kebutuhan hidupnya dari penghasilan suami tiba-tiba menjadi pengusaha makanan bergizi tinggi demi melihat kesulitan tetangga kanan kiri mencari asupan berkualitas di era pandemi atau seorang wanita karir bidang properti tiba-tiba bertambah “profesi” jualan rempah dan minuman herbal ketika melihat kedua jenis bahan konsumsi itu menjadi “kebutuhan baru” masyarakat untuk sehat dan disebut sebagai anti korona.
Menurut Cecilia, ada beberapa alasan untuk menjadi seorang entrepreneur. Kita bisa memilih sendiri segala sesuatu yang berhubungan dengan usaha kita. Begitu juga dengan standar yang kita tetapkan. Tentunya ketika memilih hal yang sesuai dengan keinginan, kita akan bahagia dan akan terus bersinar di bidang yang digeluti.
Entrepreneur Productive : Strategi Membangun Brand
Branding adalah suatu aktivitas pemasaran bahwa kita berbeda dengan orang lain. Branding juga merupakan cara kita mampu meng-connect produk kita dengan customer. Brand sebagai salah satu upaya usaha untuk bertahan dan bersaing. Logo hanyalah sebagian kecil dari cara membangun brand. Audiens, kompetitor, karakteristik brand, kualitas sampai manfaat, serta proses sampai perkembangan tidak kalah penting.
Branding tidak sama dengan marketing namun saling mendukung. Perbedaan marketing dengan branding dari segi fungsionalitasnya. Marketing bertujuan untuk membeli sedangkan branding bertujuan untuk menarik orang memilih barang kita dibanding yang lainnya.
Brand building tentu bukanlah sebuah proses yang singkat. Hal ini memerlukan waktu, kesabaran, serta kekonsistenan dari pemilik usaha. Cecilia menutup sesinya dengan sebuah kalimat, “To brand or not to brand, that is the question.”
Pemanfaatan Teknologi bagi Dosen
Paparan dari Dwiza membahas proses pembelajaran dalam perkuliahan daring bagi Dosen. Dosen bisa tetap menjalankan tugas dan profesi di masa new normal asalkan pandai menyiasati kondisi dan melakukan adaptasi untuk memungkinkan semua tugas tetap terlaksana. Proses dan strategi pembelajaran harus menyesuaikan kondisi mahasiswa dan kampus. Meskipun dalam kondisi yang kurang mendukung, dosen tetap harus melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat sesuai dengan kemampuan dan kondisi new normal. Rebut peluang untuk tetap menjadi dosen profesional di new normal.
Tetap Bugar dan Sehat Saat WFH
Susie menyampaikan betapa pentingnya untuk tetap menjaga kesehatan dan kebugaran meski berada di rumah saja. Cara yang dilakukannya yakni dengan Line Dance. Line Dance diperkenalkan di Indonesia pada 2008, oleh The Universal Line Dance (d’ULD) Indonesia, yang kaya dengan tarian tradisional. Banyak manfaat yang dapat dirasakan setelah melakukan dansa. Diantaranya adalah otak menjadi lebih aktif, penguatan memori otot, meningkatkan cerebellum (otak kecil), dan mengurangi penyakit otak.
Kita harus mempergunakan waktu dengan baik. Me Time sangat diperlukan di sela-sela pekerjaan. Jika bekerja terus menerus maka kita akan merusak tubuh sendiri. Pandai mengalokasikan waktu adalah salah satu hal terpenting bagi hidup manusia. (JNS)





