PERSADA 2017 Dorong Peran Aktif Mahasiswa dalam Masyarakat

Pemuda diharapkan menjadi agen perubahan di dalam memajukan sebuah bangsa. Tidak perlu rumit, pemuda masa kini dapat membuat perubahan melalui hal-hal yang kecil namun bermakna, yang lewat ketekunan dan kerja keras mampu berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Seiring perkembangan zaman, peran pemuda, khususnya mahasiswa, yang aktif dan inovatif makin terasa dampaknya bagi lingkungan sekitar.

Aktualisasi peran mahasiswa dalam membuat perubahan positif di tengah masyarakat mendorong Lembaga Kepresidenan Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (LKM Unpar) untuk menggelar kegiatan bertajuk Peringatan Sumpah Pemuda (PERSADA), yang saat ini telah tiga kali diselenggarakan. Tahun ini, PERSADA menggelar dua mata acara besar, yaitu Gelar Wicara dan Pagelaran serta Lokakarya. Rangkaian kegiatan digelar di kampus Unpar Ciumbuleuit, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Sabtu (28/10) lalu.

Hammam Agiko Altaf Ketua Pelaksana PERSADA 2017, mengungkapkan bahwa inti dari kegiatan tersebut adalah mengajak mahasiswa memperingati Sumpah Pemuda sebagai bagian besar dari sejarah Bangsa Indonesia. Hal ini terlihat dari tema yang diangkat dalam perayaan PERSADA kali ini, yaitu Eksibisi Nasionalisme.

“Eksibisi Nasionalisme adalah bagaimana cara pemuda menunjukkan nasionalismenya dengan berkarya.” ungkap Hammam. “Hal ini terlihat dari pembicara kita,” tambahnya. Gelar Wicara sendiri mengundang pembicara yang telah membuktikan karya dalam masyarakat, yaitu Tubagus Fiki Chikara Satari, Nyoman Nuarta, Mufti Priyanka, serta Joselyn Setiawan Lesmana. Keempat pembicara mewakili berbagai bidang, mulai dari gerakan pemuda dan pemerintahan, pegiat seni, serta aktivis.

Gelar Wicara diikuti oleh mahasiswa dari Unpar, juga peserta Intercultural Student Conference (ISC) yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK). Pembukaan acara PERSADA dihadiri oleh Presiden Mahasiswa Unpar Mahesa Aditya Pratama, Rektor Unpar Mangadar Situmorang Ph.D., beserta pimpinan universitas dan Persatuan Mahasiswa (PM) Unpar.

Meriah hingga Malam

Selain Gelar Wicara, PERSADA 2017 menghadirkan Lokakarya dan Pagelaran. Lokakarya ini menjadi wadah bagi pengunjung untuk mengeksplorasi hal baru sesuai minat dan keinginan masing-masing. “Kita menampilkan empat workshop dari komunitas-komunitas Bandung,” jelas Hammam. Pihak panitia mengundang Zero Hour, Kamana Travel, Sorge Records, serta Pagi & Malam untuk mengisi kegiatan lokakarya.

Kemeriahan acara PERSADA pun berlanjut hingga malam hari. Pagelaran yang digelar di Plaza Pusat Pembelajaran Arntz-Geisse (PPAG) menghadirkan penampilan dari komunitas dan band mahasiswa. Ada pula bintang tamu Moustache and Beard yang sekaligus menutup rangkaian kegiatan PERSADA 2017.

Melalui kegiatan PERSADA, Hammam berharap agar Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi kenangan semata, melainkan juga merasuk ke dalam diri mahasiswa. Hal ini tidak lepas dari peran pemuda, khususnya mahasiswa, sebagai agen perubahan bangsa. “Kualitas pemuda di suatu negara menentukan negara itu ke depannya,” ungkapnya.

PERSADA diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bagi mahasiswa untuk lebih terlibat dalam masyarakat. Hal tersebut dimulai dengan menumbuhkan empati dalam hal-hal sederhana. “Kita harus meningkatkan empati kita. Mulai dari hal-hal kecil, lama-lama akan menjadi hal-hal besar,” pesan Hammam khususnya bagi kaum muda dan mahasiswa.

Berita Terkini

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR.AC.ID, Bandung – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) meraih penghargaan “Pengabdian Masyarakat Melalui Pendidikan”  dalam ajang Editor’s Choice 2.0 yang diselenggarakan surat kabar harian Jawa Barat, Tribun Jabar. UNPAR dinilai menjadi Perguruan Tinggi...

Kontak Media

Divisi Publikasi

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung
40141 Jawa Barat

Oct 30, 2017

X