Pada Selasa (10/11) waktu setempat, Kementerian Komunikasi dan Informatika mengimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk ikut mengheningkan cipta secara serentak selama 45 detik. Peringatan ini dilakukan untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur membela Tanah Air.
Dewasa kini, para muda-mudi Indonesia bisa jadi mulai melupakan momentum perjuangan para pahlawan, baik itu karena lupa atau karena pemuda masa kini merasa kehilangan esensi dari peringatan yang berakhir sebagai rutinitas tanpa makna. Namun, tidak menutup kemungkinan jika masih ada muda-mudi Indonesia yang ingat, peduli, dan ikut memberi penghargaan atas jasa para pejuang.
Tanggal 10 November yang diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional rupanya ikut direfleksikan juga oleh sejumlah mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan. Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (HMPSIHI) melalui Divisi Seni dan Olahraga (SOR) mengajak setiap mahasiswa untuk mengenakan batik ke lingkungan kampus.
“… sebenarnya, ajakan untuk mengenakan batik di lingkungan kampus selalu diadakan setiap satu bulan sekali. Namun, selalu disesuaikan dengan hari-hari nasional.” jelas Regina Rima, selaku Wakil Ketua II HMPSIHI.
Rima–begitu dia akrab disapa– dan Nabila Kasyalia, selaku Ketua HMPSIHI Periode 2015/2016 berpendapat, “Hari Pahlawan Nasional merupakan perwujudan rasa hormat kita terhadap jasa para pahlawan yang telah gugur demi membela bangsa Indonesia. Jasa para pahlawan sangat besar bagi kita. Seharusnya, Hari Pahlawan Nasional menjadi hari dimana kita bisa mengenang dan menghargai jasa mereka.”
Pernyataan senada juga diutarakan oleh Naifa Rizani (HI UNPAR 2015). Ia berpendapat bahwasanya cara untuk memperingati Hari Pahlawan Nasional tidak harus besar; yang terutama peringatan tersebut harus bisa meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keberadaan para pahlawan yang pernah membela Indonesia.
Inigo Abigail (HI UNPAR 2013), Calvin Budianto (HI UNPAR 2013), Aryo Bagas (HI UNPAR 2014), Mohammad Ali Tanthowi (HI UNPAR 2014), dan Nindyo Setiawan (HI UNPAR 2015) dengan kompak ikut memperingati Hari Pahlawan Nasional dengan mengenakan batik ke lingkungan kampus. Bagi mereka, mengenakan batik adalah salah satu tindakan kecil yang dapat dilakukan untuk memperingati Hari Pahlawan Nasional; meskipun, akan lebih baik jika ada peringatan yang dapat dilakukan bersama guna meningkatkan rasa nasionalisme di kalangan mahasiswa.
Melalui momen ini, memang sudah selayaknya kita kembali menyadari tugas dan kewajiban untuk tetap menghargai, meneladani, serta melanjutkan perjuangan para pahlawan. Kini, bentuk perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan melalui tindakan aplikatif yang dapat dimulai dari lingkungan terdekat.
Pada praktiknya, memperingati perjuangan para pahlawan memang tidak harus dengan cara yang besar, mewah, dan meriah; mengenakan batik sebagai wujud cinta dan hormat kepada para pejuang juga baik, tetapi bukan menjadi opsi tunggal.
Selain mengenakan batik, para kaum intelektual muda diharapkan untuk tetap berkarya dan berkontribusi bagi almamater melalui prestasi akademik dan nonakademik yang diukir pada tataran nasional maupun internasional; seperti beberapa mahasiswa UNPAR yang meraih Juara I Perbanas Institute Accounting Competition XV di Perbanas Institute Jakarta dan Parahyangan International Law Society yang berhasil membawa pulang Juara III dan Best Memorial Awards di Asia Cup 2015, Tokyo, Japan; diikuti juga dengan prestasi di bidang seni dan olahraga dari UKM LISTRA yang menjadi Juara 1 pada ajang PIASTRO 2015 di Universitas Indonesia, Depok, dan Medali Emas yang berhasil dibawa pulang oleh Satrio Bagaskara dan Aflah Fadlan Prawira di Asian Age Group Championships, Thailand.
Beragam prestasi yang telah diukir oleh mahasiswa-mahasiswi UNPAR merupakan bentuk kontribusi dan hasil dari semangat juang para generasi muda untuk selalu mengembangkan diri dan mengamalkannya bagi nusa dan bangsa. Apapun dan bagaimanapun cara kita merefleksikan peristiwa 10 November 1945, tetap ingat dan teladani jasa para pejuang karena–seperti yang diungkapkan Presiden Sukarno– “BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG MENGHARGAI JASA PARA PAHLAWAN.”
Selamat Memperingati Hari Pahlawan Nasional.





