Pengukuhan Tiga Guru Besar Unpar

Pada Rabu (3/3/2021), Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka dalam rangka mengukuhkan Prof. Dr. Purnama Salura, Ir., M.T., M.BA. sebagai Guru Besar Ilmu Arsitektur Unpar, Prof. Dr. Dharma Lesmono sebagai Guru Besar Ilmu Matematika Terapan Unpar, dan Prof. Dr. Ir. Paulus Sukapto, M.BA. sebagai Guru Besar Ilmu Teknik Industri Unpar.

Sidang dipimpin oleh ketua senat universitas Prof. Bambang Sugiharto, didampingi oleh Rektor Unpar Mangadar Situmorang Ph.D. beserta jajarannya. Anggota senat akademik yang terdiri dari Dekan Fakultas dan Guru Besar Unpar juga turut menghadiri acara ini.

Sebagai bagian dari pengukuhannya, para Guru Besar menyampaikan pidato ilmiah sesuai dengan bidang ilmu masing-masing. 

Arsitektur yang Memberi Makna

Prof. Purnama Salura memulai pidato pengukuhannya dengan cerita Echo dan Narcissus dari Yunani. Fenomena Narcissus yang pamer diri dan haus pujian serta isu Echo yang selalu menjadi pengikut masih ada di masa kini, bahkan dengan intensitas yang lebih besar. Sikap ini dianggap sebagai kelumrahan, padahal dapat dilihat dari cerita Echo dan Narcissus yang berujung kepada kenahasan.

Beliau menyikapi fenomena banjir yang baru saja dialami Indonesia. Pola arsitektur dari perumahan yang mengalami banjir umumnya sangat eksklusif. Jika mengamati dari sisi rancangan, kawasan-kawasan ini mirip satu sama lain. Dibatasi oleh tembok tinggi, gerbang megah mencolok seraya memamerkan kemewahan masing-masing. Fenomena follower untuk pamer diri ini cocok dengan substansi Echo dan Narcissus. Tak heran cepat atau lambat dampak negatif yang ditimbulkan oleh kawasan akan berbalik menimpa kawasan itu sendiri yaitu dengan luapan banjir dahsyat yang meluas ke seantero kota.

Beliau menutup pidatonya dengan cerita lomba lari lintas negara antara negara Spanyol dan Kenya. Ketika mereka berdua hampir mencapai garis finish, pelari asal Kenya yang sudah pasti memenangkan perlombaan berhenti sekitar 10 meter di belakang garis finish. Ternyata pelari Kenya tersebut tidak sengaja mengira bahwa Ia telah melewati garis finish. Pelari asal Spanyol alih-alih melewatinya, Ia malah berlari di belakang pelari Kenya tersebut dan mendorongnya. Saat ditanya mengapa pelari Spanyol melakukan hal tersebut, Ia merasa bahwa pelari Kenya-lah yang berhak untuk menang karena sebelumnya jarak antara mereka tidak dapat Ia susul. Pelari Spanyol berujar bahwa Ia hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan. 

Intensi kejujuran dari pelari Spanyol untuk memberi kepada yang berhak patut dijadikan inspirasi. Prof. Purnama merasa bahwa sudah menjadi tanggung jawabnya untuk mendorong baik senior, junior, dan rekan sejawatnya sampai di pencapaian tertinggi masing-masing dengan penuh kesadaran dan ketulusan. 

Aplikasi Ergonomi Makro dalam Mewujudkan Kinerja Organisasi yang Kondusif untuk Keselamatan, Kesehatan, dan Kesejahteraan

Prof. Paulus Sukapto menerangkan, ergonomi makro berfokus kepada human dan interaksi dengan sekelilingnya baik dengan manusia lain, mesin, lingkungan kerja, software atau alat bantu. Ketika seseorang dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya, maka kinerjanya akan semakin baik. Hal ini memberi dampak positif bagi perusahaan dan lingkungan kerja.

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) adalah sistem yangs sesuai diterapkan pada semua organisasi. Penerapan SMK3 dapat berhasil dengan baik jika menggunakan metode PE. Metode PE dapat menciptakan atmosfir kerja yang baik sehingga dapat mewujudkan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan karyawan.

“Setiap perusahaan harus berpegang teguh untuk membuat lingkungan yang sehat, aman, dan sejahtera. Hal ini dapat diwujudkan dengan prosedur-prosedur yang ditanamkan dalam perusahaan,“ jelas Prof. Paulus, “ketika karyawan merasa terjamin, performance dalam pekerjaannya akan meningkat sehingga meningkatkan produktivitas organisasi/ perusahaan.” 

Peran Pemodelan Matematika dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045

Awal mula keinginan Prof. Dharma untuk memperdalam ilmunya di bidang pemodelan matematika adalah ketika Ia memodelkan persediaan barang dan suatu sistem politik di Australia. Selain mendalami matematika, beliau juga pernah berkecimpung di bidang ekonomi dan teknik industri. Setelah mempelajari berbagai hal, beliau sadar bahwa matematika sangat berguna di berbagai aspek bidang keilmuan dan tidak dapat terbantahkan. 

Penelitian di ilmu alam dan teknik sangat membutuhkan pemodelan matematika. Namun tak menutup kemungkinan dapat juga digunakan di penelitian sosial. Penelitian yang dilakukan bisa merupakan penelitian dasar atau terapan. Nyatanya, perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di Indonesia belum diimbangi oleh sumber daya manusia (SDM) yang handal. Salah satu perkembangan untuk mengatasi hal ini adalah pengembangan program studi inovatif sesuai dengan industri masa kini. 

Matematika mengambil peran yang cukup strategis dalam pengembangan pengetahuan. Pengembangan sistem kecerdasan buatan, big data, data analitik memerlukan matematika terutama pemodelan matematika untuk diaplikasikan ke dalam industri. Kolaborasi disiplin ilmu lain dengan pemodelan matematika sebagai alat bantu diharapkan dapat memecahkan dan mencari solusi yang terbaik. Hal ini ditujukan untuk mencapai visi Indonesia 2045 yakini terwujudnya negara berdaulat yang dapat menciptakan keadilan, kesejahteraan, dan kemakmuran bagi masyarakat. 

Rektor Unpar, Mangadar Situmorang berharap ketiga Guru Besar yang baru dikukuhkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi civitas akademika Unpar dan dapat menjadi energi besar bagi kemajuan Unpar saat ini dan kedepannya. Hal yang sama sekaligus apresiasi bagi para Guru Besar turut disampaikan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah IV Prof. Uman Suherman dalam sambutannya. 

Proficiat bagi Prof. Purnama Salura, Prof. J. Dharma Lesmono, dan Prof. Paulus Sukapto! (JNS/DAN – Divisi Publikasi)

Pidato Pengukuhan Para Guru Besar Unpar dapat diakses pada tautan berikut.

Berita Terkini

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR.AC.ID, Bandung – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) meraih penghargaan “Pengabdian Masyarakat Melalui Pendidikan”  dalam ajang Editor’s Choice 2.0 yang diselenggarakan surat kabar harian Jawa Barat, Tribun Jabar. UNPAR dinilai menjadi Perguruan Tinggi...

Kontak Media

Divisi Publikasi

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung
40141 Jawa Barat

Mar 4, 2021

X