Kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat menjadi misi besar bagi setiap institusi pendidikan tinggi, tidak terkecuali bagi Universitas Katolik Parahyangan (Unpar). Unpar mendorong setiap akademisi dalam membagikan ilmu, tidak hanya bagi komunitas akademik di lingkungan Unpar, namun juga bagi masyarakat luas. Berbagai bentuk publikasi ilmiah, sebagai hasil akhir penelitian, maupun kegiatan pengabdian masyarakat telah dilakukan oleh tenaga pendidik Unpar dalam beragam bidang keilmuan.
Seiring dengan terjadinya fenomena globalisasi, komunitas ilmiah di seluruh dunia mendapat kesempatan untuk menyebarluaskan ilmu yang dimiliki kepada masyarakat global, baik dalam publikasi penelitian internasional, kegiatan ilmiah antarnegara, maupun kegiatan pengabdian pada masyarakat di pelosok penjuru dunia. Tren ini menjadi tantangan tersendiri bagi akademisi untuk mengembangkan ilmu dalam cakupan yang lebih luas, namun menjadi peluang emas dalam mengoptimalkan potensi keilmuan yang ada, serta memperluas jaringan kerjasama keilmuan.
Seperti yang dirangkum oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Unpar, Bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, terjadi kenaikan yang signifikan dalam keterlibatan tenaga pendidik Unpar dalam kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat pada tahun 2016. Hal ini diiringi dengan meningkatnya jumlah kegiatan ilmiah yang dilakukan oleh tenaga pendidik Unpar dalam skala internasional.
Dalam bidang penulisan misalnya, terjadi lonjakan dalam karya tulis ilmiah dosen Unpar, yang dipublikasikan oleh berbagai jurnal internasional, dari 28 judul di tahun 2015, menjadi 48 judul di tahun 2016. Sebanyak 35 judul, kurang lebih 73 persen dari keseluruhan jumlah karya ilmiah, dipublikasikan oleh jurnal yang terindeks oleh Scopus. Hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal internasional memberikan ruang bagi akademisi internasional untuk mempelajari dan menggunakan karya tersebut sebagai referensi.
Karya ilmiah yang dihasilkan oleh tenaga pendidik Unpar mendapat pengakuan dari lembaga pendidikan tinggi nasional. Salah satunya adalah karya ilmiah berjudul ‘Activated Carbons from KOH-activation of Salacca Peels as Low Cost Potential Adsorbents for Dye Removal’ karya Arnst Andreas Ph.D., bersama Aditya Putranto Ph.D., yang mendapat dana insentif Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti). Juga terdapat 3 karya ilmiah dalam bidang ilmu fisika yang menerima penghargaan publikasi ilmiah internasional dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Pada karya ilmiah yang dimuat dalam jurnal internasional, dua dosen Unpar tercatat sebagai penulis pertama jurnal kategori Quartile 1, yaitu Tri Basuki Joewono Ph.D.dengan karya ilmiah berjudul ‘Road Based Public Transportation in Urban Areas of Indonesia: What Policies do Users Expect to Improve Service Quality’, serta Haryanto Mangaratua Siahaan, Ph.D., lewat karya berjudul ‘Destroying Kerr-Sen Black Hole’ dan ‘Magnetized Kerr / CFT Correspondence’.
Di sisi lain, akademisi Unpar juga berkontribusi dalam penulisan dan penerbitan buku ilmiah, baik secara nasional maupun internasional. Total, terdapat 9 buku dan 27 bab dalam buku yang ditulis oleh dosen Unpar dari berbagai bidang studi keillmuan. Setidaknya 5 karya tulis tersebut merupakan bagian dari buku yang diterbitkan secara internasional, sedangkan sisanya diterbitkan oleh penerbit nasional. Selain buku dan karya tulis ilmiah, beberapa dosen Unpar juga menulis artikel untuk media non-ilmiah dalam dan luar negeri. Salah satunya adalah ‘South China Sea: Between Amity and Rivalry’ karya Diandra Dewi M.Sc., yang dimuat di Myanmar Times, Juli tahun lalu.
Dalam beberapa kesempatan, tenaga pendidik Unpar mendapat kesempatan untuk menjadi pembicara utama (keynote speaker) atau pembicara yang diundang (invited speaker). Tercatat, sebanyak 11 kali dosen Unpar berkesempatan menjadi keynote atau invited speaker, 8 diantaranya di luar negeri. Selain itu, pemakalah dari Unpar telah menyampaikan karya ilmiahnya di dalam 31 kegiatan ilmiah internasional.
Selain kegiatan dan publikasi ilmiah, setiap akademisi dituntut untuk melakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat, berdasarkan bidang ilmu yang digeluti. Kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tenaga pendidik di Unpar didanai oleh berbagai pihak. Selain pihak universitas, dana diperoleh sebagai hibah dari Kemristekdikti, juga dari bantuan berbagai pihak eksternal. Keberlanjutan pendanaan, khususnya dari pemerintah dan pihak eksternal, termasuk institusi-institusi internasional, menandakan kepercayaan dari pihak-pihak luar terhadap Unpar.





