Dengan dilantiknya pimpinan Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) masa bakti 2019-2023, tentu ada harapan baru bagi perkembangan Unpar ke depan. Mengingat usia Unpar yang sudah tidak lagi muda, maka Unpar pun diharapkan tetap mampu berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat luas.
Sejalan dengan visi para pendiri, Unpar sebagai institusi yang tidak hanya bertanggung jawab mendidik generasi muda, namun juga memberi dampak positif bagi masyarakat. Pendidikan yang dibagikan lewat institusi pendidikan tinggi, baik melalui jalur akademis maupun non-akademis, ditujukan dalam membentuk insan muda menjadi individu yang humanum, bernilai luhur, dan peduli akan realitas yang ada dalam kehidupan.
Lalu, kemanakah Unpar akan melangkah ke depan?
Mengembangkan Komitmen
Dalam pidato pelantikannya, Rektor Unpar Mangadar Situmorang, Ph.D. mengingatkan kembali akan komitmen komunitas akademik Unpar. Pendirian Unpar sebagai sebuah institusi pendidikan menjawab keprihatinan masyarakat akan perlunya generasi muda terdidik yang mampu membangun negeri secara bertanggung jawab – suatu keprihatinan yang sesungguhnya masih relevan hingga masa kini.
Komitmen Unpar dalam mengemban misinya mengembangkan kaum muda tetap menjadi pegangan bagi komunitas akademiknya. Hal ini menjadi pokok penting dalam meraih visi Unpar sebagai komunitas akademik yang humanum yang mengangkat potensi lokal ke tataran global demi peningkatan martabat manusia dan keutuhan alam ciptaan. Apalagi ke depan, Unpar tidak boleh lagi hanya menjadi universitas yang unggul semata, namun diharapkan mampu menjadi rujukan bagi perguruan tinggi lain, baik dalam bidang pengembangan ilmu juga pengabdian bagi masyarakat.
“Komitmen kolektif, komitmen institusional, dan komitmen intelektual lah yang harus kita rawat dan kita kembangkan bersama.”
Menuju Kancah Global
Beragam tantangan telah dilalui oleh Unpar sejak pendiriannya saat negara ini masih belia. Namun, di masa mendatang akan muncul tantangan-tantangan baru. Tantangan seperti munculnya Industri 4.0, digitalisasi dan peningkatan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, dan beragam tantangan lain. Di luar itu, generasi muda pun mengalami perubahan pola pikir dan gaya hidup, dengan pandangan tersendiri akan dunia luas.
Menghadapi tantangan zaman ini, Unpar pun memiliki dorongan untuk terus berinovasi agar tidak hanyut dalam arus waktu. Hal ini dilakukan sembari berpegang teguh akan spiritualitas dan nilai-nilai dasar Unpar, antara lain tetap berpegang pada prinsip humanum, menyebarkan cinta kasih dalam kebenaran, dan menjaga persatuan dalam keberagaman. Keinginan Unpar untuk menjadi universitas global sembari mengembangkan potensi lokal tentu perlu didukung oleh perkembangan yang positif, juga umpan balik dari dalam maupun luar instusi.
Berjalan Bersama
Selama empat tahun ke depan, Rektor Unpar beserta jajarannya akan bekerja bersama komunitas Unpar untuk membangun institusi ini. Seluruh civitas academica Unpar memiliki komitmen yang sama, untuk bergerak mengawal visi dan misi para pendiri Unpar dalam mencetak manusia-manusia baru yang humanum dan berkontribusi nyata. Dengan cara ini, Unpar menjadi agen pembangunan peradaban yang baru.
Tentunya semua ini berakar pada harapan agar sesanti Unpar, Bakuning Hyang Mrih Guna Santyaya Bhakti, tetap hidup dan berkembang dalam komunitas akademik Unpar. (PUB)





