Pembuatan Proyek Sosial di HNMUN

Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) kembali mengirimkan perwakilannya ke Harvard National Model United Nations (HNMUN) di Boston, Amerika Serikat, pada 16-19 Februari 2017.

Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Aknolt Kristian Pakpahan mendampingi tim selama persiapan sampai hari konferensi di Boston. Tujuh mahasiswa terpilih tergabung ke dalam satu tim yang terdiri dari lima mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional, yaitu Regina Rima Rianti, Celica Andini, Sharon Margiet, Alya Nurshabrina, dan Timothy Ariel Wijaya, seorang mahasiswa Teknik Industri bernama Ria Elysia, dan Aiqinea Yonel Tarigan dari program studi Ilmu Hukum.

Konferensi empat hari itu menjadi tuan rumah bagi lebih dari 3 ribu mahasiswa dari berbagai universitas di seluruh dunia. Bentuk konferensi menyerupai bentuk kinerja Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan adanya 27 komite yang terbagi ke dalam empat komite besar, yakni Specialised Agencies, Regional Bodies, Economic and Social Council, dan General Assembly.

“(HNMUN) enggak punya tema general. Biasanya mengikuti tren global dan disesuaikan komite PBB masing-masing, ada Ecosoc (Economic and Social Council), Disec (The Disarmament and International Security Committee), Security Council, dan banyak lagi. Masing-masing dewan diberi wewenang untuk memilih topik yang sedang tren. Komite menyiapkan dua topik alternatif dan delegasi yang memilih,” ujar Alya ketika ditemui di Coop Space pada Jumat (3/3).

Mahasiswi angkatan 2013 ini menjelaskan bahwa lomba pertama adalah penentuan topik yang akan dibahas oleh para delegasi. Lomba utama pada konferensi yang dibentuk tahun 1955 itu adalah lomba debat yang dianugerahkan kepada tim-tim per komite. Di samping itu, HNMUN bekerja sama dengan The Resolution Project membentuk Social Venture Challenge (SCV) sejak empat tahun lalu. SCV terbuka untuk seluruh mahasiswa yang hadir di konferensi dan mengusulkan rancangan proyek.

SCV menganugerahkan pemenang dengan dana dukungan sebesar 3 ribu dolar AS dan bimbingan langsung dari Resolution Fellowship. Tim Unpar yang terdiri dari Alya Nurshabrina, Regina Rima, dan Ria Elysa memenangkan SCV bersama dengan empat tim lain yang berasal dari Venezuela, dua tim dari Ghana, dan Universitas Brawijaya.

Proyek yang diajukan adalah pembuatan mesin otomatis plastik atau plastic vending machine. Mesin ini berbasis konsep reverse vending machine. Alih-alih mengeluarkan produk setelah memasukkan uang, mesin otomatis akan menelan botol-botol plastik, khususnya botol Polyethylene Therepthalate (PET), kemudian mengeluarkan insentif berupa koin.

Setiap tahun, Unpar selalu mengirimkan perwakilan untuk berlomba di HNMUN. Pendaftaran untuk mengikuti pemilihan delegasi Unpar dibuka pada semester ganjil dan dapat diikuti oleh seluruh mahasiswa Unpar dari berbagai jurusan.

Berita Terkini

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR.AC.ID, Bandung – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) meraih penghargaan “Pengabdian Masyarakat Melalui Pendidikan”  dalam ajang Editor’s Choice 2.0 yang diselenggarakan surat kabar harian Jawa Barat, Tribun Jabar. UNPAR dinilai menjadi Perguruan Tinggi...

Kontak Media

Divisi Publikasi

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung
40141 Jawa Barat

Mar 8, 2017

X