Acara Peletakan Batu Pertama Pusat Pembelajaran Arntz-Geise (PPAG) dilakukan pada hari Jumat (25/9) di depan Gedung 3 Universitas Katolik Parahyangan. Peletakan batu pertama diawali dengan ibadat inkulturasi yang dipimpin oleh Uskup Bandung, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC. Acara ini dihadiri oleh Pengurus Yayasan, wakil Pemerintah Daerah, Kapolsek Cidadap, juga tokoh masyarakat setempat.
Acara diawali dengan prosesi adat dan tarian dari Listra. Di dalam prosesi adat diarak sebuah tumpeng ke lokasi peletakkan batu pertama. Selanjutnya Uskup memimpin doa untuk memberkati batu pertama yang akan diletakkan pada pondasi gedung yang akan dibangun. Ibadat dimaksudkan untuk memohon keselamatan dalam proses pembangunan dan kekuatan agar gedung yang dibangun kokoh dan terbebas dari segala bencana.
Pembangunan gedung ini sudah digagas sejak lima tahun yang lalu. Sesuai dengan penamaannya, Pusat Pembelajaran Arntz-Geise merupakan gedung milik bersama sivitas Universitas Katolik Parahyangan bukan hanya unit tertentu. Di dalam sambutannya, Prof. Dr. Blasius Sebastianus Kusbiantoro menambahkan, “Supaya memecahkan permasalahan yang semakin kompleks, dibutuhkan pendekatan lintas bidang keilmuan.” Integrasi diharapkan dapat memudahkan pemecahan permasalahan tersebut. Arntz-Geise diambil dari nama tokoh pendiri Universitas Katolik Parahyangan Mgr. P.M. Arntz, OSC dan Mgr. Prof. Dr. N. J. C. Geise, OFM.
Rektor Universitas Katolik Parahyangan, Mangadar Situmorang, Ph.D. mengucapkan terimakasih atas dukungan seluruh keluarga besar Universitas Katolik Parahyangan, seluruh warga kecamatan Cidadap khususnya warga Ciumbuleuit, juga kepada mereka yang sedang bekerja membangun gedung tersebut. Beliau berharap bahwa kehendak baik, niat baik, dan kerja keras dalam mewujudkan Universitas Katolik Parahyangan yang hebat ini berjalan dengan baik dan diberkati Tuhan.





