Menumbuhkan Semangat Mendidik

Cara hidup dan berpikir pragmatis merambat ke hampir semua aspek kehidupan manusia, termasuk pendidikan. Cara berpikir semacam ini adalah yang menyederhanakan semua hal sebatas manfaat yang dapat dicapai atau dihasilkan. Individu yang pragmatis adalah yang mereduksi kebenaran sebatas hasil atau akibat yang berguna atau bermanfaat, terutama bagi dirinya sendiri.

Hal tersebut menjadi persoalan karena sering kali alat ukur dalam proses berpikir adalah yang bermanfaat bagi dirinya sendiri, bukan orang lain. Pada titik inilah, cara-cara pragmatis membuat manusia mengalami disorientasi nilai dan semangat mengabdi. Individu kadang terseret ke dalam hasrat untuk memuaskan dan memenuhi keinginan diri sendiri tanpa peduli pada nilai-nilai yang mendukung terwujudnya kebaikan dan kemuliaan hidup manusia.

Menggali Motivasi dan Panggilan

Dunia pendidikan, dalam hal ini pendidikan tinggi, kerap berhadapan dengan cara pandang pragmatis. Tidak sedikit para pendidik yang memiliki sikap maupun perilaku pragmatis, yaitu pengabdian mereka diukur sebatas azas manfaat bagi dirinya sendiri. Prinsipnya, ”Kalau berguna, aku senang. Kalau tidak berguna, aku tinggalkan!”

Cara pandang semacam ini tentu akan menjadi ancaman dan bencana bagi dunia pendidikan.

Menyadari betapa pentingnya peran pendidik dalam menumbuhkan semangat kehadiran, keterlibatan, dan komitmen, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) secara berkala menyelenggarakan berbagai workshop yang mencoba menggali kembali motivasi dan semangat panggilan untuk menjadi seorang pendidik.

Workshop tersebut sekaligus untuk memurnikan kembali semangat pengabdian dan pelayanan dalam diri setiap pendidik. Berbekal pertanyaan, “untuk apa aku menjadi dosen?”, dimulailah penyingkapan petualangan perjalanan panggilan seorang dosen.

Ungkapan dan tuturan yang lugas dari setiap individu yang rela menguak sepenggal kisah perjalanan panggilannya sebagai dosen kemudian tertuang dalam dua buah buku yang berhasil diterbitkan yaitu, Cincin Sang Dosen (Berakar dalam Panggilan, Berkobar dalam Pelayanan) dan SKAT JADOS (Sang Katak Jadi Dosen).

Refleksi atas pengalaman mendidik yang tertuang dalam buku tersebut semakin memperkaya pemahaman para pendidik akan tiga kekuatan penting. Kekuatan pertama yaitu kehadiran yang mendidik sangat menekankan pentingnya kehadiran pendidik di tengah peserta didik. Kehadiran yang berkualitas dari orang dewasa (pendidik) memiliki dampak yang luar biasa bagi perkembangan peserta didik. Awal dari kekaguman karena sebuah kehadiran.

Kedua, kekuatan keterlibatan yang memiliki daya pengubah. Keterlibatan yang tulus dan total dalam melayani peserta didik memiliki kekuatan yang dapat mengubah masa depan peserta didik.

Ketiga, kekuatan kesetiaan. Kesetiaan menjadi ujian penting dari setiap profesi apapun yang dijalani. Mendidik adalah sebuah panggilan. Tanpa kesetiaan, kehadiran dan keterlibatan menjadi hampa dan hambar.

Sebagai ruang kontemplasi dan aksi, Unpar mencoba menumbuhkan kesadaran dalam diri para pendidiknya bahwa menjadi dosen sama artinya dengan merelakan dirinya untuk selalu hadir, terlibat, dan setia melayani para mahasiswanya. Dengan pemahaman yang sama, sebagai bentuk pengabdiannya, Unpar juga menawarkan gagasan-gagasan tentang pendidikan yang tertuang dalam buku Sañcaya : Percikan Gagasan Pendidikan Tinggi.

Melalui buku-buku yang dihadirkan melalui Pusat Inovasi Pembelajaran Unpar, diharapkan cara pandang pragmatis dapat diatasi dan ditangkal. [Sylvester KL,/Pusat Inovasi Pembelajaran].

Sumber : Artikel “Menumbuhkan Semangat Mendidik” pada surat kabar KOMPAS – GRIYA ILMU Edisi 15 Desember 2015.

Berita Terkini

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR.AC.ID, Bandung – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) meraih penghargaan “Pengabdian Masyarakat Melalui Pendidikan”  dalam ajang Editor’s Choice 2.0 yang diselenggarakan surat kabar harian Jawa Barat, Tribun Jabar. UNPAR dinilai menjadi Perguruan Tinggi...

Kontak Media

Divisi Publikasi

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung
40141 Jawa Barat

Dec 17, 2015

X