Sudah jadi rahasia umum kalau masa perkuliahan tentu saja diisi mahasiswa dengan… kuliah. Perkuliahan yang dibagi dalam beberapa semester menjadi aktivitas utama mahasiswa sejak bergabung dengan dengan universitas hingga ia lulus. Tapi, apakah Unparian sudah tahu apa saja aktivitas dilakukan mahasiswa saat menemui jeda waktu seperti libur antara tahun akademik?
Bagi sebagian mahasiswa-mahasiswi Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), kesempatan ini dipakai untuk meningkatkan nilai mata kuliah melalui Semester Padat (SP). Namun, tidak semua ternyata ada banyak hal yang bisa mereka lakukan selama masa jeda sekitar dua bulan ini. Berikut ini pengalaman menarik Unparian dalam mengisi waktunya menanti tahun akademik baru!
Pengalaman Magang
Mencari pengalaman kerja di luar negeri, kenapa tidak? Marika Ganisti Imantia, mahasiswi Hubungan Internasional , mengisi waktunya dengan mengambil program magang di KBRI Beijing, Republik Rakyat Tiongkok. Tentu saja aktivitas baru pun menghadirkan tantangan baru bagi Marika dan dua kawannya yang juga berasal dari Unpar. “Mulai dari adanya hambatan berbahasa dan juga perbedaan tata cara, khususnya dalam lingkungan kerja kedutaan yang membuat kami untuk mencoba beradaptasi dengan perbedaan tersebut,” ujarnya.
Kegiatan Marika dalam fungsi Sosial-Budaya mencakup penyelenggaraan acara kedutaan, pengumpulan data, dan penulisan artikel. Dari kegiatan-kegiatan inilah, ia mendapatkan pengalaman berkesan, sekaligus mengenal profesi diplomat dan negara Tiongkok secara mendalam. “Selama magang, kami dapat memperluas jaringan, belajar bagaimana perwakilan Indonesia turut berperan di luar negeri,” jelas Marika, “dan juga melihat langsung keunikan budaya negara Tiongkok.”
Mengabdi kepada Masyarakat
Sesuai dengan Sesanti Unpar Bakuning Hyang Mrih Guna Santyaya Bhakti, mahasiswa Unpar diajak untuk mengamalkan ilmunya secara langsung dalam menjawab fenomena masyarakat. Seperti aktivitas Sendy, mahasiswa Manajemen Unpar, yang terlibat dalam kegiatan Social Enterprise for Economic Development atau SEED Unpar di Selaawi, Garut yang berlangsung selama lebih dari satu bulan.
SEED menjadi sarana belajar bagi mahasiswa untuk mengamalkan ilmunya sesuai konteks masyarakat, utamanya di Selaawi. “Kami semua melakukan brainstroming untuk menemukan ide-ide yang mungkin dapat menjadi solusi dari permasalahan-permasalahan di sekitar desa,” ujar Sendy. SEED juga menjadi ajang bagi mahasiswa untuk berkenalan “Ada yang berasal dari Thailand, Filipina, dan juga dari Manado,” ungkapnya.
Beraktivitas Bersama UKM
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Unpar menjadi wadah minat bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri lewat aktivitas ekstrakurikuler. Selama jeda akademik, tidak sedikit UKM yang tetap beraktivitas di Kampus Unpar. Seperti Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Unpar yang tengah mempersiapkan konser ‘Parahyangan Heritage’ yang akan diselenggarakan Agustus dan September mendatang.
Grace Angel, salah satu chorister PSM Unpar, sungguh-sungguh mempersiapkan diri menyambut konser, salah satunya lewat latihan harian, selama kurang lebih empat jam per harinya. “Seru, asyik, tapi capek juga,” katanya. Di sisi lain, banyak hal yang mereka pelajari dari Ivan Yohan, konduktor sekaligus mentor vokal mereka. “Apalagi bisa bertemu dengan teman-teman yang sudah seperti keluarga kami, jadi rasa capeknya berkurang,” tambah Grace.
Siap Sambut Mahasiswa Baru
Seiring dengan dibukanya tahun akademik baru, Unpar juga menyambut bergabungnya mahasiswa baru. Kegiatan inisiasi dan adaptasi atau yang dikenal sebagai SIAP merupakan kolaborasi mahasiswa dan universitas untuk mempersiapkan mahasiswa baru memasuki dunia perkuliahan. Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) Unpar turut berpartisipasi dalam mengkoordinasi kegiatan ini, seperti yang kini dijalankan oleh Ruth Evelyne, mahasiswi Sipil yang menjadi Koordinator Mahasiswa SIAP 2019.
Mempersiapkan kegiatan SIAP mengundang tantangan tersendiri bagi Ruth. “Mata acara memang hanya 2 hari dan di dalam lingkungan Unpar,” jelasnya, “namun nyatanya mengkoordinasikan 419 orang bukanlah hal yang mudah untuk dilaksanakan.” Di sisi lain, ia mampu berkembang dan keluar dari zona nyaman. Seperti yang ia ungkapkan, kepanitiaan ini mendorongnya untuk, “Belajar untuk menjadi pendengar bagi orang lain, menjadi orang yang lebih terstruktur, mengontrol emosi dan yang paling penting adalah belajar dari orang lain.”
Nah, ternyata masa libur bukan alasan untuk berhenti beraktivitas bukan? Selain mengisi waktu, berbagai kegiatan yang dijalani oleh mahasiswa-mahasiswi Unpar juga menjadi sarana belajar hal-hal baru dan menimba pengalaman menarik juga bermanfaat! (DAN)





