Mempersiapkan Masa Depan Unpar di Bidang Pembelajaran dan Penelitian

Apakah produk yang diharapkan dari suatu perguruan tinggi? Berdasar kegiatan utamanya, yang sering dirumuskan sebagai tridarma – pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, perguruan tinggi mestinya menghasilkan lulusan yang unggul, kontribusi dalam memperkaya ilmu pengetahuan, dan dampak sosial yang dirasakan masyarakat. Tulisan singkat ini menjelaskan kontribusi bidang-4, yang mengkoordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kantor Internasional dan Kerjasama serta Perpustakaan, terhadap pengembangan darma pendidikan dan penelitian.

Lulusan yang unggul

Yang pasti tak terlupa disebut dalam berbagai kesempatan, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) bercita-cita dan tetap setia untuk mendidik anak-anak muda, menghasilkan lulusan yang unggul, baik secara akademik–pengetahuan dan keterampilan maupun sikap atau karakter. Sikap ini menjadi semakin penting dan membedakan terhadap lulusan lain, khususnya dalam merespon tantangan global. Karenanya muncul penekanan pembelajaran untuk mengembangkan soft skills, atau yang lebih tajam disebut core skills.

Lulusan unggul mau tak mau harus dimulai dari calon mahasiswa dengan potensi yang baik. Kantor Admisi, dengan tugas utama memperkuat citra Unpar sehingga menarik peminat atau calon mahasiswa dan melakukan seleksi terhadap calon mahasiswa dengan tepat, rasanya merupakan keniscayaan. Komunikasi terhadap calon mahasiswa, mesti dilakukan sesuai dengan ketertarikan calon mahasiswa. Media komunikasi yang lebih berkarakter dan pengunaan sarana digital sudah dirintis, baik melalui website dan media sosial – FB, Twitter, IG dan Youtube, serta saluran lain seperti e-bulletin, radio dan digital media lainnya. Integrasi website tingkat universitas dan berbagai unit baik fakultas dan program studi serta lembaga, kantor dan biro; dengan tampilan yang lebih visual dan menarik terus dikembangkan. Proses seleksi juga menjadi lebih adaptif, dengan mengintegrasikannya bersamaan dengan kegiatan edufair ke berbagai SMA, melalui Ujian Saringan Masuk (USM) onsite, terbukti mampu memfasilitasi lebih banyak calon mahasiswa. Kreativitas yang adaptif dengan kebutuhan promosi dan seleksi terhadap calon mahasiswa terus menjadi tantangan di tengah persaingan mendapatkan calon mahasiswa yang berkualitas.

Lulusan unggul tentu juga mensyaratkan proses pembelajaran yang paripurna. Kurikulum, dengan berbagai peraturan, ketentuan, dan panduan, baik nasional bahkan juga internasional dapat menjadi rujukan dan sedang disusun saat ini. Akumulasi berbagai praktik baik dalam proses pembelajaran mesti dibagikan dan ditularkan kepada unit akademik lain. Peran Pusat Inovasi Pembelajaran (PIP) dalam memperkenalkan dan mengembangkan metode pembelajaran harus terus diperkuat. Interactive digital learning environment (IDE) benar-benar tempat belajar interaktif baik antar dosen-mahasiswa maupun antar mahasiswa, yang tidak dibatasi ruang, fisik, dan waktu, bahkan juga mungkin jumlah peserta ajarnya. Kenyataan bahwa pemanfaatan IDE masih minim menjadi tantangan tersendiri.

Melalui Perpustakaan, kerjasama dengan publisher terpilih menjadi salah satu usaha meningkatkan pemanfaatan IDE. Konten pembelajaran yang berkualitas dan legal bisa digunakan secara optimal, embedded ke dalam IDE. Mulai semester genap 2017-2018, Perpustakaan Unpar berlangganan SAGE research method (SRM). Para dosen pemangku kuliah metodologi penelitian dapat menggunakan produk tersebut.

Koleksi e-book, baik dari penerbit Springer, Wiley dan SAGE knowledge,  juga sudah disediakan dan dapat dimnfaatkan untuk konten pembelajaran melalui IDE. Kebijakan Perpustakaan juga akan lebih memperkuat e-textbook yang langsung mendukung proses pembelajaran. Keberadaan e-textbook didukung dengan IDE yang handal dan program pendampingan dosen diyakini akan mentransformasi proses pembelajaran, yang akan bermuara pada peningkatan kualitas lulusannya.

Kaitan tak terpisahkan tentunya antara kualitas kurikulum dan hasil pembelajaran. Pengakuan untuk kualitas program studi sarjana dicerminkan dari perolehan status akreditasi “A” oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Melalui program hibah prodi, program studi didorong untuk mendapatkan rekognisi oleh lembaga internasional, dengan tujuan supaya lulusannya lebih mampu dan diakui dalam berkiprah di tataran global. Prodi Akuntansi sudah mampu mendapatkan rekognisi untuk akreditasi kurikulumnya dari ACCA (the Association of Chartered Certified Accountants) dan menjadikan Unpar sebagai test centre untuk sertifikasi lulusan/sarjana akuntasi dari ACCA. Sejumlah prodi lain mulai mempersiapkan diri untuk akreditasi prodi atau sertifikasi lulusannya dari lembaga internasional.

Untuk memenuhi tantangan global, proses pembelajaran mestinya juga membiasakan dan memampukan mahasiswa melakukan kerja sama lintas budaya antar negara. Mahasiswa Unpar diharapkan mengalami proses internasionalisasi, setidaknya secara at home melalui interaksi dengan mahasiswa asing di Unpar. Penambahan jumlah mahasiswa asing harus terus dilakukan, yang saat ini masih terbatas sekitar 50 semester-based exchange students per tahun di Unpar. Jumlah mahasiswa asing yang belajar dan interaksi dengan mahasiswa Unpar dalam berbagai short term program (1-2 minggu) juga harus terus ditingkatkan, seperti melalui International Student Seminar (ISC) yang dilakukan tiap tahun menjelang Dies Natalis Unpar. Program Studi dapat membuat short term program yang mampu mendatangkan mahasiswa asing. Jumlah mahasiswa Unpar yang study abroad, juga terus meningkat setiap tahunnya – baik berdasarkan program inisiatif dari Universitas melalui kerja sama dalam konsorsium International Network of Universities (INU) dan ACUCA, inisiatif dari program studi untuk kompetisi/lomba di tingkat regional atau internasional dan proposal dari mahasiswa. Fleksibilitas kurikulum bisa menjadi pendukung penting yang mendorong mahasiswa mengikuti baik short-term dan terlebih one-semester study abroad. Sementara itu, Kantor Internasional dan Kerjasama (KIK) dapat membantu mencarikan tempat study abroad melalui berbagai skema kerja sama, baik dalam konsorsium maupun kerja sama antar universitas.

Hasil penelitian: publikasi

Semua sepakat bahwa hasil penelitian harus disebarluaskan atau dipublikasikan. Pengecualian bisa terjadi jika hasil penelitian tersebut mempunyai nilai ekonomi, sehingga harus dipatenkan terlebih dahulu. Dengan begitu, publikasi menjadi sarana ekspose dan penanda kepemilikan hasil penelitian serta tentu saja pengakuan dan reputasi terhadap penulisnya.

Dalam konteks globalisasi, reputasi dosen terkait hasil penelitian, yang artinya juga kontribusinya terhadap ilmu pengetahuan, menjadi semakin transparan. Setiap dosen Unpar diminta untuk mempunyai akun google scholar dan mendaftarkan dirinya ke SINTA sesuai dengan tuntutan Kementerian Ristekdikti (http://sinta2.ristekdikti.go.id/affiliations/detail?id=1397&view=authors).  Setiap akun mencantumkan karya publikasi bahkan dilengkapi secara otomatis dengan kriteria/score yang mencerminkan kualitas publikasinya.  Pada masa mendatang, Unpar dapat mengembangkan research performance index (RPI), yang lebih mencerminkan dan mendorong para dosen untuk pemenuhan misi Unpar. Komponen RPI dapat memuat kontribusi terhadap ilmu pengetahuan berupa publikasi karya ilmiah dan penciptaan kader yang mengembangkan ilmu pengetahuan khususnya lulusan program doktor.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) juga dituntut semakin akuntabel dalam mengelola data hasil penelitian, seperti ditunjukkan dengan adanya program pemetaan kinerja penelitian secara berkala setiap tahunnya. Pada saat ini, Unpar berada pada klaster Utama dalam pemetaan kinerja penelitian, yang membawa konsekuensi terhadap tanggung jawab pengelolaan termasuk besaran dana penelitian. Apakah klaster Utama meningkatkan hasil penelitian?

Unpar sudah berada pada klaster Utama sejak tahun 2014, yang ternyata tidak membawa banyak perubahan terhadap jumlah dan kualitas hasil penelitian sampai akhir 2017. Pengelolaan penelitian sudah berkembang, baik secara kebijakan, peraturan maupun pelaksanaan dalam bentuk pengembangan prosedur baku. Hasil penelitian belum terlalu beranjak karena isu kritisnya ternyata bukan pada pengelolaan (termasuk dana) tapi terletak pada penelitinya. Pagu dana yang disediakan untuk klaster Utama hanya dapat diserap minimal oleh Unpar, karena kualifikasi dosen untuk mengakses hibah penelitian harus ditingkatkan. Jabatan fungsional dosen Unpar relatif stagnan selama beberapa tahun terakhir sehingga terbatas yang dapat mengakses skema hibah penelitian di klaster Utama tersebut.

Penataan beban kerja dosen menjadi langkah penting untuk mendorong peningkatan kualifikasi dosen. Sejak semester genap 2016-2017, beban kerja dosen untuk kegiatan penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat mendapat pengakuan dan melengkapi beban kerja dosen untuk proses pembelajaran. Penataan kelembagaan untuk mewadahi kegiatan dosen masih harus dilanjutkan, seperti program studi yang terutama mengelola program pembelajaran dan perlunya keberadaan pusat studi yang bertanggung jawab terhadap kegiatan penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Tantangan lain terkait dengan pengelolaan penerbitan jurnal ilmiah, yang sekian lama tak berkembang sebagai jurnal internal tanpa status akreditasi. Sejumlah jurnal ilmiah di lingkungan Unpar mesti dikelola lebih profesional, untuk mewadahi publikasi karya ilmiah baik dosen Unpar maupun lainnya. Dua jurnal, Veritas et Justitia dan Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional, sudah merintis dan mempersiapkan akreditasi jurnal nasional pada tahun 2018. Keberhasilan akreditasi jurnal tersebut berharap menjadi daya ungkit untuk mengembangkan berbagai jurnal lain di lingkungan Unpar.

(Opini: Dr. Budi Husodo Bisowarno Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerjasama)

Berita Terkini

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR.AC.ID, Bandung – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) meraih penghargaan “Pengabdian Masyarakat Melalui Pendidikan”  dalam ajang Editor’s Choice 2.0 yang diselenggarakan surat kabar harian Jawa Barat, Tribun Jabar. UNPAR dinilai menjadi Perguruan Tinggi...

Kontak Media

Divisi Publikasi

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung
40141 Jawa Barat

Dec 11, 2017

X