Tim Pengabdian Masyarakat Kampung Berseri Astra (Pengmas KBA) Menuju Desa Sejahtera yang merupakan kolaborasi antara Astra dan Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) mengadakan webinar bertema “Kiat Sukses Womenpreneur di Jawa Barat” pada Selasa (14/7/2020). Webinar yang dihadiri oleh komunitas Unpar, perwakilan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mitra binaan Unpar dan Astra, serta masyarakat umum ini menghadirkan Ibu Atalia Praratya Ridwan Kamil, Ketua Dekranasda Jawa Barat, sebagai keynote speaker.
Selain itu, webinar juga diisi berbagai pembicara yang berpengalaman; dari sisi akademisi yang diisi oleh Prof. Dr. Hamfri Djajadikerta (Fakultas Ekonomi Unpar), sedangkan dari sisi praktisi diwakili Nilam Sari (Owner Kebab Turki Baba Rafi), dan Githa Nafeeza (Owner Shabu Hachi). Acara dibuka dengan sambutan dari Rektor Unpar Mangadar Situmorang, Ph.D.
Peran Penting
Ibu Atalia memulai presentasinya dengan menyatakan bahwa pada tahun 2018, UMKM di Indonesia menyumbang sebesar 59,8 juta kepada perekonomian negara. Lebih lanjut lagi, 60% dari UMKM tersebut dikelola oleh perempuan––yang artinya perempuan menyumbang setidaknya 9,1% pada perekonomian Indonesia.
Perempuan sangat penting perannya dalam perekonomian karena memiliki potensi-potensi tertentu. Salah satunya adalah karena perempuan, sebagai penggerak rumah tangga, paling memahami apa yang dibutuhkan keluarganya. Sehingga perempuan juga, sebagian besar, menjadi pemegang keputusan di keluarga—dalam hal pengeluaran ekonomi keluarga. Selain itu, perempuan juga umumnya memiliki multitasking skill yang terlatih—dapat mengurus beberapa pekerjaan rumah tangga sekaligus sembari mengerjakan pekerjaan lainnya.
Terdapat berbagai dampak yang dirasakan pebisnis di tengah pandemi saat ini. Beberapa sektor dapat bertahan bahkan meningkat dengan baik, seperti sektor kesehatan dan teknologi informasi. Namun, banyak pula sektor yang mengalami pailit berkepanjangan seperti perhotelan dan penerbangan.
Manfaatkan Kesempatan
Melalui pemaparan tersebut, Ibu Atalia mengatakan bahwa yang harus dilakukan pebisnis saat ini bukan melihat masalahnya melainkan memanfaatkan kesempatan yang ada. Pandemi saat ini telah membawa perubahan pada perilaku konsumen. Perubahan-perubahan itu meliputi; stay at home lifestyle; berpindahnya kebutuhan konsumen pada kebutuhan dasar berupa makanan, kesehatan, dan keamanan jiwa-raga; meningkatnya digitalisasi; dan bergesernya masyarakat ke arah yang lebih empatik.
Menanggapi perubahan ini, pebisnis dapat menerapkan prinsip ATM—amati, tiru, modifikasi. Salah satu contohnya adalah produksi masker yang semula hanya diproduksi biasa, saat ini justru banyak diproduksi dengan beragam model. Pemanfaatan digitalisasi juga dapat berpengaruh besar dalam menjaga stabilitas bisnis. Misalnya dengan menerapkan skema jual-beli online yang justru dapat menjangkau konsumen di berbagai pulau di Indonesia.
Pemerintah Jawa Barat pun telah membuat berbagai program yang dapat memajukan perempuan, terutama di tengah kondisi saat ini. Salah satunya adalah program Sekolah Perempuan Mencapai Impian dan Cita-cita (Sekoper Cinta) yang dibuat 2019 lalu. Program Sekoper Cinta ditujukan bagi perempuan-perempuan yang tidak mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan formal agar dapat juga membangun kemandirian dirinya.
Pengalaman Bisnis
Webinar dilanjutkan dengan presentasi dari Nilam Sari, pemilik dari merek Kebab Turki Baba Rafi. Nilam menjelaskan bagaimana awal mula perjalanan bisnisnya berlangsung. Kebab Turki Baba Rafi pun menggunakan konsep ATM dari kebab asli di Timur Tengah dan menyesuaikannya dengan lidah Indonesia. Keberhasilan Nilam juga tidak luput dari trial and error selayaknya pebisnis pada umumnya.
Sementara presentasi dari Githa Nafeeza mengangkat topik How to Keep Your Dreams Alive as An Entrepreneur. Githa menjelaskan bahwa kehidupan sebagai pebisnis layaknya menaiki roller-coaster––naik turun dan jatuh bangun adalah hal yang biasa. Hal yang harus diingat oleh pebisnis dalam hal ini adalah tujuan awal mereka membangun bisnis tersebut, selalu memiliki grit atau ketabahan, siap untuk mengorbankan banyak hal demi membangun bisnis.
Di akhir webinar, Prof. Hamfri Djajadikerta memaparkan sisi akademis dari membangun bisnis. Hamfri memulai dengan hal-hal yang harus diperhatikan ketika memulai bisnis; modal awal baik secara material maupun immaterial; persiapan berkesinambungan untuk mengembangkan dan menjaga bisnis itu sendiri; jenis bisnis; serta perencanaan sederhana. Webinar kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab antara narasumber dan peserta.
Adapun webinar ini merupakan webinar pertama dari rangkaian webinar hasil kerja sama KBA dan Unpar. Webinar kedua dan ketiga yang bertemakan “Keterampilan Mengelola Keuangan Pribadi” serta “Strategi Mengelola Bisnis di Era Digital” masing-masing diselenggarakan pada Kamis, 16 Juli, dan Selasa, 21 Juli 2020. (AKA/DAN – Divisi Publikasi)





