Pada Jumat (19/3/2021), Program Studi Akuntansi Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) mengadakan Kuliah Perdana Akuntansi Internasional bertajuk “International Variations in Accounting Disclosure: Why It Matters?” Kuliah ini diselenggarakan secara daring dan diikuti oleh para mahasiswa sarjana akuntansi Unpar.
Kegiatan menghadirkan Dr. Aurelius Aaron SAB., SE., SI Kom., S.Kom., M.AK., M.Eng., M.Kom., MSM., MOS., Ph.D.(c) dari The Hongkong Polytechnic University yang merupakan alumnus Akuntansi Unpar. Kuliah dimoderatori oleh dosen Akuntansi Unpar Dr. Elizabeth Tiur Manurung, M.Si., Ak., CA., CIRR.
Melalui paparannya, Dr. Aurelius Aaron menjelaskan bahwa Accounting Disclosure bukan hanya financial statement, tetapi juga merupakan financial report lainnya seperti managerial guidance untuk investor. Guidance terdiri dari revenue growth, net income margins, dan capital expenditure (CAPEX)
International Accounting Disclosure penting baik secara teori maupun praktis. Dari segi teori dibagi menjadi dua yaitu information asymmetry dan cost capital sedangkan dari segi praktis dibagi menjadi dua yaitu ambiguous boundary of business operation (cross-listing, konglomerasi bisnis, korporasi multinasional) dan heterogeneous inverstors’ perception.
Disclosure dibagi menjadi mandatory disclosure dan voluntary/ discretionary disclosure. Mandatory disclosure berisi laporan tahunan, laporan keuangan interim setengah tahun, dan transaksi dengan pihak-pihak terkait. Discretionary disclosure berisi langkah manajerial, laporan segmen, laporan keseimbangan, dan laporan terintegrasi.
Penerapan
Berbeda dengan negara lainnya yang bersifat volunteer, di Jepang setiap perusahaan terdaftar harus memberikan managerial guidance-nya. Konsekuensinya adalah tidak berlakunya strategi momentum di Jepang untuk pasar saham.
Di China, karena adanya peningkatan teknologi bisnis komunikasi berubah secara pesat. Sekarang terdapat platform berbasis internet yang membuat interaksi secara langsung antara manajer korporat dengan luar korporat contohnya investor. Kedua belah pihak dari sisi demand dan sisi supply dapat berkomunikasi satu sama lain dengan biaya rendah dan tepat waktu.
Mengutip dari Dalai Lama, Dr. Aurelius Aaron mengatakan, “Ketika berbicara, kamu hanya mengulang apa yang kamu sudah tahu. Tetapi ketika kamu mendengar, kamu mungkin akan belajar hal yang baru.” Hal ini sesuai dengan kondisi dimana bisa saja disclosure suatu perusahaan mempengaruhi disclosure perusahaan lainnya (peer learning). (JNS/DAN – Divisi Publikasi)





