Konferensi Final INSPIRE 2020 Ajak Anak Muda Berwirausaha Sosial

Pada Kamis (26/11/2020), INSPIRE Final Conference digelar dengan tajuk : “Do Good” Socially and “Do Well” Economically by Young People Through Social Entrepreneurship. INSPIRE merupakan acara tahunan yang disponsori oleh Erasmus+ Programme dari European Union

Tahun ini, acara tersebut mengambil tema social entrepreneurship yang mengundang dua pembicara yang sangat menarik yaitu GF Mag. Rudiger Wetzl-Piewald (Social Entrepreneur dan Chairman dari Social Business Club Styria Austria) dan Dr. Ir. Hari Santosa Sungkari (Deputy Chairman of Infrastructure di BEKRAF). Selain itu turut hadir Mangadar Situmorang, Ph.D. (Rektor Universitas Katolik Parahyangan), Ir. H. Ajay Muhammad Priatna, M.M. (Walikota Cimahi), H. E. Mr. Vincent Piket (Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam), Prof. Dr. Runtung Sitepu, S.H., M. Hum. (Rektor Universitas Sumatera Utara) untuk menyampaikan pidato pembuka dan penutup.

Acara ini diadakan untuk menjadi tempat pembahasan dan juga diskusi terhadap isu social entrepreneurship. Di kala COVID-19 yang melumpuhkan sistem ekonomi dunia saat ini, Social Entrepreneurship diharapkan dapat menjadi solusi yang membantu kita bersama. Selain itu, terdapat juga berbagai paparan terkait isu ini termasuk apa yang terjadi di Indonesia.

Pendidikan dan pelatihan memainkan peran penting dalam mendorong kemajuan sosial dan ekonomi, pendidikan yang baik serta inovatif. Pelatihan dapat membantu siswa, lulusan, dan staf untuk mengatasi banyak tantangan dengan memberi mereka keterampilan yang dibutuhkan oleh pasar tenaga kerja dan ekonomi namun secara simultan berperan aktif dalam masyarakat dan mencapai kepuasan pribadi.

Investasi Kewirausahaan

Berinvestasi dalam pendidikan kewirausahaan adalah salah satu investasi dengan nilai pengembalian tertinggi yang dapat dilakukan di sektor ekonomi seluruh dunia. Pola pikir kewirausahaan yang lengkap dapat membantu transformasi ide menjadi tindakan dan secara signifikan meningkatkan kemampuan kerja secara keseluruhan.

Pada tahun 2014, universitas di Indonesia tidak menyediakan kurikulum standar yang berfokus pada kewirausahaan, pengajar tidak memiliki keterampilan, dan beberapa pusat kewirausahaan yang didirikan di universitas beroperasi dengan buruk. Hal-hal ini menunjukkan tingkat kebutuhan yang besar untuk pelatihan guru yang mendalam dan inisiatif kewirausahaan praktis.

Belum lagi masyarakat Indonesia harus bergelut dengan tantangan sosial dan lingkungan. Masalah lingkungan yang terkait dengan urbanisasi yang cepat dan pembangunan ekonomi merupakan masalah yang kompleks. Kebutuhan sosial dan lingkungan ini dapat ditangani oleh Social Entrepreneur alih-alih kepada pemerintah atau sektor bisnis umum. 

Menjawab Masalah Lewat Bisnis

Social Entrepreneurship secara umum didefinisikan sebagai penerapan teknik bisnis, metode dan solusi untuk masalah sosial, budaya, dan lingkungan (Ashoka, 2017). Pengusaha sosial menangani masalah sosial dan lingkungan dengan bisnis mereka dan pada saat yang bersamaan hal ini memacu pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, memperkuat Social Enterprise Development dapat membantu Indonesia mengatasi tantangan sosial dan lingkungan saat ini dan sekaligus mempertahankan pertumbuhan ekonominya (UnLtd Indonesia, 2014).

Data dari Global Entrepreneurship Monitor Report 2015 (Special Report on Social Entrepreneurship) menunjukkan bahwa Social Entrepreneurship masih merupakan fenomena yang langka di Indonesia. Berdasarkan studi, aktivitas Social Entrepreneurship di Indonesia terbatas. Persentase kegiatan Social Entrepreneur di kalangan populasi orang dewasa (18-64 tahun) masih jauh dibawah angka rata-rata internasional dan Asia Tenggara.INSPIRE memiliki tujuan mempromosikan pola pikir kewirausahaan dan inovasi di HEI Negara Mitra dengan memperkuat kerja sama Universitas-Bisnis untuk kemampuan kerja yang lebih baik bagi Social Entrepreneurs dan meningkatkan relevansinya untuk pasar tenaga kerja dan masyarakat. (JNS/DAN – Divisi Publikasi)

Berita Terkini

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR.AC.ID, Bandung – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) meraih penghargaan “Pengabdian Masyarakat Melalui Pendidikan”  dalam ajang Editor’s Choice 2.0 yang diselenggarakan surat kabar harian Jawa Barat, Tribun Jabar. UNPAR dinilai menjadi Perguruan Tinggi...

Kontak Media

Divisi Publikasi

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung
40141 Jawa Barat

Nov 30, 2020

X