Pelajar layaknya seorang pahlawan yang merelakan dirinya untuk belajar dan terus berkembang dalam ilmu pengetahuan. Sikap kepahlawanan juga dapat ditunjukkan dari kejujuran dalam diri seseorang. Belakangan ini kejujuran merupakan suatu hal yang mahal karena hanya sedikit orang yang ingin bertindak jujur. Sebagai pelajar, sudah selayaknya bersikap jujur untuk memajukan negara Indonesia.
Berangkat dari keyakinan tersebut, Himpunan Mahasiswa Program Studi Matematika (HMPSMA) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) gelar Kompetisi Matematika (Komat) 2016 dengan mengusung tema ‘Kepahlawanan’. Melalui kegiatan ini, peserta lomba dilatih untuk bersifat jujur dalam mengerjakan soal dan berpikir layaknya seorang pelajar.
Serangkaian acara Komat 2016 dimulai dari sesi pendaftaran dan babak penyisihan peserta yang dibuka sejak bulan Oktober lalu. Seperti perlombaan pada umumnya, Komat menerapkan tiga babak yang terdiri dari babak perempat final, semi final, hingga final. Kompetisi ini diikuti oleh siswa-siswi SMP dan SMA se-Indonesia.
Terdapat lima orang peserta yang masuk ke babak final untuk setiap kategori. Untuk kategori SMP, siswa-siswi tersebut berasal dari SMP Ignatius Global School Palembang, SMP Santa Maria Cirebon, SMP BPK Penabur Holis, dan SMP Petra 5 Surabaya. Begitupun di kategori SMA, sekolah yang lolos ke babak final di antaranya SMAK 1 BPK Penabur Jakarta, SMAK 3 BPK Penabur Jakarta, dan SMA Santa Maria.
Babak final yang berlangsung pada Sabtu (12/11), menghasilkan 5 juara untuk kategori SMP dan SMA. Adapun juara 1 untuk setiap kategori diraih oleh Bennet Clement dari SMAK 1 BPK Penabur Jakarta serta Richard Ryan dan Kensias Kristanto dari Petra 5 Surabaya untuk kategori SMP.
Erlan Himawan, selaku Ketua Panitia Komat 2016 mengungkapkan rasa senangnya karena kegiatan tersebut telah berakhir sukses. “Walau ada kesalahan-kesalahan kecil dalam teknisnya, tidak ada kesalahan yang berakibat fatal. Itu semua terjadi berkat keahlian, kreativitas, dan inisiatif para panitia”, ujarnya saat diwawancarai Tim Publikasi Unpar.
Diharapkan kegiatan ini dapat menumbuhkan minat dan bakat siswa-siswi di bidang sains khususnya matematika dan mendorong para pelajar untuk menganggap matematika sebagai pelajaran yang mudah dan menyenangkan.
“Jika kalian hanya melihat matematika itu dari luarnya, sudah pasti kalian akan merasa kesulitan. Maka dari itu, sebelum kalian menganggap matematika itu sulit, cobalah kalian untuk menekuni lebih dalam matematika terlebih dahulu. Jika sudah menekuninya maka kalian akan merasa bahwa matematika itu mudah dan menyenangkan. Karena pada dasarnya semua ilmu akan menjadi sulit jika hanya dilihat dari luarnya”, pesan Erlan yang saat ini sedang menempuh semester V, untuk siswa-siswi SMP dan SMA.





