Kartini di Mata Saya

Kartini di mata saya?

Hmm…. mungkin sama seperti pandangan perempuan Indonesia pada umumnya, beliau adalah seorang pejuang wanita yang berusaha keluar dari kondisi status quo pada masanya. Rasanya mudah menyebutkan apa yang diperjuangkannya, namun yang penting adalah mencoba merasakan suasana perjuangannya yang menurut saya pasti sangatlah berat, karena lingkungan yang tidak mendukung dan penuh tantangan pada saat itu. Oleh karena itu,  jika sekarang kami kaum perempuan dapat berkiprah di berbagai bidang, tentu sangat patut disyukuri dan berterimakasih pada Kartini; meskipun sebenarnya concern beliau juga pada hal-hal sosial umum lainnya. Dengan demikian, secara garis besar saya melihat Kartini adalah sosok perempuan yang menyadari potensi serta kapabilitas yang dimilikinya – apapun tantangan yang dihadapinya – dan tidak berhenti disitu saja, beliau juga berusaha menggunakan hal tersebut untuk memberikan manfaat bagi orang lain (masyarakat). 

Apakah saya sudah atau sedang menjalankan perjuangan Kartini? 

Hmm… iya kali ya…. rasanya sih iya… mengapa saya cukup yakin? Mungkin karena, pertama, saat ini saya adalah seorang pekerja profesional yang memanfaatkan keilmuan dan kompetensi yang saya miliki dalam usaha saya berkontribusi pada pembangunan nasional melalui tugas dan tanggungjawab yang saya emban – terutama dengan profesi sebagai dosen – (agak terlalu lebay, tapi gak apa2 ya karena pada dasarnya memang seperti itu…hehehe). Kedua, sekalipun dalam keseharian saya pekerja profesional, saya juga adalah seorang ibu untuk tiga orang anak – yang sulung sudah pemuda akan memulai studi di perguruan tinggi pada tahun ini, yang tengah remaja – kelas 3 SMP dan yang bungsu masih anak-anak (kelas 3 SD). Saya menjalankan peran saya sebagai ibu yang berusaha membentuk anak-anak saya sebagai pribadi yang tangguh dan bertanggungjawab dengan mengajarkan nilai-nilai kekatolikan (sesuai dengan keyakinan yang kami anut) serta norma kemasyarakatan yang berlaku. Saya juga termasuk ibu yang sangat demokratis dan memberi kesempatan (kalau tidak bisa dibilang kebebasan) pada anak-anak saya, mereka bisa menyampaikan pendapatnya tanpa kuatir saya kritik dan bahkan kami (saya dan dua anak saya – yang sulung dan tengah) bisa menggunakan kata ‘lo – gw’ dalam percakapan, yang menurut saya ini adalah sebuah bentuk kedekatan yang menghilangkan sekat-sekat untuk memberikan kesempatan mereka bertumbuh dengan gagasan mereka — tentu dengan tetap diberikan panduan dan batasan-batasan.

Naah…..dalam hal ini, menurut saya, yang saya lakukan dengan profesi serta tanggungjawab sebagai ibu adalah salah satu hasil perjuangan Kartini yaitu dimana setiap insan pribadi diberikan kesempatan untuk bertumbuh sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Harapan saya sebagai Kartini masa kini terhadap kaum perempuan

Hmm….yang pasti perlu bersyukur untuk kondisi saat ini sebagaimana kita bisa rasakan di Indonesia, perempuan memiliki kesempatan untuk berkarya di segala bidang dan tingkat – baik di pemerintahan maupun di bisnis (dulu ada Presiden perempuan  – ibu Megawati SP; sampai sekarang ada Menteri perempuan – Sri Mulyani, Susi P; Gubernur; CEO perempuan perusahaan multinasional dll). Kedua, kita harus memanfaatkan peluang tersebut untuk menunjukkan kualitas terbaik kita – seberat apapun tantangannya – bahkan ketika orang meragukan kemampuan kita, hal tersebut harus dijadikan sebagai kesempatan untuk semakin meningkatkan dan menguatkan kapabilitas dan kompetensi kita (ini juga lebay…but it’s true…); jangan malah termehek-mehek menyesali diri menjadi perempuan…

Nah segitu saja, pandangan saya tentang Kartini… semoga menginspirasi orang-orang yang membacanya… terima kasih untuk kesempatan bisa membagikan pandangan saya tentang beliau dalam kacamata saya.

Salam…

 

Berita Terkini

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR.AC.ID, Bandung – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) meraih penghargaan “Pengabdian Masyarakat Melalui Pendidikan”  dalam ajang Editor’s Choice 2.0 yang diselenggarakan surat kabar harian Jawa Barat, Tribun Jabar. UNPAR dinilai menjadi Perguruan Tinggi...

Kontak Media

Divisi Publikasi

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung
40141 Jawa Barat

Apr 27, 2017

X