Kampus Harus Mereformasi Diri

Perguruan Tinggi Mesti Lebih Responsif bagi Pertumbuhan Ekonomi

Bandung, (PR).-Perguruan tinggi harus membuat diferensiasi misi (mission differentiation) untuk meningkatkan peranannya bagi perekonomian nasional. Perguruan tinggi akan sulit maju bila tidak mereformasi diri menjadi perguruan tinggi dengan misi tertentu.

“Perguruan tinggi harus lebih responsif bagi pertumbuhan ekonomi melalui penelitian dan inovasinya. Dengan demikian perguruan tinggi menjadi engine of innovation (mesin perubahan) bangsa,” ujar Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) Intan Ahmad dalam orasi ilmiah memperingati hari jadi ke-61 Universitas Katolik Parahyangan di Kampus Pascasarjana Unpar Jalan Merdeka, Bandung, Senin (18/1/2016). Intan memaparkan materi orasi dengan tema: “Perguruan Tinggi di Tengah Dinamika Pembangunan Nasional dan Desakan Integrasi Regional/Internasionalisasi untuk mewujudkan The Great Unpar”.

Intan mengatakan, berdasarkan data Asian Development Bank (ADB) pada 2020, hanya akan tersisa dua negara Asia dengan pendapatan ekonomi terendah. Sementara, negara lainnya akan bergerak cepat meninggalkan negara yang tidak mereformasi diri. Reformasi itu dapat membuat negara jauh lebih maju. Penggerak reformasi itu berada di perguruan tinggi sebagai mesinnya.

Kondisi terkini Indonesia tertinggal dari negara-negara Asia lainnya. Intan mencontohkan, dari sisi publikasi ilmiah Indonesia baru mampu menghasilkan 5.600 publikasi. Angka tersebut jauh dari yang dicapai Malaysia. Demikian pula dengan raihan paten yang hanya 771 paten. Malaysia saat ini sudah 2600 paten dan Thailand sebanyak 1.400 paten.

Dari segi pendanaan penelitian, kontribusi dari pemerintah hanya 0,09 dari pendapatan nasional. Angka ini membuat Indonesia tertinggal dari Uganda dan Ethiopia sekalipun.

Peran perguruan tinggi sangat penting untuk membalikkan keadaan tersebut. Namun, Intan melihat saat ini belum ada kejelasan peran perguruan tinggi dalam ekonomi. “Seharusnya ada perbedaan misi yang jelas yang didukung pemerintah sehingga perannya akan tampak dalam ekonomi nasional,” ujarnya.

Di Amerika Serikat, lanjutnya, terdapat 200 universitas riset. Di India, peran perguruan tinggi terhadap ekonomi nasional sangat jelas. Perguruan tinggi dikategorikan sesuai misinya. Peran pemerintahnya pun sangat jelas, yaitu menyeleksi dengan ketat “pelabelan” misi perguruan tinggi berdasarkan rekam jejak, kapasitas, dan kualitas.

“Saya yakin, Unpar mampu menjawab tantangan tersebut. Selain itu mampu menciptakan sinergi yang kuat untuk mendorong banyaknya inovasi,” ujarnya.

 

Penguatan Identitas

Rektor Unpar Mangadar Situmorang mengatakan, Unpar tetap pada misinya untuk mencerdaskan bangsa. Mangadar mengatakan, sebagai refleksi 61 tahun, Unpar akan menjadi perguruan tinggi yang berbasiskan pada tujuan missioner untuk jadi tenaga yang andal bagi pembangunan. Dengan kapasitas yang dimiliki Unpar, pihaknya akan terus berjuang meningkatkan layanan pendidikan tinggi. “Kualitas layanan pendidikan menjadi sangat penting,” katanya.

Saat ini, hampir semua program studi sarjana Unpar telah akreditasi A kecuali teknik informatika dan diploma manajemen perusahaan. Sementara, untuk pascasarjana semua telah meraih akreditasi B, kecuali arsitektur yang telah akreditasi A. Untuk penguatan, Mangadar mengatakan, telah menyiapkan tiga program prioritas.

Pertama yang berkaitan dengan penguatan identitas Unpar yang difokuskan pada 2016. Yang kedua, meningkatkan akreditasi dan rekondisi. Yang ketiga, peningkatan implementasi tata kelola universitas, pendidikan, dan penyelenggaraan pendidikan tinggi. “Setelah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan banyak muncul komunitas tanpa batas. Maka, akan sangat perlu menguatkan identitasnya,” ujarnya. (Dewiyatini)***

 

Sumber: Artikel “Kampus Harus Mereformasi Diri” pada surat kabar PIKIRAN RAKYAT Edisi 19 Januari 2016.

Berita Terkini

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR.AC.ID, Bandung – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) meraih penghargaan “Pengabdian Masyarakat Melalui Pendidikan”  dalam ajang Editor’s Choice 2.0 yang diselenggarakan surat kabar harian Jawa Barat, Tribun Jabar. UNPAR dinilai menjadi Perguruan Tinggi...

Kontak Media

Divisi Publikasi

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung
40141 Jawa Barat

Jan 20, 2016

X