Program Studi Informatika Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) dinobatkan sebagai prodi terbaik dalam menggunakan Interactive Digital Learning Environment (IDE). Penghargaan ini diberikan bertepatan dengan acara Oratio Dies Natalis Unpar ke-63 pada Januari lalu, yang mana diserahkan langsung oleh orator Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Menristekdikti RI) Prof. H. Muhammad Nasir, Ph.D.,Ak.
IDE adalah platform pembelajaran digital yang dikembangkan oleh Pusat Inovasi Pembelajaran (PIP) Unpar, yang memungkinkan mahasiswa dan dosen berinteraksi tanpa bertatap muka, melalui portal e-learning. Lewat IDE, dosen dapat mengunggah (upload) bahan kuliah serta tugas, dan mahasiswa dapat mempelajarinya di mana saja asalkan ada koneksi internet. Di sisi lain, mahasiswa juga dapat mengumpulkan tugas secara elektronik, sehingga lebih transparan dalam hal ketepatan waktu dan penilaian.
“Kami dapat hadiah itu senang. Namun, di sisi lain, (menjadi) suatu kewajiban. Untuk kami, ga mungkin ga pakai IDE,” ungkap Mariskha Tri Adithia, SSi, Msc, PDEng Ketua Program Studi Informatika Unpar.
Tidak terbayang, lanjutnya, jika kami menyimpan bahan perkuliahan berupa softcopy di tempat masing-masing. Atau, tugas mahasiswa yang dikirim via pos elektronik.
Bagi Prodi Informatika, IDE digunakan sebagai wadah untuk menyimpan beragam file, seperti bahan kuliah, pengerjaan kuis, juga pengumpulan tugas mahasiswa. Beliau menyebutkan, sejumlah dosen menggunakan IDE lebih jauh, misalnya sebagai platform untuk forum, absensi, dan lainnya.
Setidaknya untuk fungsi yang sangat minimal, tambahnya, IDE itu wajib digunakan. Terlebih, untuk Prodi Informatika khususnya.
Namun, tidak dipungkiri, pada kondisi tertentu ditemui beberapa kendala dan keluhan ketika menggunakan IDE. Secara teknis, masalah mungkin bisa berasal dari IDE, maupun koneksi internet Unpar. Selain itu, misalnya diadakan kuliah paralel, IDE-nya menjadi berbeda-beda. Padahal, bahan/materi kuliah untuk kelas-kelas tersebut sama.
Beliau menambahkan, tampilan web IDE semakin baik jika dibandingkan dengan versi sebelumnya. “Feed-backnya baik. IDE semakin banyak fitur, semakin bagus,” terangnya.





