Saat ini, pemerintah Indonesia telah memulai program Vaksinasi dalam upaya menanggulangi Pandemi Global Covid-19. Namun, tidak sedikit pula masyarakat yang mengalami misinformasi maupun disinformasi sehingga memiliki kekhawatiran untuk mengikuti program tersebut. Edukasi Program Vaksinasi pun semakin dirasa penting guna memberi wawasan yang tepat dan benar akan proses pembuatan hingga manfaat vaksin tersebut.
Oleh karenanya, Ikatan Alumni Universitas Katolik Parahyangan (IKA Unpar) bekerja sama dengan Parahyangan Business Club (PBC) dan Unpar menyelenggarakan webinar yang bertajuk “UNPAR Fights COVID: Ensuring COVID-19 Vaccines Work” pada Minggu (24/1/2021). Webinar dibagi ke dalam tiga sesi yang membahas pentingnya vaksinasi massal, menciptakan kekebalan masyarakat atau herd immunity, dan edukasi serta sharing pengalaman sukarelawan vaksin.
Webinar dibuka secara langsung oleh Rektor Unpar Mangadar Situmorang, Ph.D. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua IKA Unpar Ivan Sadik beserta pengurus iKA Unpar, para alumni dan mahasiswa Unpar, serta masyarakat umum baik melalui platform Zoom maupun Live Stream YouTube. Adapun Webinar dipandu oleh Sekretaris Jenderal IKA Unpar Tracy Tardia selaku moderator.
Pentingnya Vaksinasi
Webinar diawali dengan paparan utama “Pentingnya Vaksinasi Massal: Aspek Keamanan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksin Massal” yang disampaikan oleh Fadjroel Rachman selaku Juru Bicara Presiden RI. Dalam penjelasannya, Fadjroel menekankan bagaimana kondisi Indonesia satu tahun sejak pecahnya pandemi di Wuhan, China. Wuhan, sebagai kota pertama yang mengalami lockdown, telah menyelesaikan dan mengatasi pandemi. Sementara Indonesia, hingga saat ini, masih berjuang dengan angka yang terus naik pesat.
Pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menekan angka kasus, seperti aturan protokol kesehatan dan rencana vaksinasi. Berbagai tantangan vaksinasi muncul dari banyak sisi, seperti dimensi keagamaan, dimensi pengetahuan yang mempertanyakan efektivitas, dan dimensi komunikasi. Maka, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, dibutuhkan komunikasi yang tepat perihal vaksin dari berbagai kalangan seperti pemerintah, akademisi, media, pebisnis, serta komunitas-komunitas lainnya.
Cara Kerja Vaksin
Sesi kedua dimulai dengan membawa topik yang berjudul “Cara Bekerja Vaksin dalam Menciptakan Kekebalan Masyarakat (Herd Immunity).” Sesi ini diisi oleh dua orang pembicara, yaitu Dr. Lucia Rizka A selaku Direktur Registrasi Obat, Badan Pengawas Obat, dan Makanan BPOM; dan dr. Dirga Sakti R., M.Sc, Sp.PD sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam & Vaksinolog.
Menurut Dr. Lucia, vaksin akan memberikan tiga keuntungan bagi masyarakat, yaitu memberikan perlindungan bagi individu, menimbulkan kekebalan dalam masyarakat, serta melindungi mereka yang tidak dapat menerima vaksinasi. Kekhawatiran masyarakat terkait khasiat dan keamanan vaksin pun dijelaskan secara runtut oleh Dr. Lucia, termasuk tahapan uji klinis yang telah dilakukan. Dari pemaparannya tersebut, Dr. Lucia juga mengharapkan masyarakat dapat menghindari hoax terkait vaksin.
Hal senada disampaikan oleh dr. Dirga Sakti, dengan menambahkan jika vaksin memiliki banyak manfaat. Yang utama adalah bahwa vaksin mampu menstimulasi imunitas dalam tubuh, sehingga mampu menimbulkan kekebalan diri. Oleh karena itu, vaksinasi menjadi cara paling efektif dalam mencegah terjadinya infeksi virus dan dengan demikian dapat membantu penanggulangan pandemi.
Edukasi dan Pengalaman
Sesi terakhir dalam webinar mengangkat judul “Edukasi tentang COVID-19 dan Vaksin serta Sharing Pengalaman Sukarelawan Vaksin Sinovac“. Hadir sebagai pembicara yakni dr. Adam Prabata, COVID-19 Educator sekaligus Kandidat Ph.D di Medical Science at Kobe University, serta Mangadar Situmorang Ph.D. sebagai relawan uji klinis Vaksin Covid-19 Sinovac.
Pertama, dr. Adam Prabata memberikan edukasi membedakan fakta dan mitos Covid-19. Mulai dari gejala, penanganan yang tepat hingga langkah pencegahannya dipaparkan secara lengkap dan mudah dipahami. Pesan utama dr. Adam melalui paparannya adalah jangan meninggalkan protokol kesehatan meskipun nanti telah divaksin untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.
Rektor Unpar Mangadar Situmorang menjadi pembicara terakhir dalam webinar ini. Mangadar berbagi pengalamannya sebagai salah satu relawan uji vaksin yang diselenggarakan beberapa waktu lalu. Baginya, vaksin merupakan pilihan yang penting bagi kemanusiaan dalam menanggulangi pandemi saat ini. Untuk itu, perguruan tinggi termasuk Unpar perlu berkontribusi dalam menyukseskan vaksinasi, seperti melalui edukasi bagi masyarakat.
Lewat tagar #SukseskanVAKSINASI, IKA Unpar mengajak masyarakat, khususnya para alumni dan anggota Komunitas Akademik Unpar, untuk mendukung program vaksinasi dalam menanggulangi Pandemi Covid-19. Tentunya, keterlibatan masyarakat dalam program vaksinasi akan sangat penting untuk membangun kekebalan bersama mengatasi pandemi. (ALK/DAN – Divisi Publikasi)





