Ikatan Alumni Teknik Sipil bersama dengan Unpar Runners menggelar webinar bertajuk “Find Your Way Back to Healthy Lifestyle” pada Minggu, (16/8/2020). Acara mengundang George Surjopurnomo (Teknik Sipil ’86) dan Debby Meylia (Teknik Kimia ’99) sebagai pembicara dan David Hansen (Teknik Sipil ’03) dan Amanda Mawarni (Ekonomi ’97) sebagai moderator. Acara ditujukan untuk membagikan informasi mengenai kegiatan olahraga kolektif, pengalaman dan tips beraktivitas di kala pandemi.
Webinar dibuka dengan pemaparan oleh George Surjopurnomo yang membawakan presentasi bertajuk “Stay Save, Positive and Healthy.” Berkembangnya pandemi COVID-19 telah menciptakan keadaan baru yang dikenal sebagai new normal. Keadaan sehari-hari turut berubah walaupun jenis kegiatannya tetap sama. Tidak terkecuali bagi komunitas yang biasanya aktif berolahraga, kini mereka harus lebih siaga. Maka, George menjelaskan kiat-kiat protokol kesehatan yang perlu diperhatikan oleh individu maupun komunitas dengan sudut pandang olahragawan.
Tetap Positif
Dengan keadaan new normal, masyarakat harus dibiasakan dengan protokol kesehatan seperti menggunakan masker saat berkegiatan, menjaga jarak dengan khalayak umum, dan menjaga kebersihan diri. Sekilas, protokol kesehatan yang ada tampak menjadi hambatan bagi komunitas olahragawan yang sering beraktifitas di luar ruangan atau pusat olahraga lainnya.
Akan tetapi George mengingatkan untuk tetap semangat dan menerima keadaan secara positif. “Kita hanya perlu pintar-pintar mengaturnya saja, yang penting ketika kita berolahraga di luar bertemu dengan orang lain, kita pakai masker, atau kalau berolahraga go solo atau prefer grup dengan ukuran kecil, dan juga menjaga kebersihan dengan cuci tangan dan selalu bawa hand sanitizer,” ungkapnya.
Menurut George, keadaan new normal juga mengharuskan masyarakat untuk mulai mempertimbangkan asupan nutrisi yang baik dan seimbang disertai dengan istirahat yang cukup. George juga menekankan untuk tidak menjadikan keadaan ini sebagai alasan untuk berhenti beraktifitas.
Terakhir, George mengingatkan untuk melatih diri agar terus berpikiran positif. “Kita harus mencoba untuk enjoy dengan kehidupan ini, misalnya, kalau diwajibkan pakai masker, coba dijalankan dengan baik, hal ini bisa jadi contoh bagi mereka yang tidak, dan melihat bahwa memakai masker itu baik-baik saja,” jelasnya.
George menyadari, industri di bidang olahraga terdampak secara luar biasa dengan adanya pandemi yang meliputi atlet, event organizer, sponsor, dan perusahaan manufaktur alat-alat olahraga lainnya. Dengan adanya protokol kesehatan, kegiatan olahraga pun turut berubah menjadi virtual.
“Mereka tetap berusaha untuk eksis menghidupkan industri ini, karena sebetulnya mereka punya tujuan baik, yakni mendorong masyarakat untuk tetap sehat,” ujar George. Ia membagikan informasi mengenai berbagai acara perlombaan dan tantangan endurance sport (olahraga ketahanan tubuh) mendatang yang kini marak diselenggarakan dalam bentuk virtual dan juga merangkap sebagai bentuk donasi.
Aman Berolahraga
Pada sesi berikutnya, Debby Meylia membagikan pengalaman dan tipsnya mengenai “Safety Running.” “Di masa apapun, intinya ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yakni latihan, pola makan dan minum, dan istirahat,” jelas Debby. Debby menjelaskan bahwa penting untuk memperhatikan pola latihan. Dengan segala keterbatasan, pelari disarankan untuk menjaga jarak tempuh dan intensitas latihan untuk mencegah turunnya kondisi kesehatan tubuh dan cedera lainnya.
Kemudian pelari harus memperhatikan asupan nutrisi yang baik dan seimbang dan dilengkapi dengan asupan suplemen bila perlu. Debby juga menekankan untuk memperhatikan jumlah air yang dikonsumsi agar sesuai dengan kebutuhan tubuh dalam sehari. Terakhir, Debby menekankan untuk istirahat cukup dan lebih awal agar dapat meningkatkan performa diri. “Tetap dengarkan tubuh kita, ketika merasa lelah harus secara tegas membatasi latihan untuk menghargai diri sendiri,” ujar Debby.
Bagi pelari yang mengikuti acara olahraga virtual, Debby menyarankan untuk memperhatikan asupan air dan rute lari. Debby menekankan untuk tetap menghindari kerumunan dan memiliki waktu dan rute yang sepi dan aman untuk dilakukan, serta melaksanakan kegiatan secara individu, atau dalam kelompok kecil. “Kalau bisa kita bawa botol air minum kecil dan bikin rute yang berbentuk loop untuk bisa mengisi ulang air kita,” jelas Debby.
Debby mengakui pandemi memberikan dampak yang luar biasa dan secara tiba-tiba menunda segala bentuk kegiatan masyarakat tanpa ada kejelasan waktu kapan keadaan akan pulih. Akan tetapi, Debby mengingatkan kepada peserta untuk tetap aktif berolahraga. “Untuk sekarang, kegiatan lari ditujukan untuk tetap aktif, bukan untuk memenuhi keinginan untuk memenuhi ego,” ujar Debby.
Webinar ditutup dengan sesi tanya jawab antara pembicara dengan peserta. Pada penghujung acara, kedua pembicara berharap agar peserta terdorong untuk tetap aktif berolahraga walaupun dengan kondisi yang terbatas dan selalu mengingat slogan “Stay safe, stay healthy,” dengan mematuhi protokol kesehatan yang ada. (MGI/DAN – Divisi Publikasi)





