Dies Natalis Ke-55 Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan: “Apresiasi dan Refleksi”

Pada hari Kamis (5/11), Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan (FT Unpar) menyelenggarakan Dies ke-55. Berbeda dari biasanya, penyelenggaraan Dies kali ini diikuti dengan penyelenggaraan kolokium. Penyelenggaraan kolokium ditujukan untuk mengetahui sejauh mana mutu kegiatan tridharma perguruan tinggi yang sudah dilakukan oleh FT Unpar; melakukan diseminasi hasil penelitian para dosen yang sudah dan sedang berlangsung; serta untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan mahasiswa di dalam kegiatan tridharma perguruan tinggi.

FT Unpar tidak henti melangkahkan kaki ke depan dengan mantap untuk mendukung terwujudnya program pembangunan yang berkelanjutan di bidang Teknik Sipil dan Arsitektur. 55 tahun perjalanan FT Unpar inipun telah diwarnai dengan beragam bentuk kontribusi kepada masyarakat; berupa program pengembangan, perumusan kurikulum dan proses pembelajaran, serta konsep keberlanjutan yang dapat diaplikasikan pada beragam aktivitas penelitian.

Kontribusi dari seluruh komunitas akademik FT Unpar inipun diapresiasi oleh Bapak Mangadar Situmorang, Ph.D, selaku Rektor Unpar. Pada sambutan “The Great Unpar: The Great Fakultas Teknik”, beliau menyampaikan dua alasan mengapa FT Unpar patut untuk diberi penghargaan. Pertama, FT Unpar telah berkontribusi menghasilkan para sarjana di bidang Teknik Sipil dan Teknik Arsitektur yang berkarya di dalam pembangunan nasional. FT Unpar juga banyak menghasilkan karya-karya riset yang baik bagi pengembangan ilmu di dunia pendidikan maupun sebagai rekomendasi-rekomendasi kebijakan bagi pemerintah. Kedua, apresiasi diberikan karena proses pembelajaran dan pendidikan tetap terjaga dengan sangat baik; kualitas dan kinerja para dosen ada pada level yang tetap tinggi, serta antusiasme para calon mahasiswa menjadi indikasi positif bagi reputasi dan popularitas Universitas Katolik Parahyangan.

Tidak hanya apresiasi yang didapat, Dekan Fakultas Teknik, Dr. Johannes Adhijoso Tjondro juga memberi refleksi di dalam kata sambutan yang disampaikannya. Beliau mengatakan bahwasanya FT Unpar harus bergerak maju kedepan untuk meningkatkan mutu penelitian dan pengabdian; tidak hanya beban kerja antara pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang harus seimbang, tetapi juga kedalaman dari penelitian yang dapat diterapkan dan terpakai di masyarakat.

Di usia yang telah mencapai setengah abad ini, FT Unpar juga dituntut untuk semakin sigap terhadap tantangan di masa mendatang. Prof. B.S. Kusbiantoro selaku Ketua Pengurus Yayasan mengatakan, “…disatu sisi, dinamika perubahan dan kompleksitas permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dan lingkungan akan semakin cepat. Kita merupakan bangsa yang dianugerahi dengan kekayaan sumberdaya alam; khususnya kekayaan Benua Maritim Indonesia (BMI) maupun sumberdaya insani. […] semua kekayaan tersebut dapat menjadi berkah sekaligus kendala jika tidak ditangani dengan benar.” Di dalam kata sambutan, beliau menegaskan bahwasannya fenomena tersebut menjadi salah satu tantangan bagi FT Unpar untuk tetap berkontribusi mengubah kekayaan lokal menjadi keunggulan komparatif BMI dan masyarakat Nusantara.

Menjawab fenomena tersebut, Dr. Bachtiar Fauzy, Ir., M.T., turut memberi kajian yang menarik melalui pidato ilmiah dengan judul “Dinamika dan Kebertahanan Arsitektur Masyarakat Lokal (Jawa Pesisir) dalam Konteks Perubahan: Menuju Pembelajaran Berdasarkan Nilai Kearifan Lokal.”; dikarenakan sakit, orasio ini disampaikan oleh Dr. Rahadhian Prajudi H., selaku Kepala Program Studi Arsitektur.

Orasio tersebut memaparkan dengan apik perkembangan arsitektur Pesisir, khususnya di kawasan Pesisir Utara Jawa sebagai representasi dari satu fenomena punahnya beberapa arsitektur rumah tinggal Pesisir yang memiliki karakteristik spesifik. Pemahaman tentang pesisir dapat dijadikan sebagai rujukan bagaimana terjadinya proses akulturasi budaya; arsitektur dapat memberikan pengetahuan lokal yang sangat menarik dan dapat dijadikan sebagai proses belajar untuk menyikapi kearifan lokal berdasarkan pada perbedaan budaya dan arsitekturnya.

“Sebagai pendidik tentunya dapat mengambil hikmah dan memberikan kontribusi pemikiran dari seluruh potensi lokal yang ada, sehingga dapat digunakan untuk menganalisis dan membangun arsitektur melalui kajian kritis dimana seluruh pemikiran dapat diterapkan dengan mudah pada proses pembelajaran”, demikian refleksi tersebut menjadi penutup dari Orasio Dies Natalis FT Unpar.

Berita Terkini

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR.AC.ID, Bandung – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) meraih penghargaan “Pengabdian Masyarakat Melalui Pendidikan”  dalam ajang Editor’s Choice 2.0 yang diselenggarakan surat kabar harian Jawa Barat, Tribun Jabar. UNPAR dinilai menjadi Perguruan Tinggi...

Kontak Media

Divisi Publikasi

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung
40141 Jawa Barat

Nov 9, 2015

X