Dies Natalis ke-28 FTIS: Kematangan Bermatematika di Era Artificial Intelligence Diperlukan

Fakultas Teknologi Informasi dan Sains (FTIS) Universitas Katolik Parahyangan (FTIS UNPAR) merayakan Dies Natalis ke-28 pada Jumat (30/4/2021) secara daring. Acara yang mengangkat topik “Mengembangkan Kematangan Bermatematika Dalam Zaman Artificial Intelligence (AI) yang Penuh dengan Matematika”, itu sejalan dengan rencana pengembangan jangka panjang dan rencana strategis UNPAR dimana teknologi, sains, dan informatika yang bersifat digital menjadi sangat penting.

Dies Natalis ke-28 itu resmi dibuka dengan kata sambutan dari Ketua Panitia Dies Natalis FTIS ke-28, Chandra WIjaya, S.T., M.T. Kemudian dilanjutkan sambutan dan laporan tahunan Dekan FTIS Dr.rer.nat. Cecilia Esti Nugraheni, ST, MT. 

Selanjutnya, sambutan pun disampaikan Rektor UNPAR Mangadar Situmorang, Ph.D. Rektor dalam sambutannya mengapresiasi seluruh capaian FTIS yang telah diraih hingga saat ini. Peringatan Dies Natalis FTIS ke-28 ini diharapkan menjadikan seluruh karya, komitmen, dan dedikasi yang telah diberikan membuat FTIS menjadi fakultas rujukan sekaligus pilihan. 

“Setiap Program Studi yang ada di fakultas ini kita harapkan, inginkan, dan upayakan menjadi Prodi unggulan, rujukan dalam hal pembelajaran, penelitian maupun pengabdian masyarakat. Sekaligus menjadi Prodi pilihan bagi para calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan tinggi, khususnya di UNPAR,” tutur Rektor.

Rektor menuturkan, ekspektasi tersebut diharapkan sejalan dengan rencana pengembangan jangka panjang dan rencana strategis UNPAR. Menurut Rektor, kerjasama, kolaborasi yang penuh dedikasi dan komitmen menjadi prasyarat untuk itu. 

“Ini adalah zaman yang kita sama-sama tahu dimana teknologi, sains, dan informatika yang bersifat digital menjadi sangat penting. Terima kasih atas usaha dan kerja sama selama ini,” ucap Rektor.

Acara pun dilanjutkan dengan sambutan dari Sekretaris Pengurus Yayasan UNPAR Prof. Hendra Gunawan, Ph.D. Dalam sambutannya disampaikan terima kasih atas upaya FTIS yang telah berkembang dengan baik dan terus berupaya melakukan inovasi-inovasi agar proses pembelajaran ke depan lebih cocok dengan Generasi Z. 

“Kita sekarang sedang berada pada zaman AI. Kehidupan manusia dipermudah dengan AI, satu di antara pendorong AI adalah kemampuan machine learning yang didasarkan pada matematika. Seseorang perlu memahami matematika untuk memahami dan mengembangkan machine learning. Tentu saja upaya menekuni machine learning menjadi lebih berdaya guna apabila dilakukan dalam kolaborasi lintas ilmu. Jangan lupa pula bahwa hal ini perlu dilandasi dengan etika,” katanya.

Kematangan Bermatematika

Acara dilanjutkan dengan Orasio Dies yang mengangkat tema “Mengembangkan Kematangan Bermatematika Dalam Zaman AI yang Penuh dengan Matematika” oleh Prof. M. Wono Setya Budhi, Ph.D. Dalam orasinya, Wono memulai dengan penjelasan kemampuan komputer. Menurut dia, dalam perjalanannya sebagai dosen, kerap kali melihat banyak mahasiswa yang kehilangan jati diri karena sering menyebut berdasarkan perhitungan matematika.

“Saya kira di tahun-tahun yang akan datang juga akan seperti itu, kalau tidak cukup beradaptasi maka kita akan tertelan dengan mesin-mesin (komputer) ini,” ujarnya.

Dia menuturkan, semua sudah tahu bahwa kemampuan AI akan memberikan pengaruh ke berbagai aspek bidang. Perkembangan AI, lanjut dia, dimulai tahun 1950 oleh Alan Turing. Lebih lanjut, dia pun mencontohkan kemampuan AI dalam CCTV (Closed Circuit Television) di China yang bisa menangkap citra reporter BBC dalam 7 menit. Singkatnya, kamera dengan kecerdasan buatan digunakan secara luas di China. Beberapa dapat membaca wajah, kamera yang lain dapat memperkirakan usia, etnis, dan jenis kelamin.

Kamera tersebut dapat mencocokkan setiap wajah dengan KTP dan melacak semua pergerakan manusia. Dapat mencocokkan wajah dengan mobil milik yang bersangkutan. Mencocokkan seseorang dengan orang yang berhubungan dengannya. 

AI itu sendiri, lanjut dia, tidak hanya sekadar kotak hitam dimana jika kita memasukkan dana yang besar, maka dia akan menjadi luar biasa. Akan tetapi, perlu pemikiran dan lain sebagainya untuk tetap bisa menguasai persaingan AI. Menguasai dasar-dasar matematika untuk menguasai AI itu menjadi prioritas. 

“Persoalannya matematika seperti apa? Apakah hanya sekadar kumpulan rumus, memberikan contoh bagaimana rumus digunakan, belajar algoritma, dan atau hanya sekadar belajar menggunakan perangkat lunak? Dan kita akan selalu tertinggal,” tuturnya.

Dia pun menyadur penjabaran dari Jo Boaler (Profesor Pendidikan Matematika Stanford University) mengenai kegiatan yang mendukung pengembangan matematika. Pertama, disarankan melakukan eksplorasi/investigasi, berani mencoba, selalu mencari cara lain, dan pahami sampai diri kita mengerti, bukan karena percaya kepada guru dan lain sebagainya. Serta mempunyai kepercayaan bahwa diri akan bisa menyelesaikan masalah tersebut.

“Keadaan sudah berbeda. Jadi  menurut Jo Boaler, bagaimana kita bisa baik di dalam matematika dan beberapa hal lain tentang learning dan kemampuan bermatematika dapat dikembangkan,” ucapnya.

Berbeda dengan yang lain, belajar matematika akan berkembang jika pernah melakukan kesalahan dan percaya dapat melakukannya. Wono menuturkan, kematangan bermatematika tidak hanya digunakan untuk matematika saja, tetapi untuk berbagai kegiatan. Kematangan bermatematika juga diperlukan dalam bidang lain.

“Menurut saya sangat diperlukan. Seperti tadi, tidak hanya sekadar masalah di atas kertas, tetapi riset-riset yang ada pada perusahaan-perusahaan itu,” katanya.

Sebagai penutup, dia berharap semua pihak mulai memikirkan pendidikan/kurikulum di masa yang akan datang. Serta bersikap menghadapi perubahan yang luar biasa ini.”Saya kira sekarang sudah berbeda sekali, kalau zaman dahulu informasi itu datang dari guru, dosen, dan lain sebagainya. Sekarang informasi itu sudah ada, marilah kita bersikap dalam menghadapi perubahan yang luar biasa ini,” tuturnya. (Ira Veratika SN-Humkoler UNPAR)

Berita Terkini

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR.AC.ID, Bandung – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) meraih penghargaan “Pengabdian Masyarakat Melalui Pendidikan”  dalam ajang Editor’s Choice 2.0 yang diselenggarakan surat kabar harian Jawa Barat, Tribun Jabar. UNPAR dinilai menjadi Perguruan Tinggi...

Kontak Media

Divisi Publikasi

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung
40141 Jawa Barat

May 4, 2021

X