Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis (Prodi IAB) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) kembali menggelar Startup Fest 2017 bertempat di Cihampelas Walk, Bandung. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari dari 10-11 Mei tersebut menampilkan sejumlah tennant mahasiswa yang menawarkan berbagai produk kategori IT, sociopreuneur, merchandise, fashion, dan kuliner.
Startup Fest merupakan pameran dan bazaar produk-produk kewirausahaan mahasiswa Prodi IAB sebagai bagian dari aktualisasi mata kuliah Simulasi Bisnis (Simbis). Selain expo produk, Startup Fest 2017 menampilkan talkshow dan live report oleh Radio 99ers Bandung.
Ditemui Tim Publikasi Unpar pada Kamis (11/5), Adrian salah satu mahasiswa peserta Simbis mengungkapkan bahwa melalui mata kuliah ini, ia dan tim dapat mengetahui sejauh mana ide bisnis bisa dijalankan. Bersama teman-temannya, ia membuat produk IT yaitu aplikasi “Jumpstart”.
“Kita bisa tau ide bisnis kita itu ide doang, apa bener-bener bisa jadi bisnis yang real”, ujar Adrian.
Adapun, “Jumpstart” adalah aplikasi yang berfungsi membantu para pengusaha agar lebih terorganisir dalam menjalankan bisnisnya. Aplikasi tersebut bertujuan untuk membantu mereka (para pengusaha) agar dapat lebih disiplin serta mampu mendisiplinkan tim bisnis mereka masing masing melalui feature “Join Calendar”.
“Banyak orang yang kesulitan bikin bisnis. Bisnis saya adalah membantu orang-orang bikin bisnis”, tambahnya antusias.
Pada kesempatan yang sama, Samuel, peserta Startup Fest lainnya menjelaskan produk bisnis “She is Worth” yang termasuk kategori sociopreneur. Ia dan timnya bekerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin untuk membuat produk yaitu dompet berbahan kain perca jeans.
“Awalnya datang ke Lapas Sukamiskin untuk ngajar main musik”, ucap Samuel.
“Waktu ada tugas (kuliah) yang temanya sociopreneur kenapa kita ga kerja sama dengan mereka (para Ibu penghuni Lapas). Mereka welcome sama kita. Dan, mereka juga mengakui kalo mereka perlu kegiatan”, tambahnya.
Para penghuni di Lapas Sukamiskin, jelas Samuel, sebenarnya sudah membuat aneka ragam produk seperti baju batik, dompet, aksesoris, hingga lukisan.
“Produk yang original dari kami sendiri itu dompet dari perca jeans. Jadi, kita kasih contoh ke mereka, kemudian mereka buat. Tapi, sisanya kita bantu jual produk dari mereka”, ungkapnya.
Respon pengunjung yang datang ke acara Startup Fest tahun ini, ungkap Samuel, cukup bagus.
“Hasilnya positif. Saya (dan tim) belajar untuk berbisnis”, pungkasnya.





