Arah Perubahan Sosial dalam Kerangka Teknologi Informasi dan Komunikasi

Peluncuran Buku ”Komunikasi Internasional dan Perubahan Sosial di Indonesia”, Selasa (11/4) lalu diisi oleh pemaparan yang sangat menarik dari editor buku sekaligus dosen Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Sukawarsini Djelantik, Ph.D. Buku ini mencakup beragam isu berkaitan dengan perkembangan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi, yang telah menghasilkan network society dalam abad informasi (information age), seperti yang diramalkan oleh Alvin Toffler dalam bukunya, “The Third Wave”.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa saat ini, kita telah memasuki era virtual society, yang ditandai oleh perkembangan teknologi berbasis komputer. “Bagaimana kita berkomunikasi, bagaimana kita berinteraksi, berbeda dengan yang kita alami beberapa dekade yang lalu,” jelasnya. Menilik dari berbagai perkembangan ini, muncul pertanyaan bagaimana revolusi teknologi informasi dan komunikasi memengaruhi perubahan sosial, khususnya di Indonesia. Hal ini juga terkait dengan dua sisi cyber society, di mana hal tersebut mengundang manfaat sekaligus berpotensi merugikan di saat yang sama.

Keberadaan media sosial sebagai bagian dari teknologi komunikasi menjadi isu baru dalam interaksi sosial. Penggunaan facebook, misalnya, telah memudahkan proses komunikasi, sehingga menjadi terjangkau, bahkan dalam sentuhan jari. Namun, permasalahan baru muncul, karena setiap orang menjadi sibuk dengan gawai masing-masing, dan melupakan interaksi dengan orang sekitar. Seperti yang dijabarkan olehnya, “Kita merasa bahwa kita memiliki ribuan teman, tetapi seringkali lupa untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang-orang yang paling dekat dengan kita”. Hal ini terlihat pula dengan munculnya “Nomophobia”, ketakutan dan rasa canggung bila tidak membawa gawai atau telepon genggam, yang terjadi di seluruh lapisan masyarakat modern.

Fenomena lain yang menarik diangkat adalah keberagaman generasi yang memengaruhi proses interaksi antargenerasi. Dengan perbedaan yang dimiliki oleh setiap generasi masyarakat, maka dibutuhkan pendekatan yang sangat berbeda. Apalagi, saat ini telah muncul generasi Alpha, yaitu anak-anak yang sejak dini telah mengenal gawai dan teknologi komunikasi. Perubahan ini juga menyebabkan kehancuran bagi bisnis-bisnis yang tidak bisa mengikuti perkembangan teknologi, maupun tergantikan oleh model bisnis lain yang memenuhi tuntutan masyarakat.

Perubahan sosial dalam masyarakat, lanjutnya, sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. “Kita melihat bahwa sekarang semua orang bisa menjadi wartawan, semua orang bisa berkomentar, bisa berpartisipasi, memberikan pendapat, mengecam, mengkritik, bahkan kepada presiden secara langsung. Sebelumnya, itu semua beyond imagination,” tambahnya.

Berita Terkini

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat dari Tribun Jabar

UNPAR.AC.ID, Bandung – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) meraih penghargaan “Pengabdian Masyarakat Melalui Pendidikan”  dalam ajang Editor’s Choice 2.0 yang diselenggarakan surat kabar harian Jawa Barat, Tribun Jabar. UNPAR dinilai menjadi Perguruan Tinggi...

Kontak Media

Divisi Publikasi

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung
40141 Jawa Barat

Apr 12, 2017

X