Setelah melalui seleksi yang sangat ketat, Maria Jeanindya Wahyudi, alumni Program Studi Ilmu Hubungan Internasional UNPAR (angkatan 2004) dinyatakan lolos menjadi salah seorang pengajar muda dalam program Indonesia Mengajar Angkatan II.
Maria Jeanindya Wahyudi pernah mengikuti Wanadri Women Series Expedition di Rusia. Maria pernah aktif di Media Parahyangan, Junior Copywriter Creation Brand dan bekerja sebagai reporter di harian Media Indonesia. Pada masa kuliah, Maria pernah memperoleh Beasiswa orang tua asuh. Dia juga merupakan trainer Disaster Risk Reduction Arbiter Samariter Bund.
Dari ribuan pendaftar, terpilih sebanyak 73 orang yang merupakan lulusan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia maupun luar negeri untuk mengabdi selama satu tahun untuk mengajar di daerah pelosok Indonesia. Pengajar terpilih akan bertugas di Aceh Utara (Aceh), Lebak (Banten), P. Bawean/Gresik (Jawa Timur), Kapuas Hulu (Kalbar), Rote Ndao (NTT), Maluku Tenggara Barat (Maluku), Bima (NTB), Fak Fak (Papua Barat) dan Sangihe (Sulut).
Mereka mulai memasuki tahap karantina pada tanggal 25 April 2011 dan mulai bertugas di desa penempatannya pada tanggal 14 Juni 2011.
Salah seorang penggagas Program Indonesia Mengajar adalah Anies Baswedan, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Yayasan Indonesia Mengajar. Melalui program pengabdian ini, misi Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar yaitu untuk mengisi kekurangan guru berkualitas di daerah pelosok Indonesia sekaligus mempersiapkan jaringan pemimpin masa depan yang bukan hanya memiliki pengetahuan global tapi juga pemahaman sampai tingkat akar rumput.




